<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956</id><updated>2012-02-16T04:01:49.088-08:00</updated><category term='Kutipan Bathin'/><category term='Good Story'/><category term='Pelajaran Hidup'/><title type='text'>Kutipan Bathin</title><subtitle type='html'>Blog ini berisi cerita-cerita dan pengalaman hidup yang sangat menyentuh..Cerita dan kisah pada blog ini merupakan pelajaran dan cerminan dari hidup yang wajib kita renungkan agar kita semua dapat menjalani hidup kita dengan lebih baik...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>93</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-5545392655378533829</id><published>2010-01-05T23:18:00.000-08:00</published><updated>2010-01-05T23:23:47.441-08:00</updated><title type='text'>3 x 8 = 23</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/S0Q58HxPxvI/AAAAAAAAARk/cwh9d7l-wSs/s1600-h/EXCEL.GIF"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 50px; height: 50px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/S0Q58HxPxvI/AAAAAAAAARk/cwh9d7l-wSs/s200/EXCEL.GIF" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423523556301457138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik.&lt;br /&gt;Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Pembeli berteriak: "3x8 = 23, kenapa kamu bilang 24?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;"Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: "Sobat, 3x8 = 24, tidak usah diperdebatkan  lagi".&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: "Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan".&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Yan Hui: "Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Pembeli kain: "Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Yan Hui: "Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu". &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius. Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius  berkata&lt;br /&gt;kepada Yan Hui sambil tertawa: "3x8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia." Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain.&lt;br /&gt;Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat : "Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh."&lt;br /&gt;Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Di dalam perjalanan tiba2 angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba2 ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: "Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Confusius berkata: "Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh". &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Yan Hui berkata: "Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum."&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Confusius bilang: "Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3x8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3x8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Yan Hui sadar akan kesalahannya dan  berkata : "Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar2 malu." &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;==============================================================================================&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Cerita ini mengingatkan kita: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara2 bertaruh mati2an untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.&lt;br /&gt;Bersikeras melawan atasan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.&lt;br /&gt;Bersikeras melawan suami. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.&lt;br /&gt;Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;kemenangan bukanlah soal medali, tapi terlebih dulu adalah kemenangan terhadap diri dan lebih penting kemenangan di dalam hati.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;BE A WINNER!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-5545392655378533829?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/5545392655378533829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=5545392655378533829&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5545392655378533829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5545392655378533829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2010/01/3-x-8-23.html' title='3 x 8 = 23'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/S0Q58HxPxvI/AAAAAAAAARk/cwh9d7l-wSs/s72-c/EXCEL.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-2004007487741029086</id><published>2009-12-18T22:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T22:08:06.373-08:00</updated><title type='text'>Pidato Anak 12 Tahun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SyxtvFIU4kI/AAAAAAAAARc/cN6QZp4f3oc/s1600-h/babyelephant.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SyxtvFIU4kI/AAAAAAAAARc/cN6QZp4f3oc/s200/babyelephant.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416825107418243650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak" yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah" lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Seveern yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang" terkemuka yg berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Isi pidato tersebut: (sumber The Collage Foundation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak" berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berada disini mewakili anak" yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang" yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. kami tidak boleh tidak di dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan"nya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang" dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang" liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu". tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal" tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah" kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan nya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.&lt;br /&gt;Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.&lt;br /&gt;Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir..&lt;br /&gt;Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.&lt;br /&gt;TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenernya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki" dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu tetap saja negara" di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.&lt;br /&gt;Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak" yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak" jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang " .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak" tersebut berusia sama dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak" yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.&lt;br /&gt;Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.&lt;br /&gt;Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak" anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak" mereka dengan mengatakan " Semuanya akan baik-baik saja ". 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan' dan ' ini bukanlah akhir dari segalanya'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?&lt;br /&gt;Ayah saya selalu berkata ' kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata" mu '&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata" tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh Orang" penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa penting nya lingkungan dan isi nya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin… Saya ... tidak kita semua....dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun "&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-2004007487741029086?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/2004007487741029086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=2004007487741029086&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2004007487741029086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2004007487741029086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/12/pidato-anak-12-tahun.html' title='Pidato Anak 12 Tahun'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SyxtvFIU4kI/AAAAAAAAARc/cN6QZp4f3oc/s72-c/babyelephant.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-1370051644823766224</id><published>2009-12-15T21:02:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T21:09:46.940-08:00</updated><title type='text'>Undangan Natal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SyhrkMWsb_I/AAAAAAAAARU/dQPkJImp1tk/s1600-h/Foto%28235%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SyhrkMWsb_I/AAAAAAAAARU/dQPkJImp1tk/s200/Foto%28235%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415696821448896498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara yang Kekasih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1260939581_0"&gt;Seperti yang&lt;/span&gt; Saudara tahu, peringatan ulang tahunKu semakin dekat.&lt;br /&gt;Setiap tahun diadakan perayaan untuk menghormatiKu dan Aku kira tahun ini juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang perayaan, banyak orang berbelanja hadiah, pengumuman di radio dan iklan TV. Dunia berkata bahwa perayaan semakin dekat dan semakin dekat lagi.&lt;br /&gt;Yang sangat membahagiakan adalah, paling tidak setahun sekali, beberapa orang mengingat Aku. dan kita semua tahu bahwa perayaan itu sudah dimulai bertahun-tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya orang-orang tampaknya mengerti dan bersyukur atas apa yang sudah Aku&lt;br /&gt;lakukan bagi mereka. Tetapi kemudian tak seorangpun mengerti dasar diadakannya&lt;br /&gt;perayaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanak saudara dan handai taulan berkumpul. Pakaian, perhiasannya alangkah elok. Mereka bergembira tanpa memahami arti perayaan itu sendiri.. Aku ingat tahun lalu, ada pesta besar demi menghormatiKu. Meja sarat aneka rupa makanan lezat – dari kue, coklat sampai buah-buahan. Hiasan, pajangan semua mengagumkan. Bingkisan-bingkisan bertumpuk, dibungkus kertas warna warni.&lt;br /&gt;Sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ingin tahukah Saudara? Aku tidak diundang.&lt;br /&gt;Aku seharusnya menjadi tamu kehormatan tetapi mereka lupa mengirimiKu undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta itu untuk Aku tapi ketika saat bahagia itu tiba, mereka meninggalkanku diluar, pintu ditutup didepan mataKu……..&lt;br /&gt;Aku ingin bersama mereka, duduk bersama di meja yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ini tidaklah terlalu mengherankanKu karena beberapa tahun belakangan orang-orang mulai menutup pintu bagiKu. Karena Aku tidak diundang maka Aku memutuskan untuk diam-diam masuk dan duduk di pojok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka minum-minum, ada yang mabuk, ngobrol sana sini sambil tertawa riang. Bahagianya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melengkapi kesukaan itu, datanglah seseorang besar gemuk&lt;br /&gt;berpakaian merah dan berjenggot putih panjang. Ho..Ho..Ho!, serunya. Sepertinya ia mabuk. Ia&lt;br /&gt;duduk di sofa lalu semua anak menyerbunya sambil berteriak - Sinterklas…Sinterklas… seakan-akan perayaan itu untuk menyambut dan menghormatinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam semua orang mulai saling berpelukan. Aku membentangkan tangan, menunggu ada yang memelukKu. tahukan Saudara, tak seorangpun menghampiri dan memelukKu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka bertukar hadiah. Mereka membukanya dengan suka cita, penuh harapan. Ketika semua sudah terbuka, Aku mulai mencari-cari kalau-kalau ada satu untuk Aku. Ternyata tak ada satupun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang Saudara rasakan ketika semua orang bertukar hadiah lalu Saudara sendiri tidak mendapatkan?&lt;br /&gt;Lalu Aku sadar bahwa Aku tidak dibutuhkan dalam pesta itu oleh karenanya Aku disisihkan.&lt;br /&gt;Tahun demi tahun terjadi dan semakin menyedihkan. Orang-orang hanya ingat hadiah, baju baru, pesta, makan dan minum. Dan tak seorangpun ingat Aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku demikian ingin di hari Natal ini&lt;br /&gt;Saudara memperbolehkan Aku masuk dalam hidup Saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin Saudara mengingat bahwa sudah 2009 tahun yang lalu Aku datang di dunia untuk memberikan hidupKu bagi Saudara, diatas kayu salib, untuk menyelamatkan Saudara.&lt;br /&gt;Hari ini, aku semata-mata ingin Saudara percaya sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin Aku sampaikan adalah: karena begitu banyak yang tidak mengundangKu ke pesta maka Aku akan membuat perayaan sendiri. Sebuah pesta bertabur kemegahan yang belum&lt;br /&gt;pernah terbayangkan oleh siapapun – perjamuan agung. Saat ini aku sedang menyiapkan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Aku menyebar undangan dan ada satu undangan untuk Saudara. Betapa Aku ingin tahu minat Saudara untuk datang. Bila “ya” maka Aku akan menyiapkan tempat serta menuliskan&lt;br /&gt;nama Saudara dengan tinta emas di buku tamuKu.&lt;br /&gt;Hanya mereka yang namanya tercatat akan memperoleh tempat duduk layak. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1260939581_1"&gt;Mereka yang tidak&lt;/span&gt; membalas undangan akan ditinggalkan di luar..&lt;br /&gt;Bersiaplah sebab bila semua persiapanKu telah selesai, Saudara akan duduk dalam perjamuan agungKu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Bagikan kepada &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1260939581_2"&gt;orang lain yang&lt;/span&gt; Saudara cintai sebelum Natal tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengasihimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-1370051644823766224?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/1370051644823766224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=1370051644823766224&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1370051644823766224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1370051644823766224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/12/undangan-natal.html' title='Undangan Natal'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SyhrkMWsb_I/AAAAAAAAARU/dQPkJImp1tk/s72-c/Foto%28235%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-1598807077808345900</id><published>2009-08-21T20:42:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T20:59:40.762-07:00</updated><title type='text'>Tunjukkan Cintamu Kepadanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/So9pvEnShcI/AAAAAAAAARM/hD6hgsVjTfs/s1600-h/8229%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 101px; height: 80px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/So9pvEnShcI/AAAAAAAAARM/hD6hgsVjTfs/s200/8229%5B1%5D.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372629137889592770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;It's time to change!! It's time to show him/her your love......... ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John dan Jessica telah berumah tangga selama 7 tahun..Mereka saling&lt;br /&gt;mencintai, namun Jessica sejak awal menutupi semua perasaan cintanya terhadap John..Ia begitu takut apabila John mengetahui betapa ia mencintai pria itu, John lantas meninggalkannya sebagaimana kekasih-kekasihnya selama ini..Tapi tidak bagi John..Ia selalu menyatakan perasaan cintanya kepada Jessica dengan tulus dan begitu terbuka..Setiap saat ketika bersama&lt;br /&gt;Jessica, John selalu menunjukkan cintanya yang besar, seolah-olah itulah saat akhir John bersama Jessica..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap John..&lt;br /&gt;Setiap saat dia selalu mencoba menguji seberapa besar cinta John terhadapnya.&lt;br /&gt;Jessica selalu mencoba melakukan hal-hal yang keterlaluan dan diluar batas kepada&lt;br /&gt;John..Meski Jessica tahu betapa hal itu sungguh salah, namun melihat sikap John yang tetap berlaku baik padanya, membuat Jessica tetap bertahan untuk melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yg dinikahinya itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun pertama pernikahan mereka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica bangun siang..Dia tidak sempat menyiapkan sarapan untuk John ketika John hendak berangkat kerja..Namun John tetap tersenyum dan mengatakan, "Tidak apa-apa..Nanti aku bisa sarapan di kantor.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat John pulang dari kantor, Jessica tidak sengaja memasak makanan yang tidak disukai John..Meski menyadari hal itu, Jessica tetap memaksakan agar suaminya mau makan makanan itu..John tetap tersenyum dan berkata, "Wah..sepertinya sudah saatnya aku belajar menghadapi tantangan..Masakanmu sepertinya tantangan yang hebat, sayang..Aku sudah tidak sabar untuk&lt;br /&gt;menyantapnya. ."..Jessica terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam saat Jessica terlelap John memanjatkan doa,&lt;br /&gt;" Tuhan..Di pagi pertama pernikahan kami Jessica tidak membuatkanku sarapan..Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap di meja makan bersamanya sambil membicarakan betapa indah hari ini, di hari pertama kami menjalani kehidupan baru sebagai suami istri..Tapi tidak apa-apa, Tuhan..Karena sepertinya Jessica kelelahan setelah resepsi pernikahan kami tadi malam..Bantulah kekasih hatiku ini, Tuhan agar dia boleh punya tenaga yang cukup untuk menghadapi hari baru bersamaku besok..Tuhan, Engkau tau betapa aku tidak bisa makan spaghetti karena pencernaanku yang tidak begitu baik..Tapi sepertinya Jessica sudah bekerja keras untuk masak makanan itu..Mampukan aku untuk menghargai setiap apa yang dilakukan istriku kepadaku, Tuhan..Jangan biarkan aku menyakiti perasaannya meski itu tidak mengenakkan bagiku...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun kedua pernikahan mereka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John membangunkan Jessica pagi-pagi untuk berdoa bersama..Namun Jessica menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya..John tersenyum dan akhirnya berdoa seorang diri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari sepulang kantor, John mengajak Jessica berjalan-jalan ke taman..Meski terpaksa, Jessica akhirnya mau juga ke tempat dimana dulu perasaannya begitu berbunga-bunga saat bersama John...Tetapi Jessica menolak rangkulan John, dan berkata, "Jangan, John..Aku malu.."..John tersenyum dan berkata, "Ya, aku mengerti.." Jessica melihat kekecewaan dimata John, namun tidak melakukan apapun untuk menghilangkan kekecewaan itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.." Tuhan..Ampuni aku yang tidak bisa membawa istriku untuk lebih dekat padaMU pagi hari ini..Mungkin tidurnya kurang karena pikirannya yang sedang berat...Tapi aku yakin, Tuhan besok Jessica mau bersama-sama denganku bercakap-cakap kepadaMu..Tuhan, Engkau juga tahu kesedihanku saat Jessica meolak kurangkul ketika ke taman hari ini..Tapi tidak apa-apa..Dia sedang datang bulan, mungkin karena itu perasaannya juga jadi lebih  sensitive..Mampukan aku untuk melihat suasana hati istriku, Tuhan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ketiga pernikahan mereka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kini mempunyai seorang putera bernama Mark..Jessica menjadi tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca bersama John sebelum tidur..Jessica semakin sering menolak ciuman John..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica memarahi John habis-habisan sore itu ketika John lupa mencuci tangan saat akan menggendong Mark ketika John pulang kerja..Jessica tahu betapa hal itu membuat John terpukul..Namun idealismenya terhadap mendidik Mark membuat Jessica mengabaikan perasaan John..Dan John tetap tersenyum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.."Tuhan, Engkau tahu betapa sedih hatiku saat ini..Semenjak kelahiran Mark, aku kehilangan begitu banyak waktu bersama Jessica..Aku merindukan saat-saat kami membaca bersama sebelum tidur dan menciuminya sebelum ia tertidur..Tapi tidak apa-apa..Dia begitu capek mengurusi Mark seharian saat aku bekerja di kantor..Hanya saja, biarkanlah dia tetap terus tertidur dalam pelukanku, Tuhan..Karena aku begitu mencintainya. Sore tadi Jessica memarahiku karena aku lupa mencuci tangan saat menggendong Mark, Tuhan..Aku begitu kangen pada anakku sehingga teledor melakukan sebagaimana yg diminta istriku..Engkau tahu betapa aku terluka akan kata-kata Jessica, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica mungkin&lt;br /&gt;hanya kuatir terhadap kesehatan anak kami Mark apabila aku langsung menggendongnya,kesehatan Mark lebih penting daripada harga diriku....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun keempat pernikahan mereka.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica tidak ingat memasak makanan kesukaan John di hari ulang tahunnya..Jessica terlalu sibuk belanja sehingga lupa bahwa John selalu minta dibuatkan Blackforest dengan taburan coklat dan ceri diatasnya setiap ulang tahunnya tiba..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica juga lupa menyetrika kemeja John yang menyebabkan John terlambat ke kantor pagi itu karena John terpaksa menyetrika sendiri kemejanya..Jessica tau kesalahannya, namun tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu hal yang penting..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.."Tuhan, Untuk kali pertama Jessica lupa membuatkan Blackforest kesukaanku di hari ulang tahunku ini..Padahal aku sangat menyukai kue buatannya itu...Menikmati kue Blackforest buatannya membuatku bersyukur mempunyai istri yang pandai memasak sepertinya, dan merasakan cintanya padaku..Namun tahun ini aku tidak mendapatinya. Tapi tidak apa-apa..mungkin lebih banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting daripada sekedar Blackforest itu..Paling tidak, aku masih mendapatkan senyuman dan ciuman darinya hari ini..Ampuni aku, Tuhan apabila tadi pagi aku lupa tersenyum kepada Jessica..Aku terlalu sibuk menyetrika bajuku dan memikirkan pekerjaanku di kantor..Jessica sepertinya lupa untuk melakukan&lt;br /&gt;hal itu, meski aku sudah meminta tolong padanya tadi malam..Jangan biarkan aku melampiaskan emosiku karena dampratan atasanku akibat keterlambatanku hari ini kepada Jessica, Tuhan..Jessica mungkin keliru menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini..Lagipula, sepatuku begitu mengkilap..Aku yakin Jessica sudah berusaha keras agar aku kelihatan menarik saat presentasiku tadi..Terima kasih untuk kebaikan istriku, Tuhan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun kelima pernikahan mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica menampar dan menyalahkan John karena Mark sakit sepulang mereka berenang..John terlalu asyik bermain-main dengan Mark sehingga tidak menyadari betapa Mark sangat sensitive terhadap dinginnya air kolam renang, yang mengakibatkan Mark terpaksa dirawat dirumah sakit....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica mengancam akan meninggalkan John apabila terjadi apa-apa dengan Mark..Jessica melihat genangan air mata di mata John, namun kekerasan hatinya lebih menguasainya ketimbang perasaan John...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Malaikat tahu betapa saat itu John lantas menuju ke Kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis.." Tuhan..Tadi Jessica menamparku karena kelalaianku menjaga Mark sehingga dia sakit..Belum pernah Jessica bersikap dan berkata sekasar itu padaku, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica benar-benar kuatir terhadap anak kami sehingga ia bersikap demikian..Tapi Tuhan, aku begitu terluka saat ia mengatakan akan meninggalkanku. Engkau tahu betapa ia adalah belahan jiwaku..Jangan biarkan hal itu terjadi, Tuhan..Mungkin dia begitu dikuasai kekuatiran sehingga melampiaskannya padaku..Tidak apa-apa, Tuhan..Tidak apa-apa..Asal dia mendapat ketenangan, aku akan merasa bersyukur sekali..Dan sembuhkanlah&lt;br /&gt;putera kami, Mark agar dia boleh kembali dapat ceria dan bermain-main bersama kami lagi, Tuhan.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun keenam pernikahan mereka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica semakin menjaga jarak dengan John setelah kehadiran Rebecca, puteri mereka..Jessica tidak pernah lagi menemani John makan malam karena menjaga puteri mereka yang baru berusia 5 bulan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica juga menjual kalung berlian pemberian John dan menggantinya dengan perhiasan lain yang lebih baru..Ketika John mengetahui hal itu, Jessica tau John menahan amarahnya, namun Jessica berdalih, "John, itu hanya kalung berlian biasa..Lagipula, aku bukan menjualnya, melainkan menukarnya dengan perhiasan yang lebih baru.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.."Tuhan, Aku begitu kesepian melewatkan makan malam sendirian tanpa Jessica bersamaku... Aku begitu ingin terus bercerita dan tertawa bersamanya di meja makan..Engkau tau, itulah penghiburanku untuk melepas kepenatanku setelah seharian bekerja di kantor..Tapi tidak apa-apa..Rebecca lebih membutuhkan perhatiannya daripadaku.. Lagipula, Mark kadang-kadang mau menemaniku.. Hanya saja, jangan biarkan aku memendam sakit hati kepada Jessica karena menjual kalung pemberianku. .Engkau tau begitu lama aku menabung dan bekerja ekstra demi menghadiahinya kalung itu, hanya untuk membuktikan terima kasihku padanya atas kesetiaan dan pengabdiannya sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku. .Ampuni aku apabila tadi aku sempat berpikir untuk marah padanya.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ketujuh pernikahan mereka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica sama sekali tidak mengindahkan kebiasaannya membelai kepala John dan mencium kening suaminya sebelum John berangkat kantor..Padahal Jessica tau, selama ini apabila dia lupa melakukannya, John selalu kembali kerumah siang hari demi mendapatkan belaian dan ciuman Jessica untuknya..Karena John tidak akan pernah tenang bekerja apabila hal itu belum dilakukan Jessica padanya..Jessica tidak mengucapkan I LOVE YOU untuk kali pertama&lt;br /&gt;dalam 7 tahun pernikahan mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di tahun ketujuh itu pula, John mengalami kecelakaan saat akan berangkat ke kantor..Ia mengalami pendarahan yang hebat, yang membuatnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica begitu terguncang dan terpukul..Ia begitu takut kehilangan John, suami yang dicintainya. Yang selalu ada kapan saja dia butuhkan..Yang selalu dengan tersenyum menampung semua emosi dan kemarahannya. .Yang tak pernah berhenti mengatakan betapa John mencintainya. Tak sedikitpun Jessica beranjak dari sisi tempat tidur John..Tangannya menggenggam erat jemari suaminya yang terbaring lemah tak sadarkan diri..Bibirnya terus mengucapkan&lt;br /&gt;I LOVE YOU, karena ia ingat kalau ia belum mengatakan kalimat itu hari ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu sedih dan lelah menunggui John, Jessica tertidur..Dalam tidurnya, malaikat yang selama ini mendengar doa-doa John pada Tuhan membawa Jessica melihat setiap malam yg John lewatkan untuk mendoakan Jessica..Ia menangis sedih melihat ketulusan dan rasa cinta yg besar dari John padanya..Tak sedikitpun John menyalahkannya atas semua sikapnya yang&lt;br /&gt;tidak mempedulikan perasaan dan harga diri John selama ini..Alih-alih demikian, John malahan menyalahkan dirinya sendiri..Jessica menangis menahan perasaannya. .Dan untuk kali pertama dalam hidupnya, Jessica berdoa, "Tuhan, ampuni aku yang selama ini menyia-nyiakan rasa cinta suamiku terhadapku.. Ampuni aku yang tidak memahami perasaan dan harga dirinya selama ini..Beri aku kesempatan untuk menunjukkan cintaku pada suamiku,Tuhan..Beri aku kesempatan untuk meminta maaf dan melayaninya sebagai suami yang kucintai.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika Jessica terbangun, Ia melihat pancaran kasih suaminya menatapnya..."Kamu keliatan begitu lelah, sayang..Maafkan aku yang tidak berhati-hati menyetir sehingga keadaannya mesti jadi begini dan membuatmu kuatir..Aku tidak konsentrasi saat menyetir karena memikirkan bahwa kau lupa mengatakan I LOVE YOU padaku.."..Belum selesai John berbicara, Jessica lantas menangis keras dan menghambur ke pelukan suaminya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maafkan aku, John..Maafkan aku..I LOVE YOU..I really Love you..Kaulah matahariku, John...Aku tidak bisa bertahan tanpamu..Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi mengatakan betapa aku mencintaimu. .Aku berjanji tidak akan pernah mengabaikan perasaan dan harga dirimu lagi..I LOVE YOU, John..I LOVE YOU...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==================================&lt;br /&gt;Berapa banyak diantara kita yg menjadi seperti Jessica? Yang mengabaikan perasaan kekasih hati kita demi kepentingan diri kita sendiri?&lt;br /&gt;Jangan sampai terjadi sesuatu yang berat untuk kita lalui demi menyadari betapa berharganya orang-orang yang mengasihi kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, cinta yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa seperti John, yang mengabaikan kepentingan dirinya dan perasaannya demi menjaga dan menunjukkan cintanya kepada pasangannya,yang menjadikan pasangan hidup kita sebagai subjek untuk dikasihi dan dilayani, bukan sebaliknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga memberi makna untuk kita semua..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-1598807077808345900?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/1598807077808345900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=1598807077808345900&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1598807077808345900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1598807077808345900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/08/tunjukkan-cintamu-kepadanya.html' title='Tunjukkan Cintamu Kepadanya'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/So9pvEnShcI/AAAAAAAAARM/hD6hgsVjTfs/s72-c/8229%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-5692813218536484729</id><published>2009-08-04T00:19:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T00:24:42.060-07:00</updated><title type='text'>Andai aku mempunyai email..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/Snfhz7VifgI/AAAAAAAAARE/S0bazw8Zqs0/s1600-h/dadu3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/Snfhz7VifgI/AAAAAAAAARE/S0bazw8Zqs0/s200/dadu3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366005763252846082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengangguran melamar pekerjaan sebagai “office boy” di Istana Negara, Jakarta. Petugas negara mewawancara dia dan melihat dia membersihkan lantai sebagai tesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu diterima,” katanya, “berikan alamat e-mail kamu dan saya akan mengirim formulir untuk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai bekerja. “Laki – laki itu menjawab, “Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf,” kata petugas negara itu. “Kalau kamu tidak punya e-mail, berarti kamu tidak hidup dan siapa yang tidak hidup, tidak bisa diterima bekerja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki – laki itu pergi dengan harapan kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya dengan Rp. 100.000,- di dalam kantongnya. Kemudian ia memutuskan untuk pergi ke Pasar Minggu dan membeli 10 kg peti tomat. Ia menjual tomat itu dari rumah ke rumah. Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya. Dia melakukan kerjanya tiga kali, dan pulang dengan membawa Rp. 300.000,-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara ini. Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang larut. Uangnya menjadi banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari. Dia pun membeli gerobak, lalu truk, kemudian akhirnya ia memiliki armada kendaraan pengirimannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun kemudian, laki – laki itu sudah menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar di Indonesia. Ia mulai merencanakan masa depan keluarga, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menghubungi broker asuransi, dan memilih protection plan. Sang broker pun menanyakan alamat e-mailnya. Laki – laki itu menjawab, “Saya tidak punya e-mail.” Sang broker bertanya dengan penasaran, “Anda tidak memiliki e-mail, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau Anda punya e-mail?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki – laki itu berpikir sejenak lalu menjawab, “Ya, saya mungkin sudah jadi office boy di Istana Negara!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kegagalan belum tentu mengakhiri segalanya karena kita terkadang tidak menyadari bahwa Tuhan selalu mempunyai rencana yang paling indah buat umat-Nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-5692813218536484729?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/5692813218536484729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=5692813218536484729&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5692813218536484729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5692813218536484729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/08/andai-aku-mempunyai-email.html' title='Andai aku mempunyai email..'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/Snfhz7VifgI/AAAAAAAAARE/S0bazw8Zqs0/s72-c/dadu3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-3081070253219390725</id><published>2009-07-30T22:10:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T22:14:44.032-07:00</updated><title type='text'>Jenderal Kecil Merasa jadi Raja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SnJ9tUqa6HI/AAAAAAAAAQ8/hT3nVy_HMpo/s1600-h/catsbckgrnd.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SnJ9tUqa6HI/AAAAAAAAAQ8/hT3nVy_HMpo/s200/catsbckgrnd.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364488323745900658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alkisah di negeri Tiongkok kuno, terdapat sebuah kerajaan yang begitu megah, yang dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana. Rakyat-rakyat begitu makmur, dan pajak negara yang bebankan ke mereka pun telah dihapuskan oleh raja, sehingga rakyat sangat memuja raja mereka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam kerajaan, terdapat jenderal-jenderal perang pilihan yang begitu gagahnya. Mereka tampak begitu bersahaja dan melindungi bawahannya. Namun dari sekian banyak jenderal perang tersebut, terdapat seorang jenderal perang yang sangat sombong dan congkak. Dia sebenarnya adalah seorang prajurit yang baru saja diangkat menjadi jenderal karena suatu jasa kepada raja. Namun hal itu malah membuatnya menjadi lupa diri dan sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia selalu mengeluarkan perintah-perintah yang aneh, dan meminta prajurit-prajuritnya untuk menghormatinya layaknya seorang raja. Setiap bertemu dengan nya, prajurit-prajurit akan menyembahnya dan mengucapkan salam "Wan Xui...Wan Xui...Wan Wan Xui...." (" Panjang Umur..Panjang Umur...Panjang Umur Selama-lamanya"), yang sebenarnya salam itu hanya harus diperuntukkan kepada raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku Adalah pimpinan kalian, dan kalian harus mengikuti perintah ku, atau kalian akan mati. Tidak ada ampun buat pembangkang" Sahut Jenderal tersebut kepada prajurit-prajurit mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit-prajurit bawahannya pun merasakan tekanan moral yang sangat besar, dan mereka pun dengan terpaksa mengikuti kemauan si Jenderal. Hal itu membuat jenderal-jenderal senior pun prihatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari seorang jenderal yang paling senior dikerajaan tersebut, bermaksud memberikan petuah kepada jenderal kecil tersebut. Dia pun mengajak jenderal kecil itu untuk pergi ke suatu padang rumput. Dengan perasaan terpaksa, jenderal kecil pun mengikuti jenderal senior tersebut, dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa engkau mengajak ku kemari, wahai jenderal" sahut jenderal kecil dengan ketus&lt;br /&gt;"Wahai jenderal , saya melihat engkau begitu pesat dalam berkarir dan memiliki wawasan yang sangat luas, aku pun bermaksud ingin mengajak mu untuk berdiskusi sejenak" jawab jenderal senior itu dengan ramah.&lt;br /&gt;"Apa yang hendak engkau diskusi kan, kata kan lah" Kata jenderal kecil tersebut&lt;br /&gt;"Coba kau lihat kadal yang ada di sana, apakah menurutmu kadal dapat terbang seperti burung diatas?" tanya jenderal senior tersebut&lt;br /&gt;"hahahha....pertanyaan bodoh, tentu saja tidak, kadal hewan darat, tentu saja tidak dapat terbang seperti hewan di udara, itu pertanyaan gampang kenapa engkau bertanya seperti itu" Tanya jenderal kecil itu sombong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut mu apa yang akan terjadi apabila kadal tersebut ingin juga terbang wahai jenderal" tanya jenderal senior itu kembali&lt;br /&gt;"Tentu saja dia akan mati karena akan jatuh ke tanah...., bukan begitu jenderal" sahut jenderal kecil&lt;br /&gt;"Iya...begitu juga lah kita. Sebagai manusia kita pun harus tahu posisi kita, dan apabila kita memaksakan untuk menjadi posisi yang bukan milik kita, kita pun akan "mati" seperti halnya kadal itu bukan" kata jenderal senior itu sambil tersenyum ramah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti disambar petir, sang jenderal kecil pun merasa kesalahannya. Bahwa dia adalah seorang jenderal dan tidak dapat menganggap dirinya sebagai raja, karena apabila hal itu ketahuan raja, tentu saja kematian sudah di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali kita melihat didunia ini, seorang karyawan yang merasa seperti atasan bagi karyawan lainnya, bertindak seenaknya, tanpa menyadari posisi ataupun jabatan mereka. Adalah sangat bijaksana apabila kita mengetahui dan bertanggung jawab atas posisi maupun jabatan kita, dan jangan melebihi wewenang yang bukan menjadi milik kita, karena tentu saja, kita akan "mati" dalam pergaulan kita.&lt;br /&gt;Janganlah merasa sebagai raja, apabila kita hanyalah seorang jenderal ataupun prajurit.&lt;br /&gt;Dengan bersungguh-sungguh dan bekerja keras dengan penuh tanggun jawab, niscaya posisi itu akan datang sendirinya, tanpa harus kita bertindak layaknya seorang jenderal kecil yang merasa dirinya seorang raja gadungan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-3081070253219390725?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/3081070253219390725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=3081070253219390725&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/3081070253219390725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/3081070253219390725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/07/jenderal-kecil-merasa-jadi-raja.html' title='Jenderal Kecil Merasa jadi Raja'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SnJ9tUqa6HI/AAAAAAAAAQ8/hT3nVy_HMpo/s72-c/catsbckgrnd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-6706506762375111251</id><published>2009-07-29T20:51:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T20:55:14.901-07:00</updated><title type='text'>Bunga Kecil Diladang...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SnEZmA4KBsI/AAAAAAAAAQ0/q9jCrQSpLe0/s1600-h/tulips_f%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 101px; height: 80px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SnEZmA4KBsI/AAAAAAAAAQ0/q9jCrQSpLe0/s200/tulips_f%5B1%5D.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364096772036232898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di pinggiran hutan tampak sekelompok bunga bermekaran indah sekali, mereka dengan riang memanggil para lebah dan kupu-kupu. “Hai lebah! disini ada bunga yang harum dan penuh madu!”, sahut salah satu bunga. Bunga yang lainnya juga tidak mau kalah, “Hai kupu kupu, cepatlah kemari! bungaku penuh madu yang manis dan lezat”. Bunga pertama tetap tidak mau mengalah, “Itu adalah Lebah bukan kupu kupu!”, dibalas temannya, “Bukan , itu adalah kupu kupu!”. Lebah ! Kupu kupu ! Lebah ! Kupu kupu !, kedua bunga itu berdebat. Bunga bunga yang lain tertawa melihat mereka. Ha ha ha ha ha. Suasananya sangat ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam, dibawah sebuah pohon besar, nampak sekuntum bunga kecil menatap dengan iri. Bunga-bunga lainnya mencoba mengajaknya, “Bunga kecil maukah ikut bermain dengan kami?”. Si bunga kecil dengan ketus menjawab, “Saya tidak mau ikut!”. Bunga-bunga lainnya heran,“Mengapa?”. Bunga kecil berkata, “Matahari bersinar terik, saya takut sinarnya akan membakar tubuhku”. “Janganlah takut, lama kelamaan akan terbiasa, matahari akan membuat kita tumbuh kuat dan semakin besar”, rayu bunga-bunga lainnya. Tetapi si bunga kecil tetap bersikeras, “Untuk apa saya menjadi kuat dan besar, bukankah sudah ada pohon besar yang selalu melindungi-ku?!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berselang lama, ternyata hujan. Rintik-rintik air hujan membasahi para bunga. “Wah, turun hujan, turun hujan!”,terdengar teriakan bunga-bunga. “Waktu mandi telah tiba lagi!”, sahut bunga A. Mereka dengan riang bersenandung, “La la hu, la la hu, assyiikk sungguh enak dan nyaman!”. Bunga kecil melihat mereka sambil bergerutu, “Kalian semuanya basah kuyup, apanya yang asyik!”. Beberapa saat, sang pelangi pun muncul. “Hai kakak Pelangi apa kabar? ” sapa para bunga. “Kakak pelangi cantik sekali, berwarna warni!” puji bunga A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di mana? Di mana kakak Pelangi?” si bunga kecil karena tertutup oleh pohon besar sehingga tidak bisa melihat pelangi, “ Ah sudahlah, kakak Pelangi pasti tidak akan bisa lebih cantik dariku”. Tiba-tiba bunga B berteriak, “Ssstttt, pelankan sedikit suaramu, ada manusia datang!” Dari kejauhan terlihat dua sosok manusia mendekati mereka, salah seorang membawa kapak besar sambil menunjuk, “Itu pohonnya, apa yang saya katakan tidak salah bukan?”. Temannya melihat, “Iya, betul! Itu pohon yang sangat besar, ayo kita tebang pohon itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar suara hiruk piruk, “Celaka , celaka mereka mau menebang pohon besar ini!’’ Sang bunga kecil berteriak, “Hentikan , hentikan, pohon ini punyaku!” Melihat manusia terus menerus mengayunkan kapak ke tubuh pohon besar, bunga kecil sambil menangis sambil terus berteriak dan gemetar. Bunga A berkata, “Adik bunga, manusia tidak mengerti bahasa kita”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pohon besar telah ditebang, dibawah rintik-rintik hujan, sang bunga kecil terkurai lemas. Para bunga merasa iba, “Adik bunga, ayo bangkitlah! jangan engkau merasa tak berdaya”. Bunga kecil hanya bisa merintih, “Tidak bisa, saya sudah tidak berdaya, saya hanya menunggu ajal”. Bunga A berkata, “Jangan berkata demikian, kami semua akan menemanimu”. Langit bertambah gelap, “Lihatlah ada segerombolan awan hitam, kita semua bersiap-siap, hujan lebat akan segera turun!”, bbrrr, hujan lebat turun disertai petir, tapi para bunga telah siap menghadapinya. Bunga kecil dengan suara lemas berkata, “Saya sungguh kagum, hujan dan badai pun kalian tidak takut.”. Bunga A menjawab, “Ini hal biasa, tidak akan mempersulit kami”. Suara bunga kecil makin melemah, “Maaf, saya mungkin tidak bisa setegar kalian, saya harus berpamitan dulu”. Bunga kecillll!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika siuman, bunga kecil masih ditemani oleh teman-temannya. Bunga A berkata, “Bunga kecil, saya mendadak teringat pengalaman yang sama sepertimu” “Benarkah?”, suara bunga kecil masih terdengar lirih. “Iya, waktu itu tubuh kita semua kecil dan kurus, juga tidak tahu bagaimana bentuk hujan badai dan petir”. Bunga B melanjutkan, “Sehingga sewaktu hujan dan badai kami sangat menderita, tetapi kami selalu bersama dan saling memberi semangat”. Para bunga pun mengenang masa lalu, “Setiap kali badai berlalu, kami mengibaskan air hujan dan perlahan lahan meluruskan badan lalu menyapa paman matahari”. Dan Paman matahari berkata, “Bunga bunga yang tegar, kalian tampak semakin tinggi aja, ha ha ha ha…” “Segala rintangan malah membuat diri kami semakin tumbuh kuat dan sehat. Bunga kecil, kamu juga bisa seperti kami, bukankah pohon besar itu pun selalu menyemangatimu”, bunga A menyelesaikan ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga kecil terdiam, teringat akan ucapan sahabatnya si pohon besar, “Kamu harus berani dan tegar, jangan lupa bahwa pohon yang besar itupun berasal dari pohon kecil”. Pelan-pelan, bunga kecil berusaha bangun kembali,“Baiklah, saya sekarang akan bangkit dan menjadi tegar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi yang cerah, para lebah dan kupu-kupu sedang bekerja.&lt;br /&gt;Para bunga pun berteriak, “Hai lebah! Disini ada bunga yang harum dan penuh madu!”&lt;br /&gt;Bunga yang lainnya juga tidak mau kalah, “Hai kupu kupu, cepatlah kemari! Bungaku penuh madu yang manis dan lezat”. “Itu adalah lebah bukan kupu kupu!”, dibalas temannya,&lt;br /&gt;“Bukan, itu adalah kupu kupu!”&lt;br /&gt;Si Bunga kecil ikut berteriak. Bunga kecil telah tumbuh besar dan kuat. Lebah ! Kupu kupu ! Lebah ! Kupu kupu !, Ha ha ha… Mereka semua tertawa bersama dibawah sinar hangat paman matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala rintangan dan kesulitan yang kita hadapi, akan mengembleng kita semakin dewasa, kuat dan tabah. Yang penting jangan cepat menyerah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-6706506762375111251?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/6706506762375111251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=6706506762375111251&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/6706506762375111251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/6706506762375111251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/07/bunga-kecil-diladang.html' title='Bunga Kecil Diladang...'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SnEZmA4KBsI/AAAAAAAAAQ0/q9jCrQSpLe0/s72-c/tulips_f%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-6951294444854597295</id><published>2009-07-28T02:25:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T02:29:38.568-07:00</updated><title type='text'>MENJUAL KEPERAWANAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/Sm7E-xjbyuI/AAAAAAAAAQk/OvPFL3wUYm4/s1600-h/aish%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 101px; height: 80px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/Sm7E-xjbyuI/AAAAAAAAAQk/OvPFL3wUYm4/s200/aish%5B1%5D.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363440788977732322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima .&lt;br /&gt;Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong.&lt;br /&gt;Tak ada yang dipesan.&lt;br /&gt;Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.&lt;br /&gt;Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak! '' Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas untuk apa anda duduk disini?&lt;br /&gt;'' Apakah tidak boleh? '' Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Maksud, bapak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk disini untuk sesuatu yang akan saya jual '' Kata wanita itu dengan suara lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Jual? Apakah anda menjual sesuatu disini? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ''&lt;br /&gt;'' Saya ingin menjual diri saya, '' Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam dalam kearah petugas satpam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;'' Mari ikut saya, '' Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum diwajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di koridor hotel itu terdapat korsi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Apakah anda serius? ''&lt;br /&gt;'' Saya serius '' Jawab wanita itu tegas.&lt;br /&gt;'' Berapa tarif yang anda minta? ''&lt;br /&gt;'' Setinggi tingginya..' '&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Mengapa? Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya masih perawan ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Perawan? '' Sekarang petugas satpam itu benar benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini.. Pikirnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Bagaimana saya tahu anda masih perawan?''&lt;br /&gt;'' Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan. Ya kan...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Kalau tidak terbukti?&lt;br /&gt;'' Tidak usah bayar ...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Baiklah ...'' Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. ''&lt;br /&gt;'' Cobalah. ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Berapa tarif yang diminta? ''&lt;br /&gt;'' Setinggi tingginya. ''&lt;br /&gt;'' Berapa? ''&lt;br /&gt;'' Setinggi tingginya. Saya tidak tahu berapa? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana? ''&lt;br /&gt;'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''&lt;br /&gt;'' Ini termasuk yang tertinggi, '' Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.&lt;br /&gt;'' Saya ingin yang lebih tinggi...''&lt;br /&gt;'' Baiklah. Tunggu disini ...'' Petugas satpam itu berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama sama butuh ... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya ingin tawaran tertinggi ... '' Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.&lt;br /&gt;Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya.&lt;br /&gt;Tapi sebaiknya anda ikut saya.&lt;br /&gt;Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit.&lt;br /&gt;Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. '' Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? " Kata petugas satpam itu dengan sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama kesekujur tubuh wanita itu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Berapa? '' Tanya pria itu kepada Wanita itu.&lt;br /&gt;'' Setinggi tingginya '' Jawab wanita itu dengan tegas.&lt;br /&gt;'' Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? '' Kata pria itu kepada sang petugas satpam.&lt;br /&gt;'' Rp. 6 juta, tuan ''&lt;br /&gt;'' Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Bagaimana? '' tanya pria itu.&lt;br /&gt;''Saya ingin lebih tinggi lagi ...'' Kata wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu tersenyum kecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Bawa pergi wanita ini. '' Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Tentu! ''&lt;br /&gt;'' Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ... ''&lt;br /&gt;'' Saya minta yang lebih tinggi lagi ...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang.&lt;br /&gt;Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Kalau begitu, kamu tunggu ditempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Ripiah.&lt;br /&gt;Apakah itu tidak cukup? Terdengar suara pria itu berbicara.&lt;br /&gt;Wajah pria itu nampak masam seketika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu.&lt;br /&gt;Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita.&lt;br /&gt;Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan diwajah pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: '' Pak, apakah anda butuh wanita ... ??? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Ada wanita yang duduk disana, '' Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini. '' Dia masih perawan..''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu mendekati petugas satpam itu.&lt;br /&gt;Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. '' Benarkah itu? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Benar, pak. ''&lt;br /&gt;'' Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ... ''&lt;br /&gt;'' Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi tingginya.''&lt;br /&gt;'' Saya tidak peduli ... '' Pria itu menjawab dengan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu menyalami hangat wanita itu.&lt;br /&gt;'' Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ...'' Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Mari kita bicara dikamar saja.'' Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kamar ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Beritahu berapa harga yang kamu minta? ''&lt;br /&gt;'' Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ''&lt;br /&gt;'' Maksud kamu? ''&lt;br /&gt;'' Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterimakasih .... ''&lt;br /&gt;'' Hanya itu ...''&lt;br /&gt;'' Ya ...! ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani ditengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa dihadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Siapa nama kamu? ''&lt;br /&gt;'' Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ... '' Kata wanita itu&lt;br /&gt;'' Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ''&lt;br /&gt;''Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Ada ! Kata pria itu seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Sebutkan! ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu.&lt;br /&gt;Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu kerumah sakit.&lt;br /&gt;Dan sekarang pulanglah ... '' Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya tidak mengerti ...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya.&lt;br /&gt;Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterimakasih.&lt;br /&gt;Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terimakasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya.&lt;br /&gt;Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Dan, apakah bapak ikhlas...? ''&lt;br /&gt;'' Apakah uang itu kurang? ''&lt;br /&gt;'' Lebih dari cukup, pak ... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ''&lt;br /&gt;'' Silahkan ...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Mengapa kamu begitu beraninya ... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Siapa bilang saya berani.&lt;br /&gt;Saya takut pak ...&lt;br /&gt;Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya kerumah sakit dan semuanya gagal.&lt;br /&gt;Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu.&lt;br /&gt;Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` ...&lt;br /&gt;Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan ... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Keyakinan apa? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Allah lah yang akan menjaga kehormatan kita ... '' Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:&lt;br /&gt;'' Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Kesadaran... ''&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-6951294444854597295?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/6951294444854597295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=6951294444854597295&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/6951294444854597295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/6951294444854597295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/07/menjual-keperawanan.html' title='MENJUAL KEPERAWANAN'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/Sm7E-xjbyuI/AAAAAAAAAQk/OvPFL3wUYm4/s72-c/aish%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-3366109893922870953</id><published>2009-07-28T02:22:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T02:24:04.471-07:00</updated><title type='text'>Kue Lupis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/Sm7DrU3XFOI/AAAAAAAAAQc/l4U2M2WtwkQ/s1600-h/water-drop2%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 101px; height: 80px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/Sm7DrU3XFOI/AAAAAAAAAQc/l4U2M2WtwkQ/s200/water-drop2%5B1%5D.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363439355347539170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini di ruang makan kapal di sediakan kue Lupis sebagai salah satu menu&lt;br /&gt;sarapan pagi. Kue ini terbuat dari beras dimasak seperti lontong berbentuk&lt;br /&gt;segi tiga dan bertabur kelapa parut dan air gula merah. The taste is nice.&lt;br /&gt;I really enjoyed it. Lupis ini memang salah satu makanan kesukaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, setiap saya menemukan kue Lupis dimana saja, saya selalu&lt;br /&gt;teringat kesaksian seorang ibu penjual Lupis yang terjadi puluhan tahun yang&lt;br /&gt;lalu. Waktu itu saya masih remaja. Ibu yang telah lelah berkeliling itu&lt;br /&gt;beristirahat sejenak di rumah kami. Sebagai pedagang keliling dengan&lt;br /&gt;berjalan kaki, wajarlah bila dia lelah dan butuh istirahat barang sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak disangka bahwa dalam perbincangan dengan keluarga saya di teras rumah,&lt;br /&gt;ibu penjual Lupis keturunan India ini didalam istirahatnya, masih&lt;br /&gt;menyempatkan diri menyaksikan kepada keluarga kami akan pertolongan Tuhan&lt;br /&gt;yang dia alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu, seperti biasa, ibu ini melangkahkan kakinya dari rumah dengan&lt;br /&gt;menjunjung tampi Lupis diatas kepalanya. Langkah yang penuh harapan bahwa&lt;br /&gt;Lupis jualannya akan laku dan dia akan membawa pulang uang untuk kebutuhan&lt;br /&gt;anak-anaknya yang masih kecil-kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi hari itu merupakan kejadian yang aneh. Suatu kejadian yang tidak&lt;br /&gt;pernah terjadi sebelumnya. Sejak pagi dia berangkat dari rumah hingga&lt;br /&gt;menjelang siang, tidak satu orang pun yang membeli kue Lupisnya. Menyadari&lt;br /&gt;keadaan itu, si ibu inipun mulai kuatir. Dia kuatir tidak dapat membawa uang&lt;br /&gt;pulang ke rumah untuk membeli beras dan sedikit lauk untuk keperluan&lt;br /&gt;keluarga besok hari. Sedangkan suaminya yang biasanya kerja mocok-mocok&lt;br /&gt;dengan penghasilan yang tidak dapat diharapkan, sedang tidak bekerja sejak&lt;br /&gt;beberapa minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang pun berlalu, ibu ini terus berkeliling sambil meneriakkan nama&lt;br /&gt;dagangannya yaitu Lupis. Sedang peluh sudah membasahi tubuhnya yang kurus&lt;br /&gt;yang diselimuti baju yang warnanya mulai pudar. Semakin sore, semakin sering&lt;br /&gt;pula dia meneriakkan Lupisnya. Mungkin karena perasaan kesal bercampur&lt;br /&gt;dengan kwatir yang semakin menjadi-jadi. Tapi sungguh aneh, sampai jam 5&lt;br /&gt;sore, semua usahanya sepertinya sia-sia. Tidak satu orang pun yang membeli&lt;br /&gt;lupis dagangannya. Ini sungguh belum pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kelelahan dan putus asa, dia pun duduk di pinggir jalan sambil&lt;br /&gt;merenungkan nasibnya hari itu. Air matanya mulai menetes. Ibu ini menangis&lt;br /&gt;bukan karena menyesali segala usaha dan jerih payahnya yang seakan sia-sia,&lt;br /&gt;karena ia sadar bahwa itu adalah tanggung jawab yang harus dilakukannya.&lt;br /&gt;Tetapi ia menangis karena memikirkan apa yang akan dimakan oleh anak-anaknya&lt;br /&gt;besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah isak-tangis dan kegalauannya, tiba-tiba ia teringat kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Diatas rerumputan di pinggir jalan itu ia duduk dan berdoa di dalam hati ;"&lt;br /&gt;Tuhan, hari ini aku tidak mendapat apa-apa. Aku sudah berusaha, tapi tidak&lt;br /&gt;seorangpun membeli daganganku. Aku tidak menyesal atas jerih payahku yang&lt;br /&gt;sia-sia. Tetapi Engkau tahu Tuhan, anak-anak yang Engkau berikan kepadaku&lt;br /&gt;butuh makan besok hari. Terserah Engkaulah Tuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berdoa, ia pun beranjak dari tempat duduknya dan bermaksud untuk&lt;br /&gt;membuang ke Tong Sampah semua kue Lupisnya. Tapi kemudian tiba-tiba ia&lt;br /&gt;berpikir untuk membuang dagangannya itu ke sebuah sangai kecil yang terdapat&lt;br /&gt;di pinggiran komplek perumahan kami. Dia pun berjalan menuju kesana sambil&lt;br /&gt;tetap menjunjung tampi dagangannya, tapi tidak lagi meneriakkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menuju ke sungai itulah, tiba-tiba seorang anak kecil memanggilnya. Ia&lt;br /&gt;pun menoleh dan mendatangi anak kecil yang berdiri di teras rumahnya itu.&lt;br /&gt;"Beli Lupis, bu" kata anak itu. Dia sempat tertegun, tapi ia terus mendekati&lt;br /&gt;anak kecil itu. Rupanya di teras itu ada beberapa orang dewasa dan&lt;br /&gt;anak-anak sedang berkumpul dan bercanda ria. Dan sesampai di teras itu,&lt;br /&gt;bukan anak kecil ini yang membeli kue Lupisnya, tapi seorang ibu, yang&lt;br /&gt;mungkin ibu anak itu malah memborong semua kue Lupisnya. Sungguh kejadian&lt;br /&gt;yang luar biasa. Tuhan menjawab doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kuatnya kesaksian ibu ini tertanam dalam ingatan saya, sehingga pagi&lt;br /&gt;inipun saya menceritakan kesaksian ibu ini kepada teman yang satu meja&lt;br /&gt;dengan saya di ruang makan, sambil saya memakan kue Lupis kesukaan saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-3366109893922870953?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/3366109893922870953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=3366109893922870953&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/3366109893922870953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/3366109893922870953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/07/kue-lupis.html' title='Kue Lupis'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/Sm7DrU3XFOI/AAAAAAAAAQc/l4U2M2WtwkQ/s72-c/water-drop2%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-2421587613145681622</id><published>2009-04-03T21:34:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T21:37:01.137-07:00</updated><title type='text'>'Hukum Truk Sampah'</title><content type='html'>Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada&lt;br /&gt;jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar&lt;br /&gt;dari tempat parkir tepat di depan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan&lt;br /&gt;berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya &amp;amp; mulai menjerit ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum &amp;amp; melambai pada orang orang tersebut.&lt;br /&gt;Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!"&lt;br /&gt;Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian&lt;br /&gt;sebut "Hukum Truk Sampah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan.&lt;br /&gt;Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, &amp;amp; seringkali mereka membuangnya kepada anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, doa'kan mereka,lalu lanjutkan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "Truk Sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan,&lt;br /&gt;maka: Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.&lt;br /&gt;Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya.&lt;br /&gt;Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana&lt;br /&gt;belajar menari dalam hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dari milis sahabat)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-2421587613145681622?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/2421587613145681622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=2421587613145681622&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2421587613145681622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2421587613145681622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/04/hukum-truk-sampah.html' title='&apos;Hukum Truk Sampah&apos;'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-185489468732074276</id><published>2009-04-03T21:31:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T21:34:26.052-07:00</updated><title type='text'>Dua sisi dalam satu arti kata</title><content type='html'>Seorang anak laki-laki tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan:&lt;br /&gt; 'Saya buta, tolong saya.'&lt;br /&gt;Hanya ada beberapa keping uang di dalam topi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Ia mengambil beberapa keping uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Lalu ia mengambil papan, membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini menaruh papan itu kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang ia baru tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang memberi uang ke anak tuna netra ini.&lt;br /&gt;Sore itu pria yang telah mengubah kata-kata di papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi.&lt;br /&gt;Anak ini mengenali langkah kakinya dan bertanya, 'Apakah bapak yang telah mengubah tulisan di papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu berkata, 'Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya menyampaikan apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda.&lt;br /&gt;' Apa yang ia telah tulis adalah: 'Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta.&lt;br /&gt;Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta.&lt;br /&gt;Sedangkan, tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangatlah beruntung bahwa mereka dapat melihat.&lt;br /&gt;Apakah kita perlu terkejut melihat tulisan yang kedua lebih efektif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral dari cerita ini: Bersyukurlah untuk segala yang kau miliki. Jadilah kreatif. Jadilah innovatif. Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda dan positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaklah orang-orang lain menuju hal-hal yang baik dengan hikmat. Jalani hidup ini tanpa dalih dan mengasihi tanpa rasa sesal. Ketika hidup memberi engkau 100 alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa engkau memiliki 1000 alasan untuk tersenyum. &lt;br /&gt;Hadapi masa lalumu tanpa sesal.&lt;br /&gt;Tangani saat sekarang dengan percaya diri.&lt;br /&gt;Bersiaplah untuk masa depan tanpa rasa takut.&lt;br /&gt;Peganglah iman dan tanggalkan ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak berkata, 'Hidup harus menjadi sebuah proses perbaikan yang terus berlanjut, membuang kejahatan dan mengembangkan kebaikan... Jika engkau ingin menjalani hidup tanpa rasa takut, engkau harus memiliki hati nurani yang baik sebagai tiketnya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang terindah adalah melihat seseorang tersenyum..&lt;br /&gt;Tapi yang terlebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di&lt;br /&gt;belakangnya! !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dari milis teman)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-185489468732074276?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/185489468732074276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=185489468732074276&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/185489468732074276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/185489468732074276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/04/dua-sisi-dalam-satu-arti-kata.html' title='Dua sisi dalam satu arti kata'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-2085616358954273843</id><published>2009-02-18T21:59:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T22:00:16.458-08:00</updated><title type='text'>Kesetiaan Seekor Anjing</title><content type='html'>Di Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor anjing. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali.. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko. Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan," saya akan menunggu tuan kembali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!" teriak pegawai kereta setengah berkelakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,"guukh!" Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia. Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemudian, dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemudian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemudian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiku pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ttg kisah hachiko dibuat d jepang tahun 1987 dgn judul "Hachiko Monagatari". Film ini banyak memperoleh penghargaan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-2085616358954273843?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/2085616358954273843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=2085616358954273843&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2085616358954273843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2085616358954273843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/02/kesetiaan-seekor-anjing.html' title='Kesetiaan Seekor Anjing'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-5808585165764707167</id><published>2009-02-12T00:03:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T00:11:10.619-08:00</updated><title type='text'>Cinta tidak selalu harus berwujud "bunga"</title><content type='html'>Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya,ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.&lt;br /&gt;"Mengapa?", tanya suami saya dengan terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.&lt;br /&gt;Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya suami saya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,"Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya :"Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yg ada di tebing gunung. Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?"&lt;br /&gt;Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."&lt;br /&gt;Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ......&lt;br /&gt;"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya.&lt;br /&gt;Saya melanjutkan untuk membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya.&lt;br /&gt;Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita&lt;br /&gt;bayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-5808585165764707167?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/5808585165764707167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=5808585165764707167&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5808585165764707167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5808585165764707167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/02/cinta-tidak-selalu-harus-berwujud-bunga.html' title='Cinta tidak selalu harus berwujud &quot;bunga&quot;'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-6770106664863577822</id><published>2009-02-09T03:04:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T02:32:17.273-08:00</updated><title type='text'>Pengabdian Ing Han sang Guru Buta</title><content type='html'>Sore itu, Ing Han (62) menjelaskan cara menggambar prisma segi lima kepada Maya, murid les privatnya yang duduk di kelas I SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita mulai dengan prinsip menggambar sudut kelipatan 18 derajat tanpa memakai busur derajat,"ujar Ing Han sambil menggambar segitiga di papan tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Ing Han menggores garis tanpa sekalipun mengangkat spidol. Ia menempelkan empat potongan magnet di papan tulis sebagai patokan. Tangan kanan memegang spidol, tangan kirinya menyentuh empat magnet itu untuk memastikan posisi. Hanya sesekali ia bertanya kepada Maya, apakah tanda yang ia gambar sudah berada pada tempat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ing Han adalah guru les privat Matematika dan Fisika. Banyaknya siswa SMP dan SMA yang datang dari berbagai penjuru Jakarta ke rumah Ing Han di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, menunjukkan ia piawai di bidangnya. Tak hanya mampu menjelaskan ilmu ukur ruang, ia juga terbiasa mengerjakan soal atau menurunkan rumus di luar kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercakap-cakap dengan dia atau melihatnya beraksi mengajar anak-anak dari sekolah Pelita Harapan, Kanisius, St Ursula, BPK Penabur, atau Bina Bangsa, orang acap kali lupa ia seorang tunanetra. Selalu ada sesuatu yang ingin ia bagikan dengan orang lain. Ia bahkan menolak memakai kacamata untuk menutupi matanya yang kisut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya memang buta, lalu kenapa? Buat saya, ini sama dengan kalau orang lain yang kena sakit jantung atau ginjal, ya, saya kebagian buta," katanya bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kehilangan Orientasi waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Oktober 1987 Ing Han yang ketika itu bekerja pada perusahaan Frisian Flag hendak mengambil koran di depan rumah. Pria yang sebelumnya tak pernah berkacamata ini terkejut karena ia tak bisa membaca koran. Mata kirinya tidak bisa melihat sama sekali, sedangkan mata kanan kabur berat. Ia sempat dirawat sebulan lebih di RS Mata Aini, Jakarta, sebelum dokter di Singapura menjatuhkan vonis. Saraf mata Ing Han rusak total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini, dia tiba pada pertanyaan yang sering diteriakkan anak manusia kepada Tuhan dengan kepedihan dan ketidakmengertian.&lt;br /&gt;Dua tahun Ing Han hanya duduk di kursi tamu rumahnya, mencari jawaban pertanyaan: "Tuhan, mengapa? Kenapa saya? Hidup saya lurus, apa salah saya? Saya tidak main perempuan, tidak pemabuk, kerja pun lurus-lurus saja," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikit orang yang berkunjung dan memberinya nasihat. Kalimat seperti "Tuhan mencoba tak lebih dari kekuatan kita" berulang kali didengar Ing Han.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu seringnya kalimat itu ia dengar, sampai menjadi ungkapan kosong yang saat itu dia tanggapi dengan apatis. "Ngomong, sih, gampang. Coba mereka yang merasakan... ," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal paling menyedihkan bagi Ing Han sebagai tunanetra adalah kehilangan orientasi waktu. Semua hal yang saat dia bisa melihat terasa sederhana, seperti matahari terbit dan tenggelam, tiada lagi. Padahal, ia ingin tahu waktu supaya bisa mendengarkan siaran radio yang menjadi satu-satunya penghubung dengan dunia luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari ia dihadapkan pada pertanyaan: setelah sarapan, lalu apa? Ia tak bisa lagi bekerja di kantor, membaca buku, atau jalan-jalan. Setiap hari ia hanya duduk dan merasa marah, mengapa ia jadi tunanetra?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, realita tidak bisa menunggu. Benturan pada kenyataan membuat Ing Han harus bangkit. Gugatannya kepada Tuhan menjadi tak penting lagi. Ia harus menerima keadaan.&lt;br /&gt;"Saya harus terima. Itu saja. Percuma saya ngeributin Tuhan ada atau enggak. Terima saja. Yang jelas, besok saya dan istri harus makan," kata suami dari Sri Handayani Soeganda, seorang ibu rumah tangga  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, beberapa titik cerah mulai tampak. Tahun 1989, lewat rentetankebetulan, ia berhasil mendapatkan jam tangan khusus untuk tunanetra sehingga menyelesaikan masalahnya tentang orientasi waktu. Saat itulah ia menangis dan berdoa, ia percaya Tuhan itu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pantang menyerah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangatnya yang pantang menyerah membuat dia malah merasa bersyukur. Ing Han menyadari ia sebenarnya telah dipersiapkan menghadapi keadaannya kini.Dulu, ketika bersekolah di Salatiga, juara sekolah selalu di tangannya.&lt;br /&gt;Profesi sang ayah sebagai guru membuat ia terbiasa hidup berkekurangan.&lt;br /&gt;Kondisi ini membuat Ing Han harus menopang hidup dengan memberi les privat selama ia berkuliah di Institut Teknologi Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya teringat masa itu. Biarpun menjadi tunanetra, saya bisa memberikan les privat. Saya masih ingat semua rumus-rumus pelajaran (Matematika dan Fisika) itu," katanya.&lt;br /&gt;Ia mulai dari sekitar kompleks. Dengan sepeda, istrinya mengedarkan selebaran berisi jasa les privat di sekeliling kompleks perumahan mereka. Tiga murid pertama berhasil mereka dapatkan. Saat itu Ing Han belum berani mengakui kalau buta. Ia meminta murid membacakan soal, dengan alasan matanya rabun.&lt;br /&gt;Hingga kini cara itu tetap dipakai walau Ing Han tidak lagi menutupi keadaan sebenarnya. Sehari-hari, kalau menemui masalah, ia langsung membongkar buku-buku lama dari masa dia SMP dan SMA, lalu meminta istrinya membacakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu pengajaran, dibuat tabel seperti Bilangan Berpangkat, bagan seperti Proyeksi serta Jarak dan Gradien, yang digantung di ruang tamu rumahnya, tempat dia mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari teman-temannya yang guru, ia memiliki koleksi soal-soal ujian terbaru.&lt;br /&gt;Cerita Ing Han, dalam menangani murid yang penting adalah kesan pertama.&lt;br /&gt;Pada pertemuan awal ia langsung "menjatuhkan" mental murid agar mereka percaya kepadanya dan tak berpikir "orang buta itu tahu apa?" Ing Han menyemangati diri dengan semboyan dari Napoleon Bonaparte, "Tak ada kata tidak bisa dalam kamus hidup."&lt;br /&gt;Menjadi tunanetra tak berarti kecemerlangan pikiran terbengkalai. Kemampuan itu justru membuat dia dapat mandiri. Ia juga bisa membantu orang lain, seperti guru-guru yang meneleponnya saat mereka kesulitan memecahkan soal hingga anak loper koran yang ia beri les privat dengan tarif diskon. Untuk mereka yang mengalami masalah kebutaan, beberapa kali Ing Han ikut acara berbagi untuk memberi semangat, baik lewat radio maupun pertemuan, di&lt;br /&gt;Lembaga Daya Dharma yang berkantor di Gereja Katedral, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tunanetra, Ing Han tetap sibuk. Ia memberi les privat kepada 17 siswa.. Bahkan, hari Minggu ia bekerja mulai dari pukul 08.00 sampai 18.00.&lt;br /&gt;Dia pun kini tengah berusaha memecahkan problem matematika klasik, yakni membagi sudut apa pun menjadi tiga sama besar. Untuk itu, selain bertemu dengan seorang profesor di Tunghai Unversity, Taiwan, ia juga mengontak dua jurnal matematika internasional guna mengusulkan pemecahannya. ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pada tgl 6 February 2009 saya melihat kesaksiannya di acara Kick Andy di Metro TV)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-6770106664863577822?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/6770106664863577822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=6770106664863577822&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/6770106664863577822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/6770106664863577822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/02/pengabdia-ing-han-sang-guru-buta.html' title='Pengabdian Ing Han sang Guru Buta'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-3486273392579350323</id><published>2009-01-20T23:34:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T19:46:09.802-08:00</updated><title type='text'>Perempuan yang dicintai suamiku</title><content type='html'>Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun&lt;br /&gt;menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.&lt;br /&gt;Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit,makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.&lt;br /&gt;Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia&lt;br /&gt;pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.&lt;br /&gt;Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua,&lt;br /&gt;bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan&lt;br /&gt;obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.&lt;br /&gt;Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main&lt;br /&gt;dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus&lt;br /&gt;dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya.&lt;br /&gt;Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika diaberbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang&lt;br /&gt;ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka . Meisha yang bekerja di&lt;br /&gt;advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario , setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas.&lt;br /&gt;Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya.&lt;br /&gt;Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.&lt;br /&gt;Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknyadengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,&lt;br /&gt;" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh... dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario , tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya.&lt;br /&gt;Dan....aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu,tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku.Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit&lt;br /&gt;ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.&lt;br /&gt;Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta , aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian .&lt;br /&gt;Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun,rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat suratpapa buat tante Meisha ?"&lt;br /&gt;Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Meisha,&lt;br /&gt;Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkanpada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.&lt;br /&gt;Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya.&lt;br /&gt;Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnyakecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlahperempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.&lt;br /&gt;Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringinyang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.&lt;br /&gt;Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadimilik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan&lt;br /&gt;seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yanghanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti,&lt;br /&gt;you are the only one in myheart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yours,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.&lt;br /&gt;Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku.&lt;br /&gt;Dia mencintai perempuan lain.&lt;br /&gt;Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampirsetiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkandi lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.&lt;br /&gt;Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran,karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya&lt;br /&gt;menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.&lt;br /&gt;Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ?Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku.. Betapa malangnya nasibku.&lt;br /&gt;Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia.&lt;br /&gt;Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan&lt;br /&gt;itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;Setahun kemudian ...&lt;br /&gt;Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.&lt;br /&gt;" Mario, suamiku....&lt;br /&gt;Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketikaaku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku. .. Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku.....&lt;br /&gt;Ternyata aku keliru.... aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario .&lt;br /&gt;Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ?&lt;br /&gt;Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"&lt;br /&gt;Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.&lt;br /&gt;Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah&lt;br /&gt;bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu.Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrimu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rima"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di surat yang lain,&lt;br /&gt;".........Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha...... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disurat yang kesekian,&lt;br /&gt;".......Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.&lt;br /&gt;Aku telah berubah, Mario . Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini?&lt;br /&gt;Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah.. .....&lt;br /&gt;Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya.. ......"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya... dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disurat terakhir, pagi ini...&lt;br /&gt;"........... ...Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yangke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati,sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.&lt;br /&gt;Tahukah engkau suamiku,&lt;br /&gt;Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?........."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelita menatap Meisha, dan bercerita,&lt;br /&gt;" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar darimama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya.&lt;br /&gt;Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itulewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi...... aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante..... aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak.... .."&lt;br /&gt;Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak.Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya,tapi dia sangat dewasa.&lt;br /&gt;Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Meisha,&lt;br /&gt;Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar.... Inikah tanda2 aku mulai  mencintainya ?&lt;br /&gt;Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha.&lt;br /&gt;Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana.&lt;br /&gt;Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku....&lt;br /&gt;Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario . Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang,ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk sahabat terbaikku Rimaa..semoga arwahmu tenang disisi-Nya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://botefilia.com/index.php/archives/2009/01/17&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-3486273392579350323?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/3486273392579350323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=3486273392579350323&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/3486273392579350323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/3486273392579350323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/01/perempuan-yang-dicintai-suamiku-kisah.html' title='Perempuan yang dicintai suamiku'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-7963842045041986923</id><published>2009-01-12T19:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T19:13:06.822-08:00</updated><title type='text'>Kisah Hidup seorang Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Studio Animasi Pixar</title><content type='html'>Hari ini akan saya ceritakan tiga kisah dalam hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita pertama saya.&lt;br /&gt;Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena "kecelakaan" dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut m! alam dari seseorang: "kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat?&lt;br /&gt;Merekamenjawab: "Tentu saja." Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi.&lt;br /&gt;Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya– yang hanya pegawai rendahan– habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.&lt;br /&gt;Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga menumpang tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga.&lt;br /&gt;Saya beri Anda satu contoh:Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.&lt;br /&gt;Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.&lt;br /&gt;Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang.&lt;br /&gt;Jadi,&lt;br /&gt;Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau apapun istilah lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.&lt;br /&gt;Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami&lt;br /&gt;–Macintosh– satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan?&lt;br /&gt;Yah,itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.&lt;br /&gt;Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya –saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali– saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta.&lt;br /&gt;Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal.&lt;br /&gt;Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya.&lt;br /&gt;Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.&lt;br /&gt;Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa.&lt;br /&gt;Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya.&lt;br /&gt;Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari.&lt;br /&gt;Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama- semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Ketiga Saya: Kematian&lt;br /&gt;Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih&lt;br /&gt;berbunyi: "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar." Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri&lt;br /&gt;sendiri:"Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.&lt;br /&gt;Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu–semua harapan eksternal, kebanggaan, takut, malu atau gagal–tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.&lt;br /&gt;Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas.&lt;br /&gt;Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan.&lt;br /&gt;Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati.&lt;br /&gt;Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang.&lt;br /&gt;Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.&lt;br /&gt;Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang.&lt;br /&gt;Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:&lt;br /&gt;Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan.&lt;br /&gt;Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.&lt;br /&gt;Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma –yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.&lt;br /&gt;Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama "The Whole Earth Catalog", yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960- an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat.&lt;br /&gt;Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi "The Whole Earth Catalog", dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang.&lt;br /&gt;Di bawahnya ada kata-kata: "Stay Hungry. Stay Foolish."&lt;br /&gt;(Tetaplah Lapar.Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-7963842045041986923?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/7963842045041986923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=7963842045041986923&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7963842045041986923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7963842045041986923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/01/kisah-hidup-seorang-steve-jobs-ceo.html' title='Kisah Hidup seorang Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Studio Animasi Pixar'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-4647251192241526647</id><published>2009-01-10T04:06:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T04:07:54.652-08:00</updated><title type='text'>Sebuah Surat dari BAPA</title><content type='html'>Anak-Ku..... ..Saat kau bangun dipagi hari,&lt;br /&gt;Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada-Ku, walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapat-Ku atau bersyukur kepada-Ku atas sesuatu hal indah yang terjadi di dalam hidupmu kemarin, tetapi aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.Aku kembali menanti..... ..&lt;br /&gt;Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapa-Ku, tetapi engkau terlalu sibuk.Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun.&lt;br /&gt;Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.Aku berpikir engkau ingin berbicara kepada-Ku, tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon seorang temanuntuk mendengarkan gosip terbaru.&lt;br /&gt;Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari.Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepada-Ku.&lt;br /&gt;Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang kesekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepada-Ku, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu.Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepada-Ku dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak melakukannya.&lt;br /&gt;Tidak apa-apa..... ....Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku berharap engkau akan berbicara kepada-Ku, meskipun saaat engkau pulangke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan, engkau menyalakan televisi, Aku tidak tahu apakah kau suka menonton televisi atau tidak, hanya saja engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun hanya menikmati acara yang ditampilkan.&lt;br /&gt;Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepada-Ku.Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tak lama kemudian.Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu.&lt;br /&gt;Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.&lt;br /&gt;Aku bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain.&lt;br /&gt;Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau syukur dari hatimu.&lt;br /&gt;Baiklah... engkau bangun kembali dan kembali.&lt;br /&gt;Aku akan menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberi-Ku sedikit waktu.&lt;br /&gt;Semoga harimu menyenangkan.Bapamu di Sorga,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS : Apakah kau memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-4647251192241526647?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/4647251192241526647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=4647251192241526647&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/4647251192241526647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/4647251192241526647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/01/sebuah-surat-dari-bapa.html' title='Sebuah Surat dari BAPA'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-2520998123218921142</id><published>2009-01-10T04:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T04:01:43.910-08:00</updated><title type='text'>Push Up</title><content type='html'>Ada seorang Profesor mata kuliah Religi yang bernama Dr.Christianson yang mengajar di sebuah perguruan tinggi kecil di bagian barat Amerika Serikat. Dr. Christianson mengajar ke-Kristenan di perguruan tinggi ini dan setiap siswa semester pertama diwajibkan untuk mengikuti kelas ini. Sekalipun Dr. Christianson berusaha keras menyampaikan intisari Injil kepada kelasnya, ia menemukan bahwa kebanyakan siswanya memandang materi yang diajarnya sebagai suatu kegiatan yang membosankan. Meskipun ia sudah berusaha sebaik mungkin, kebanyakan siswa menolak untuk menanggapi Kekristenan secara serius.&lt;br /&gt;Tahun ini, Dr. Christianson mempunyai seorang siswa yang spesial yang bernama, Steve. Steve belajar dengan tujuan untuk melanjutkan studinya ke seminari dan mau masuk ke dalam pelayanan. Steve seorang yang popular, ia disukai banyak orang, dan seorang atlet yang memiliki fisik yang prima dan ia merupakan siswa terbaik di kelas professor itu.&lt;br /&gt;Suatu hari, Dr Christanson meminta Steve untuk tidak langsung pulang setelah kuliah karena ia mau berbicara kepadanya. 'Berapa push up yang bisa kamu lakukan?' Steve menjawab, 'Saya melakukan sekitar 200 setiap malam.' '200? Lumayan itu, Steve,' Dr. Christianson melanjutkan. 'Apakah kamu dapat melakukan 300?' Steve menjawab, 'Saya tidak tahu. Saya tidak pernah melakukan 300 sekaligus.' 'Apakah kamu pikir kamu dapat melakukannya? ' tanya Dr.Christianson. 'Ok, saya bisa coba,' jawab Steve.&lt;br /&gt;'Saya mempunyai satu proyek di kelas dan saya memerlukan kamu untuk melakukan 10 push up setiap kali, tapi sebanyak 30 kali, jadi totalnya 300. Dapatkah kamu melakukannya? ' tanya sang profesor. Steve menjawab, 'Baiklah, saya pikir saya bisa. Ok, saya akan melakukannya. ' Dr Christianson berkata, 'Bagus sekali! Saya memerlukan Anda untuk melakukannya Jumat ini.' Dr Christianson menjelaskan kepada Steve apa yang ia rencanakan untuk kelas mereka pada Jumat itu.&lt;br /&gt;Pada hari Jumat, Steve datang awal ke kelas dan duduk di bagian depan kelas. Saat kelas bermula, sang profesor mengeluarkan satu kotak besar donut. Bukan donut yang biasa tetapi yang besar dan yang punya krim di tengah-tengah. Setiap orang sangat bersemangat karena kelas itu merupakan kelas terakhir pada hari itu dan mereka bisa menikmati akhir pekan mereka setelah pesta di kelas Dr Christianson.&lt;br /&gt;Dr. Christianson pergi ke baris pertama dan bertanya, 'Cynthia, apakah kamu mau salah satu dari donut ini?' Cynthia menjawab, 'Ya'. Dr. Christianson lalu berpaling kepada Steve, 'Steve, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Cynthia bisa mendapatkan donut ini?' 'Tentu saja!' Steve lalu melompat ke lantai dan dengan cepat melakukan 10 push up. Lalu Steve kembali ke tempat duduknya. Dr.Christianson meletakkan satu donut di meja Cynthia.&lt;br /&gt;Dr. Christianson lalu pergi siswa selanjutnya, dan bertanya, 'Joe, apakah kamu mau suatu donut?' Joe berkata, 'Ya.' Dr. Christianson bertanya, 'Steve, maukah kamu melakukan 10 push up supaya Joe bisa mendapatkan donutnya?'&lt;br /&gt;Steve melakukan 10 push up, dan Joe mendapatkan donutnya. Begitulah selanjutnya, di baris yang pertama. Steve melakukan 10 push up untuk setiap orang sebelum mereka mendapatkan donut mereka. Di baris yang kedua, Dr. Christianson berhadapan dengan Scott. Scott seorang pemain basket, dan fisiknya sekuat Steve. Ia juga seorang yang sangat popular dan punya banyak teman wanita.&lt;br /&gt;Saat profesor bertanya, 'Scott apakah kamu mau donut?' Jawaban Scott adalah, 'Baiklah, bisakah saya melakukan push up saya sendiri?' Dr. Christianson berkata, 'Tidak, Steve harus melakukannya. ' Lalu Scott berkata, 'Kalau begitu, saya tidak mau donutnya.' Dr. Christianson mengangkat bahunya dan berpaling kepada Steve dan meminta, 'Steve, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Scott bisa mendapatkan donut yang tidak ia kehendaki?' Dengan ketaatan yang sempurna Steven mulai melakukan 10 push up. Scott berteriak, 'HEI! Saya sudah berkata, saya tidak menginginkannya! ' Dr Christianson berkata, 'Lihat di sini! Ini kelas saya dan semuanya ini donut saya. Biarkan saja di atas meja jika kamu tidak menginginkannya. ' Ia lalu menempatkan satu donut di atas meja Scott.&lt;br /&gt;Di waktu ini, Steve sudah mulai melakukan push up dengan agak perlahan. Ia hanya duduk di lantai saja karena terlalu capek untuk kembali ke tempat duduknya. Ia mulai berkeringat. Dr. Christianson mulai di baris ketiga. Para siswa sudah mulai merasa marah. Dr Christianson bertanya kepada Jenny, 'Jenny, apakah kamu mengingikan donut ini?' Dengan tegas Jenny menjawab, 'Tidak.' Lalu Dr. Christianson bertanya Steve, 'Steve, maukah kamu melakukan 10 push up lagi agar Jenny bisa mendapatkan donut yang tidak ia mau?'&lt;br /&gt;Steve melakukan 10 push up dan Jenny mendapatkan satu donut. Ruang sudah mulai dipenuhi oleh rasa tidak nyaman. Para siswa sudah mulai berkata,'Tidak! ' dan semua donut dibiarkan di atas meja tanpa ada yang memakannya. Steve sudah kelelahan dan harus berusaha keras untuk tetap terus melakukan push up untuk setiap donut itu. Lantai tempat ia melakukan push up sudah dibasahi keringatnya dan lengannya sudah mulai kemerahan.Dr Christianson bertanya kepada Robert, seorang ateis yang paling lantang suaranya kalau berdebat di kelas, apakah ia mau membantu untuk memastikan bahwa Steve tidak curang dan tetap melakukan 10 push up untuk setiap donut karena dia sendiri sudah tidak sanggup melihat Steve melakukan push upnya.&lt;br /&gt;Dr. Christianson sudah sampai ke baris ke-empat sekarang. Dan beberapa siswa dari kelas yang lain yang sudah bergabung di kelas itu dan mereka duduk di tangga. Saat profesor menghitung kembali, ternyata ada 34 siswa sekarang di kelas. Ia mulai khawatir apakah Steve dapat melakukannya. Dr. Christianson melanjutkan dari satu siswa ke siswa yang selanjutnya sampai ke akhir baris itu. Dan Steve sudah mulai bergumul. Ia membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan push up-nya. Steve bertanya kepada Dr. Christianson, 'Apakah hidung saya harus menyentuh lantai untuk setiap push up yang saya lakukan?' Dr.Christianson berpikir sejenak dan berkata, 'Semuanya ini push up kamu. Kamu yang pegang kendali. Kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau.' Dan Dr. Christianson melanjutkan ke siswa yang selanjutnya.&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, Jason , seorang siswa dari kelas lain dengan santai mau masuk ke kelas, dan sebelum ia melangkahi masuk, seluruh kelas berteriak serentak, 'JANGAN! Jangan masuk! Kamu berdiri di luar saja!' Jason kaget karena ia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Steve mengangkat kepalanya dan berkata, 'Tidak, biarkan dia masuk.'&lt;br /&gt;Professor Christianson berkata, 'Kamu sadar bahwa jika Jason masuk, kamu harus melakukan 10 push up untuk dia?'&lt;br /&gt;Steve berkata, 'Ya, biarkan dia masuk. Berikan donut kepadanya.' Dr.Christianson berkata, 'Ok Steve. Jason , kamu mau donut?' Jason yang baru masuk ke kelas dan tidak tahu apa-apa menjawab, 'Ya, tentu saja, berikan saya donut.'&lt;br /&gt;Steve melakukan 10 push up dengan sangat perlahan dan bersusah payah. Jason yang kebingungan diberikan satu donut. Dr. Christianson sudah selesai dengan baris ke-empat dan mulai ke tempat siswa-siswa dari kelas lain yang duduk di tangga.&lt;br /&gt;Tangan Steve sudah mulai gemetaran dan ia harus bergumul untuk mengangkat dirinya melawan tarikan gravitas. Di waktu ini, keringatnya bercucuran, dan tidak kedengaran apa-apa kecuali bunyi nafasnya yang kencang. Mata setiap orang di kelas itu mulai basah. Dua siswa terakhir adalah dua siswa perempuan yang sangat popular, Linda dan Susan.&lt;br /&gt;Dr. Christianson pergi ke Linda , ' Linda , apakah kamu mau donut?' Linda dengan sedih berkata, 'Tidak, terima kasih'&lt;br /&gt;Professor Christianson dengan perlahan bertanya, 'Steve, maukah kamu melakukan 10 push up supaya Linda bisa mendapatkan donut yang tidak ia mau?' Dengan pergumulan yang berat, Steve dengan perlahan melakukan push-up untuk Linda . Lalu Dr Christianson berpaling kepada siswa yang terakhir,Susan. 'Susan, kamu mau donut ini?' Susan dengan air mata yang berlinangan di pipinya mulai menangis. 'Dr Christianson, mengapa saya tidak boleh membantunya? '&lt;br /&gt;Dr. Christianson, dengan mata yang berkaca-kaca berkata, 'Tidak, Steve harus melakukannya sendiri; saya telah memberinya tugas itu dan ia bertanggungjawab untuk memastikan setiap orang mempunyai kesempatan untuk mendapat donut itu, tidak kira apakah mereka menginginkannya atau tidak. Hanya Steve seorang saja yang mempunyai nilai yang sempurna. Setiap orang telah gagal dalam ujian mereka, mereka entah bolos kelas atau memberikan saya tugas yang di bawah standar. Steve memberitahu saya di latihan football, saat seorang pemain buat salah, ia harus buat push up. Saya memberitahu Steve bahwa tidak seorang pun dari kalian yang boleh datang ke pesta saya melainkan ia membayar harga dengan melakukan push up bagi kalian. Steve dan saya telah membuat perjanjian demi kalian semua.'&lt;br /&gt;'Steve, maukah kamu membuat 10 push up supaya Susan bisa mendapatkan donut?' Steve dengan sangat perlahan melakukan 10 push up yang terakhirnya. Ia tahu ia sudah menyelesaikan semua yang harus dia lakukan. Secara total, Steve telah melakukan 350 push up, tangannya tidak tahan lagi dan ia jatuh tersungkur ke lantai. Dr. Christianson lalu berpaling ke kelas dan berkata, 'Dan, demikianlah, Juru Selamat kita, Yesus Kristus, di atas kayu salib, ia telah melakukan semua yang dibutuhkan olehnya. Ia menyerahkan semuanya. Dan seperti mereka yang ada di ruangan ini, banyak di antara kita yang membiarkan hadiah itu begitu saja di atas meja, sama sekali tidak kita jamah.'&lt;br /&gt;Dua siswa mengangkat Steve dari lantai untuk duduk di kursi, walaupun sangat lelah secara fisik, Steve tersenyum bahagia. 'Engkau sudah berbuat dengan baik, hambaku yang baik dan setia,' kata professor dan ia menambahkan, 'Tidak semua khotbah disampaikan dengan kata-kata.' Berpaling kepada kelas, profesor berkata, 'Harapan saya adalah kalian dapat memahami dan sepenuhnya mengerti akan semua kekayaan kasih karunia dan rahmat yang telah diberikan kepada kalian lewat pengorbanan Yesus Kristus. Allah tidak menyayangkan putra satu-satu-Nya, tetapi menyerahkan dia untuk kita semua. Apakah kita memilih untuk menerima menolak karunia-Nya, harganya sudah lunas dibayar.'&lt;br /&gt;'Apakah kita akan menjadi orang yang bodoh dan yang tidak bersyukur dengan meninggalkan hadiah itu di atas meja?'&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-2520998123218921142?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/2520998123218921142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=2520998123218921142&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2520998123218921142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2520998123218921142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2009/01/push-up.html' title='Push Up'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-2110411773900333624</id><published>2008-11-27T01:20:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T01:29:18.949-08:00</updated><title type='text'>Senyum itu indah</title><content type='html'>Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang sayaharapkan setiap orang memilikinya. &lt;br /&gt; Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama"Smiling"..&lt;br /&gt;Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.&lt;br /&gt; Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus... Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering...! Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani siBungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.      &lt;br /&gt;Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani,mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.     &lt;br /&gt; Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, dan...tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangatdekil...! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.....      &lt;br /&gt;Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dania sedang "tersenyum" kearah saya....      &lt;br /&gt;Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam... tapi juga memancarkan       kasih sayang...!&lt;br /&gt;Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu... Ia menyapa"Good day..!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya'tugas' yang diberikan oleh dosen saya.&lt;br /&gt;Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental,dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin.. setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka...,dan kami bertiga tiba-2 saja sudah sampai didepan counter.&lt;br /&gt;       Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan... Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir... Nona !"&lt;br /&gt;Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.      &lt;br /&gt;Tiba-2 saja saya diserang oleh rasa iba... membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu-2 lainnya, yang hampir semuanya...sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan,saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya..., dan pasti juga melihat semua'tindakan' saya...&lt;br /&gt;Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum... dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanansaya) dalam nampan terpisah.      &lt;br /&gt;Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya kemeja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. .. saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap.."makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua...."&lt;br /&gt; Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2... dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya...."     &lt;br /&gt; Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata... "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepadakalian...."      &lt;br /&gt;Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekalisaya merengkuh kedua lelaki itu....&lt;br /&gt; Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka... dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata..."Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku..., yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku...! "&lt;br /&gt;Kami saling berpegangan tangan beberapa saat...... dan saat itu kami benar-2bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' .. untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.&lt;br /&gt; Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya...mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin'berjabat tangan' dengan kami... Salah satu diantaranya,seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap.. "tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini...,jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami..." Saya hanya bisa berucap "terimakasih"sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami...! Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2'tindakan' yang tidak pernah       terpikir oleh saya dan sekaligus merupakan 'berkat' bagi saya..., maupun bagi orang-2 yang ada disekitar saya saat itu.&lt;br /&gt;Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang'Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali...!&lt;br /&gt;Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata,"Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca....para siswapun  mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi... Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosendalam membawakan ceritanya... membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.&lt;br /&gt;Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya       ..&lt;br /&gt;"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu..."&lt;br /&gt;       Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku,guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi.&lt;br /&gt;Saya lulus... dengan 1 pelajaran terbesar yangtidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu :"PENERIMAAN TANPA SYARAT".&lt;br /&gt;       Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara....&lt;br /&gt;MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKITHARTA-BENDA YANG KITA       MILIKI..., bukannya... MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIKKITA,... DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA...!&lt;br /&gt;       Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda,teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat'yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca ceritaini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun)bagi sesama... yang sedang membutuhkan uluran tangannya... !&lt;br /&gt;       Orang bijak mengatakan : Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu. .., tetapihanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK didalam hatimu.     &lt;br /&gt; Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu... Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu...!      &lt;br /&gt;Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak; Orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak...! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya..!     &lt;br /&gt; Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka,... hewan itu tetap harus BERUSAHA untuk bisa mendapatkannya.      &lt;br /&gt;Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni....&lt;br /&gt; Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lamauntuk       bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimusendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-2110411773900333624?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/2110411773900333624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=2110411773900333624&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2110411773900333624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2110411773900333624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/11/senyum-itu-indah.html' title='Senyum itu indah'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-6599148593294260589</id><published>2008-11-27T01:10:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T01:19:11.692-08:00</updated><title type='text'>Semangkuk bubur Polos</title><content type='html'>Berasnya adalah beras ketan, kualinya adalah kuali tanah liat, apinya berasal dari batu bara. Tiap hari subuh jam 4.30, pria ini menyulut api. Dalam kuali diisi air, untuk merendam beras yang telah dicuci. Menunggu airmendidih, beras dimasukkan. Menggunakan api besar memasak selama 10 menit. Setelah itu dirubah menjadi api kecil untuk direbus. Pria itu di pinggir kompor sedang membungkuk, menggunakan gayung mengaduk-aduk dengan perlahan-lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah jam kemudian, pria tersebut dengan satu tangan membawa semangkuk bubur putih panas yang masih mengepulkan asapnya, tangan yang lain membawa sepiring sayur asin yang telah disiram dengan minyak wijen. Masuk kedalam kamar tidur, memanggil istrinya untuk bangun.&lt;br /&gt;Wanita itu membalikkan badan, mulutnya menggumamkan sesuatu dan tidur lagi.Pria itu mendengarkan suara dengkur istrinya yang sedang lelap. Dia tidaktega untuk memanggil lagi. Duduk dipinggir ranjang, mengawasi arloji dan melihat ke wajah istrinya , lalu melihat lagi ke arloji. Wanita itu mendadak meloncat keluar dari ranjang. Melihat arloji, tergesa-gesa mengenakan pakaian dan turun dari ranjang, sambil berkata ?Sudah terlambat, mengapa tidak membangunkan saya??&lt;br /&gt;Suaminya menyajikan bubur putih dan sayur asinnya sambil berkata,?Jangan cemas, masih ada waktu, makanlah buburnya dulu.?&lt;br /&gt;Buburnya adalah bubur putih polos, tanpa ada tambahan daging ayam ataupun telur ayam. Bubur semacam ini, menjadi sarapan pagi istrinya selama 5tahun.&lt;br /&gt;Ketika pria dan wanita ini menikah, tidak ada uang untuk pesta perkawinan,kedua insan ini hanya meletakkan tikar mereka masing-masing menjadi satu.Beginilah sudah jadi sekeluarga.&lt;br /&gt;Pada saat malam pengantin, pria ini membawakan semangkuk bubur polos. Buburnya putih bersih, di bawah sinar lampu memancarkan cahaya yang berkilau. Pria itu berkata :?Lambungmu tidak baik, banyak makan bubur dapatmenjaga maag.? Dimakanlah bubur itu oleh istri-nya. Aroma sedap khas bubur,tidak hanya membuat lambungnya hangat, namun juga hatinya. Mereka sama-samabekerja di satu pabrik. Si wanita sepanjang tahun bekerja di pagi hari,yang pria sepanjang tahun bekerja pada malam hari. Setiap jam empat subuh sangsuami pulang dari kerja. Sedang istrinya masuk jam setengah enam pagi.Waktu mereka untuk bersama pendek sekali hanya sekitar 1,5 jam.&lt;br /&gt;Pulang dari kerja, hal pertama yang dikerjakan oleh si pria adalah menyulutapi, mengisi kuali. Pria ini hanya bisa memasak bubur polos. Namun semangkukbubur polos ini, ternyata telah memberi gizi kepada si wanita hingga airmukanya merah, cantik bagaikan bunga..&lt;br /&gt;Suatu hari, pabrik mengalami kerugian dan si pria terkena PHK. Akan tetapi bagi mereka kehidupan ini masih harus dilanjutkan.&lt;br /&gt;Pria ini mengeluarkan uang tabungannya yang sangat sedikit sedangkan istrinya menjual cincin emas warisan ibunya. Mengumpulkan uang membuka satu toko kelontong. Satu mangkuk, satu buah sapu, satu teko air. Keuntungannya tidaklah banyak. Tetapi si pria ini mengerjakan dengan sepenuh hati. Setelah si wanita pulang dari kantor,juga membantu mengurusi toko. Ketika tidak ada pembeli, pria dan wanita ini duduk diantara setumpuk mangkuk, kuali, gayung serta ember, dengan bahagiamereka berandai-andai tentang masa depan.&lt;br /&gt;Si pria berkata:"Setelah ada duit, toko cabang akan saya buka dimana-mana.?Istrinya menyahut,?Waktu itu saya juga tidak perlu kerja lagi, setiap hari di rumah membuat beraneka ragam makanan untukmu.? Pria itu berkata,?Mana perlu dirimu memasak, ingin makan apa, kita langsung pergi ke restoran saja.? Dengan manja istrinya bilang,?Tidak, saya selalu ingin makan masakan bubur polosmu?? Pria ini langsung merangkul pundak si wanita, matanya agak membasah..&lt;br /&gt;Pria ini masih saja setiap hari bangun dari tidur tepat pukul 4.30 subuh,menyulut api memasak bubur. Sambil memasak, memikirkan dalam toko sedang kekurangan barang apa. Kadang kala konsentrasinya terpecah. Buburnya hangus di dasar kuali, kadang pula jika ia terlalu lelah dan mengantuk,buburnya meluber keluar dari kuali.&lt;br /&gt;Suatu hari istrinya bangun pagi hari. Buburdiatas kompor sedang mendidih mengeluarkan buih ombak. Sedangkan suaminya tidur terlelap dengan kepala di topangkan di atas lutut. Dengan perlahan dan hati-hati si istri memeluk kepala suaminya, hatinya merasa sakit bagaikan ditarik-tarik.&lt;br /&gt;Sejak saat itu, wanita ini menolak dengan tegas jika suaminya ingin memasakkan bubur untuk dirinya. Karena ia melihat si suami sungguh terlalu lelah.&lt;br /&gt;Perdagangan si pria kian hari kian lancar, sampai pada tahun ke tujuh,supermarket cabangnya sungguh telah buka dimana-mana. Si wanita sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya.Mereka telah membeli sebuah rumah besar, dapurnya dilengkapi dengan sangat indah dan unik, yang kurang hanya bau asap api. Karena waktu untuk pulang makan si pria ini, semakin lama semakin sedikit. Dia selalu sibuk,terlalu banyak jamuan makan malam, kadang dalam satu malam ia harus menghadiri empat jamuan makan malam.. Mula-mula wanita ini menggerutu, tapi si pria bilang,"Bukankah semua ini demi keluarga? Bukankah semua ini agar kamu bisa hidup lebih nyaman?? Akhir-nya si wanita capai sendiri, lambat laun juga sudah terbiasa.&lt;br /&gt;Wanita ini sudah sangat lama sekali tidak pernah makan bubur polos.&lt;br /&gt;Suatu hari, mendadak pria ini diberitahu agar menghadiri pemakaman dari seorang temannya. Dia heran, mengapa beberapa hari lalu temannya ini masihbaik-baik saja, hari ini orangnya telah tiada? Di dalam rumah duka, dia melihat istri temannya ini. Yang dulunya sangat cantik dan anggun, dalam semalam menjadi pucat, lesu dan tua. Dia menangis tersedu-sedu. Dalam mulutnya menggumamkan kata-kata:"Siapa yang akanmengantarku kerja dan menjemputku pulang kerja? Siapa yang akan menalikan sepatu untukku ??&lt;br /&gt;Si pria itu merasa sesak nafasnya, terpikirkan akan istrinya. Sekilas terkenang kebiasaannya dulu di pagi hari, memasakkan bubur untuk istrinya,terpikir juga olehnya ketika istrinya menerima semangkuk bubur polos itu,matanya memancarkan sinar kebahagiaan dan kepuasan.&lt;br /&gt;Si pria ini bergegas pulang ke rumah. Membuka pintu, melihat istrinya yang sedang meringkuk tidur di atas sofa. Televisi masih menyala, home theater juga masih menyala. Di atas meja ruang tamu berserakan penuh dengan berbagai jenis majalah mode. Pria ini berlutut di depan sofa, tangannya dengan perlahan membelai rambut wanita ini. Air muka wanita ini suram, di dalam kerutan-kerutan halus, wajahnya telah tertulis penuh kehampaan.&lt;br /&gt;Dia mengambil selimut untuk menyelimuti wanita ini. Mendadak wanita ini terjaga dari tidurnya. Melihat si pria, wanita ini mengusap-usap matanya.Setelah memastikan itu adalah suaminya, raut wajahnya segera memerah.Wanita ini bergegas untuk berdiri. "Kamu mungkin belum makan, akan saya buatkan?.?Si pria tiba-tiba memeluknya dari belakang,?Tidak, biarkan saya yang memasakkanmu bubur polos.? Hampir setengah hari wanita ini tidak mengeluarkan sepatah kata. Ada tetesan air mata hangat, yang menetes ditangan suaminya.&lt;br /&gt;Hari itu, si pria sambil memasak bubur, dia berpikir,"Sebenarnya beraneka macam variasi produk bubur, tidak bisa me-ninggalkan bubur polos sebagai dasarnya. Dan segala kebahagiaan yang ada hanyalah di dasari oleh bubur polos, selain itu hanyalah sebagai penyedap..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-6599148593294260589?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/6599148593294260589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=6599148593294260589&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/6599148593294260589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/6599148593294260589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/11/semangkuk-bubur-polos.html' title='Semangkuk bubur Polos'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-4181111407073394596</id><published>2008-11-27T01:01:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T01:02:46.539-08:00</updated><title type='text'>Kisah Racun yang mematikan</title><content type='html'>Dahulu kala dinegeri Cina adalah seorang gadis bernama Li-li.Ia baru menikah dan tinggal di rumah mertuanya.&lt;br /&gt;Dalam waktu singkat ia tahu bahwa ia sangat tidak cocok tinggal serumah bersama ibu mertuanya,karakter mereka sangat jauh berbeda. Dan Li-li sangat tidak menyukai kebiasaan ibu mertuanya.Hari berganti hari,bulan berganti bulan Li-li dan ibu mertuanya tidak pernah berhenti berdebat dan bertengkar.Yang paling Li-li kesal adalah adat kuno Cina yang mengharuskan ia harus selalu menundukkan kepala untuk menghormati mertuanya dan mentaati segala kemauannya.Semua kemarahan dan ketidak bahagiaan  didalam rumah itu menyebabkan kesedihan yang mendalam pada hati suami Li-li yang berjiwa sederhana.&lt;br /&gt;Akhirnya Li-li merasa tidak tahan lagi terhadap sifat buruk dan kelakuan ibu mertuanya dan ia benar-benar bertekad untuk melaukan sesuatu.Li-li menjumpai seorang teman ayahnya seorang sinshe yang bernama Wang yang mempunyai Toko Obat Cina.Ia menceritakan semua situasinya dan minta dibuatkan ramuan racun yang kuat untuk diberikan kepada ibu mertuanya.Sinshe Wang berpikir keras sejenak lalu ia berkata:"Li-li,saya mau membantu kamu menyelesaikan masalahmu tapi kamu harus mendengarkan saya dan mentaati apa yang saya sarankan."Baik,saya akan mengikuti apa yang bapak katakan"Sinshe Wang masuk kedalam dan tak lama ia kembali dengan menggenggam sebungkus ramuan."Kamu tidak bisa memakai racun yang keras yang mematikan seketika untuk menyingkirkan mertuamu karena hal itu akan membuat semua orang curiga.&lt;br /&gt;Oleh karena itu saya memberi kamu ramuan beberapa jenis tanaman obat yang secara perlahan-lahan akan menjadi racun ditubuhnya."Sinshe Wang melanjutkan,"Setiap hari,sediakan makanan yang enak-enak dan masukan sedikit ramuan obat ini kedalamnya, lalu supaya tidak ada yang curiga saat ia akan mati,kamu harus hati-hati sekali dan bersikap sangat bersahabat dengannya,jangan berdebat dengannya,taati semua kehendaknya dan perlakuan dia seperti seorang ratu."Li-li sangat senang. Ia berterimakasih kepada Sinshe Wang dan buru-buru pulang kerumah untuk melaksanakan niatnya membunuh sang ibu mertua.Mingu demi mingu bulan demi bula berganti,setiap hari li-li melayani mertuanya dengan makanan yang enak-enak yang sudah "dibumbuinya".Ia mengingat pesan sinshe Wang tenteang mencegah kecurigaan,maka ia mulai belajar untuk mengendalikan amarahnya,mentaati perintah ibu mertuanya dan memperlakukannya seperti ibu kandungnya sendiri.Setelah enam bulan berlalu,suasana di dalam rumah berubah drastis. Li-li sudah mampu mengendalikan amarahnya sedemikian rupa sehingga ia menemukan dirinya tidak lagi sering marah-marah atau kesal.Ia tidak pernah lagi berdebat dengan ibu mertuanya.Selama enam bulan terakhir ia mendapatkan ibu mertuanya kini lebih ramah padanya.Sikap sang ibu mertua terhadap Li-li telah berubah dan mulai mencintai Li-li seperti puterinya sendiri.&lt;br /&gt;Ia terus menceritakan kepada kawan-kawannya dan sanak familinya bahwa Li-li adalah menantu yang paling baik yang ia peroleh.Li-li dan ibu mertuanya saling memperlakukan satu sama lain seperti layaknya seorang ibu dan anak sesungguhnya.Suami Li-li sangat bahagia menyaksikan semua yang terjadi.Suatu hari Li-li pergi menjumpai sinshe Wang dan meminta bantuannya sekali lagi.Ia berkata,"Pak Wang,tolong saya untuk mencegah supaya racun yang saya berikan kepada ibu mertua saya janagn sampai membunuhnya!"ia telah berubah menjadi seorang ibu yang begitu baik sehingga saya sangat mencintainya seperti ibu saya sendiri.Saya tidak mau ia mati karena racun yang saya berikan padanya.."Sinshe Wang tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya:"Li-li,tidak ada yang perlu kamu khawatirkan.Saya tidak pernah memberi kamu racun.&lt;br /&gt;Ramuan yang saya berikan kepadamu hanyalah ramuan penguat badan untuk menjaga kesehatan beliau.Satu-satunya racun yang ada adalah yang terdapat didalam pikiranmu sendiri dan disalam sikapmu terhadapnya..""Tetapi semuanya telah disapu bersih dengan cinta yang kamu berikan kepadanya.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========Sadarkah anda bahwa sebagaimana anda memperlakukan orang lain maka demikianlah persis bagaimana mereka akan memperlakukan anda?&lt;br /&gt;Ada pepatah Cina kuno berkata :"Orang yang mencintai orang lain akan dicintai juga sebagai balasannya."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-4181111407073394596?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/4181111407073394596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=4181111407073394596&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/4181111407073394596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/4181111407073394596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/11/kisah-racun-yang-mematikan.html' title='Kisah Racun yang mematikan'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-7274366647828337570</id><published>2008-11-27T00:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T01:00:52.416-08:00</updated><title type='text'>Kisah Musim Dingin</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SS5he62QLqI/AAAAAAAAAP0/H6AKyTFB_JQ/s1600-h/800x600.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273259397518208674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SS5he62QLqI/AAAAAAAAAP0/H6AKyTFB_JQ/s200/800x600.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kisah di musim dingin ( true story, seperti temuat dalam Xia Wen Pao,2007 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun,Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar untuk biaya hidup berdua. Hidup penuh kekurangan membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecillain.&lt;br /&gt;Suatu ketika dimusim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia berpesan agar Lie Mei menunggu di rumah karena dia akan membeli keranjang kue yang baru.&lt;br /&gt;Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidakterkunci dan Lie Mei tidak ada di rumah. Marahlah Siu Lan.Putrinyabenar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah masih juga pergi bermain dengan teman-temannya. Lie Mei tidak menunggu rumah seperti pesannya.&lt;br /&gt;Siu Lan menyusun kue kedalam keranjang, dan pergi keluar rumah untukmenjajakannya. Dinginnya salju yang memenuhi jalan tidak menyurutkan niatnyauntuk menjual kue. Bagaimana lagi ? Mereka harus dapat uang untuk makan.&lt;br /&gt;Sebagai hukuman bagi Lie Mei, putrinya, pintu rumah dikunci Siu Lan dariluar agar Lie Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus diberi pelajaran,pikirnya geram. Lie Mei sudah berani kurang ajar.&lt;br /&gt;Sepulang menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itutergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Siu Lan berteriak membelah kebekuan salju dan menangis meraung-raung, tapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera, Siu Lanmembopong Lie Mei masuk ke rumah.&lt;br /&gt;Siu Lan menggoncang- goncangkan tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei. Tiba-tiba jatuh sebuah bungkusan kecil dari tangan Lie Mei.Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu, dia membukanya. Isinya sebungkus kecil biskuit yang dibungkus kertas usang. Siu Lan mengenali tulisan pada kertas usang itu adalah tulisan Lie Mei yang masih berantakan namun tetap terbaca *,"Hi..hi..hi. . mama pasti lupa. Ini hari istimewa buat mama. Aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah. Uangku tidak cukup untuk membeli biskuit ukuran besar. Hi…hi…hi.. mama selamat ulangtahun."*&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-7274366647828337570?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/7274366647828337570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=7274366647828337570&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7274366647828337570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7274366647828337570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/11/kisah-musim-dingin.html' title='Kisah Musim Dingin'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SS5he62QLqI/AAAAAAAAAP0/H6AKyTFB_JQ/s72-c/800x600.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-5402317338784036450</id><published>2008-11-27T00:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T00:58:08.617-08:00</updated><title type='text'>Push Up yang sangat berarti</title><content type='html'>Ada seorang Profesor mata kuliah Religi yang bernama Dr.Christianson yang mengajar di sebuah perguruan tinggi kecil di bagian barat Amerika Serikat.&lt;br /&gt;Dr. Christianson mengajar ke-Kristenan di perguruan tinggi ini dan setiap siswa semester pertama diwajibkan untuk mengikuti kelas ini. Sekalipun Dr. Christianson berusaha keras menyampaikan intisari Injil kepada kelasnya, ia menemukan bahwa kebanyakan siswanya memandang materi yang diajarnya sebagai suatu kegiatan yang membosankan. Meskipun ia sudah berusaha sebaik mungkin, kebanyakan siswa menolak untuk menanggapi Kekristenan secara serius.&lt;br /&gt;Tahun ini, Dr. Christianson mempunyai seorang siswa yang spesial yang bernama, Steve. Steve belajar dengan tujuan untuk melanjutkan studinya ke seminari dan mau masuk ke dalam pelayanan. Steve seorang yang popular, ia disukai banyak orang, dan seorang atlet yang memiliki fisik yang prima dan ia merupakan siswa terbaik di kelas professor itu.&lt;br /&gt;Suatu hari, Dr Christanson meminta Steve untuk tidak langsung pulang setelah kuliah karena ia mau berbicara kepadanya. 'Berapa push up yang bisa kamu lakukan?' Steve menjawab, 'Saya melakukan sekitar 200 setiap malam.' '200? Lumayan itu, Steve,' Dr. Christianson melanjutkan. 'Apakah kamu dapat melakukan 300?' Steve menjawab, 'Saya tidak tahu. Saya tidak pernah melakukan 300 sekaligus.' 'Apakah kamu pikir kamu dapat melakukannya? ' tanya Dr.Christianson.&lt;br /&gt;'Ok, saya bisa coba,' jawab Steve.&lt;br /&gt;'Saya mempunyai satu proyek di kelas dan saya memerlukan kamu untuk melakukan 10 push up setiap kali, tapi sebanyak 30 kali, jadi totalnya 300. Dapatkah kamu melakukannya? ' tanya sang profesor. Steve menjawab, 'Baiklah, saya pikir saya bisa. Ok, saya akan melakukannya. ' Dr Christianson berkata, 'Bagus sekali! Saya memerlukan Anda untuk melakukannya Jumat ini.' Dr Christianson menjelaskan kepada Steve apa yang ia rencanakan untuk kelas mereka pada Jumat itu.&lt;br /&gt;Pada hari Jumat, Steve datang awal ke kelas dan duduk di bagian depan kelas. Saat kelas bermula, sang profesor mengeluarkan satu kotak besar donut. Bukan donut yang biasa tetapi yang besar dan yang punya krim di tengah-tengah. Setiap orang sangat bersemangat karena kelas itu merupakan kelas terakhir pada hari itu dan mereka bisa menikmati akhir pekan mereka setelah pesta di kelas Dr Christianson.&lt;br /&gt;Dr. Christianson pergi ke baris pertama dan bertanya, 'Cynthia, apakah kamu mau salah satu dari donut ini?' Cynthia menjawab, 'Ya'. Dr. Christianson lalu berpaling kepada Steve, 'Steve, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Cynthia bisa mendapatkan donut ini?' 'Tentu saja!' Steve lalu melompat ke lantai dan dengan cepat melakukan 10 push up. Lalu Steve kembali ke tempat duduknya. Dr.Christianson meletakkan satu donut di meja Cynthia.&lt;br /&gt;Dr. Christianson lalu pergi siswa selanjutnya, dan bertanya, 'Joe, apakah kamu mau suatu donut?' Joe berkata, 'Ya.' Dr. Christianson bertanya, 'Steve, maukah kamu melakukan 10 push up supaya Joe bisa mendapatkan donutnya?'&lt;br /&gt;Steve melakukan 10 push up, dan Joe mendapatkan donutnya. Begitulah selanjutnya, di baris yang pertama. Steve melakukan 10 push up untuk setiap orang sebelum mereka mendapatkan donut mereka. Di baris yang kedua, Dr. Christianson berhadapan dengan Scott. Scott seorang pemain basket, dan fisiknya sekuat Steve. Ia juga seorang yang sangat popular dan punya banyak teman wanita.&lt;br /&gt;Saat profesor bertanya, 'Scott apakah kamu mau donut?' Jawaban Scott adalah, 'Baiklah, bisakah saya melakukan push up saya sendiri?' Dr. Christianson berkata, 'Tidak, Steve harus melakukannya. ' Lalu Scott berkata, 'Kalau begitu, saya tidak mau donutnya.' Dr. Christianson mengangkat bahunya dan berpaling kepada Steve dan meminta, 'Steve, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Scott bisa mendapatkan donut yang tidak ia kehendaki?' Dengan ketaatan yang sempurna Steven mulai melakukan 10 push up. Scott berteriak, 'HEI! Saya sudah berkata, saya tidak menginginkannya! ' Dr Christianson berkata, 'Lihat di sini! Ini kelas saya dan semuanya ini donut saya. Biarkan saja di atas meja jika kamu tidak menginginkannya. ' Ia lalu menempatkan satu donut di atas meja Scott.&lt;br /&gt;Di waktu ini, Steve sudah mulai melakukan push up dengan agak perlahan. Ia hanya duduk di lantai saja karena terlalu capek untuk kembali ke tempat duduknya. Ia mulai berkeringat. Dr. Christianson mulai di baris ketiga. Para siswa sudah mulai merasa marah. Dr Christianson bertanya kepada Jenny, 'Jenny, apakah kamu mengingikan donut ini?' Dengan tegas Jenny menjawab, 'Tidak.' Lalu Dr. Christianson bertanya Steve, 'Steve, maukah kamu melakukan 10 push up lagi agar Jenny bisa mendapatkan donut yang tidak ia mau?'&lt;br /&gt;Steve melakukan 10 push up dan Jenny mendapatkan satu donut. Ruang sudah mulai dipenuhi oleh rasa tidak nyaman. Para siswa sudah mulai berkata,'Tidak! ' dan semua donut dibiarkan di atas meja tanpa ada yang memakannya. Steve sudah kelelahan dan harus berusaha keras untuk tetap terus melakukan push up untuk setiap donut itu. Lantai tempat ia melakukan push up sudah dibasahi keringatnya dan lengannya sudah mulai kemerahan.Dr Christianson bertanya kepada Robert, seorang ateis yang paling lantang suaranya kalau berdebat di kelas, apakah ia mau membantu untuk memastikan bahwa Steve tidak curang dan tetap melakukan 10 push up untuk setiap donut karena dia sendiri sudah tidak sanggup melihat Steve melakukan push upnya.&lt;br /&gt;Dr. Christianson sudah sampai ke baris ke-empat sekarang. Dan beberapa siswa dari kelas yang lain yang sudah bergabung di kelas itu dan mereka duduk di tangga. Saat profesor menghitung kembali, ternyata ada 34 siswa sekarang di kelas. Ia mulai khawatir apakah Steve dapat melakukannya. Dr. Christianson melanjutkan dari satu siswa ke siswa yang selanjutnya sampai ke akhir baris itu. Dan Steve sudah mulai bergumul. Ia membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan push up-nya. Steve bertanya kepada Dr. Christianson, 'Apakah hidung saya harus menyentuh lantai untuk setiap push up yang saya lakukan?' Dr.Christianson berpikir sejenak dan berkata, 'Semuanya ini push up kamu. Kamu yang pegang kendali. Kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau.' Dan Dr. Christianson melanjutkan ke siswa yang selanjutnya.&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, Jason , seorang siswa dari kelas lain dengan santai mau masuk ke kelas, dan sebelum ia melangkahi masuk, seluruh kelas berteriak serentak, 'JANGAN! Jangan masuk! Kamu berdiri di luar saja!' Jason kaget karena ia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Steve mengangkat kepalanya dan berkata, 'Tidak, biarkan dia masuk.'&lt;br /&gt;Professor Christianson berkata, 'Kamu sadar bahwa jika Jason masuk, kamu harus melakukan 10 push up untuk dia?'&lt;br /&gt;Steve berkata, 'Ya, biarkan dia masuk. Berikan donut kepadanya.' Dr.Christianson berkata, 'Ok Steve. Jason , kamu mau donut?' Jason yang baru masuk ke kelas dan tidak tahu apa-apa menjawab, 'Ya, tentu saja, berikan saya donut.'&lt;br /&gt;Steve melakukan 10 push up dengan sangat perlahan dan bersusah payah. Jason yang kebingungan diberikan satu donut. Dr. Christianson sudah selesai dengan baris ke-empat dan mulai ke tempat siswa-siswa dari kelas lain yang duduk di tangga.&lt;br /&gt;Tangan Steve sudah mulai gemetaran dan ia harus bergumul untuk mengangkat dirinya melawan tarikan gravitas. Di waktu ini, keringatnya bercucuran, dan tidak kedengaran apa-apa kecuali bunyi nafasnya yang kencang. Mata setiap orang di kelas itu mulai basah. Dua siswa terakhir adalah dua siswa perempuan yang sangat popular, Linda dan Susan.&lt;br /&gt;Dr. Christianson pergi ke Linda , ' Linda , apakah kamu mau donut?' Linda dengan sedih berkata, 'Tidak, terima kasih'&lt;br /&gt;Professor Christianson dengan perlahan bertanya, 'Steve, maukah kamu melakukan 10 push up supaya Linda bisa mendapatkan donut yang tidak ia mau?' Dengan pergumulan yang berat, Steve dengan perlahan melakukan push-up untuk Linda . Lalu Dr Christianson berpaling kepada siswa yang terakhir,Susan. 'Susan, kamu mau donut ini?' Susan dengan air mata yang berlinangan di pipinya mulai menangis. 'Dr Christianson, mengapa saya tidak boleh membantunya? '&lt;br /&gt;Dr. Christianson, dengan mata yang berkaca-kaca berkata, 'Tidak, Steve harus melakukannya sendiri; saya telah memberinya tugas itu dan ia bertanggungjawab untuk memastikan setiap orang mempunyai kesempatan untuk mendapat donut itu, tidak kira apakah mereka menginginkannya atau tidak. Hanya Steve seorang saja yang mempunyai nilai yang sempurna. Setiap orang telah gagal dalam ujian mereka, mereka entah bolos kelas atau memberikan saya tugas yang di bawah standar. Steve memberitahu saya di latihan football, saat seorang pemain buat salah, ia harus buat push up. Saya memberitahu Steve bahwa tidak seorang pun dari kalian yang boleh datang ke pesta saya melainkan ia membayar harga dengan melakukan push up bagi kalian. Steve dan saya telah membuat perjanjian demi kalian semua.'&lt;br /&gt;'Steve, maukah kamu membuat 10 push up supaya Susan bisa mendapatkan donut?' Steve dengan sangat perlahan melakukan 10 push up yang terakhirnya. Ia tahu ia sudah menyelesaikan semua yang harus dia lakukan. Secara total, Steve telah melakukan 350 push up, tangannya tidak tahan lagi dan ia jatuh tersungkur ke lantai. Dr. Christianson lalu berpaling ke kelas dan berkata, 'Dan, demikianlah, Juru Selamat kita, Yesus Kristus, di atas kayu salib, ia telah melakukan semua yang dibutuhkan olehnya. Ia menyerahkan semuanya. Dan seperti mereka yang ada di ruangan ini, banyak di antara kita yang membiarkan hadiah itu begitu saja di atas meja, sama sekali tidak kita jamah.'&lt;br /&gt;Dua siswa mengangkat Steve dari lantai untuk duduk di kursi, walaupun sangat lelah secara fisik, Steve tersenyum bahagia. 'Engkau sudah berbuat dengan baik, hambaku yang baik dan setia,' kata professor dan ia menambahkan, 'Tidak semua khotbah disampaikan dengan kata-kata.' Berpaling kepada kelas, profesor berkata, 'Harapan saya adalah kalian dapat memahami dan sepenuhnya mengerti akan semua kekayaan kasih karunia dan rahmat yang telah diberikan kepada kalian lewat pengorbanan Yesus Kristus. Allah tidak menyayangkan putra satu-satu-Nya, tetapi menyerahkan dia untuk kita semua. Apakah kita memilih untuk menerima menolak karunia-Nya, harganya sudah lunas dibayar.'&lt;br /&gt;'Apakah kita akan menjadi orang yang bodoh dan yang tidak bersyukur dengan meninggalkan hadiah itu di atas meja?'&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-5402317338784036450?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/5402317338784036450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=5402317338784036450&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5402317338784036450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5402317338784036450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/11/push-up-yang-sangat-berarti.html' title='Push Up yang sangat berarti'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-8423040474215788653</id><published>2008-11-27T00:46:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T00:52:48.742-08:00</updated><title type='text'>Dua Orang Negro</title><content type='html'>Dua negro dalam Lift  Baru-baru ini di Atlantic City - AS,&lt;br /&gt;seorang wanita memenangkan sekeranjangkoin dari mesin judi. Kemudian ia bermaksud makan malam bersamasuaminya. Namun, sebelum itu ia hendak menurunkan sekeranjang koin tersebut di kamarnya.&lt;br /&gt;Maka ia pun menuju lift. Waktu ia masuk lift sudah ada 2 orang hitam di dalamnya. Salah satunya sangat besar . . . Besaaaarrrr sekali. Wanita itu terpana.&lt;br /&gt;Ia berpikir, "Dua orang ini akan merampokku."&lt;br /&gt;Tapi pikirnya lagi, "Jangan menuduh, mereka sepertinya baik dan ramah."&lt;br /&gt;Tapi rasa rasialnya lebih besar sehingga ketakutan mulai menjalarinya. Ia berdiri sambil memelototi kedua orang tersebut. Dia sangat ketakutan dan malu. Ia berharap keduanya tidak dapat membaca pikirannya, tapi Tuhan,mereka harus tahu yang saya pikirkan!&lt;br /&gt;Untuk menghindari kontak mata, ia berbalik menghadap pintu lift yang mulai tertutup. Sedetik . . . duadetik . . . dan seterusnya.Ketakutannya bertambah! Lift tidakbergerak! Ia makin panik! Ya Tuhan, saya terperangkap dan mereka akan merampok saya. Jantungnya berdebar,keringat dingin mulai bercucuran.&lt;br /&gt;Lalu, salah satu dari mereka berkata, "Hit the floor" (TekanLantainya). Saking paniknya, wanitaitu tiarap di lantai lift dan membuat koin berhamburan dari keranjangnya.Dia berdoa, ambillah uang saya dan biarkanlah saya hidup.&lt;br /&gt;Beberapa detik berlalu. Kemudian dia mendengar salah seorang berkata dengan sopan, "Bu, kalau Anda mau mengatakan lantai berapa yang Anda tuju, kami akan menekan tombolnya." Pria tersebut agak sulit untuk mengucapkan kata-katanya karena menahan diri untuk tertawa.Wanita itu mengangkat kepalanya dan melihat kedua orang tersebut.Merekapun menolong wanita tersebut berdiri.&lt;br /&gt;"Tadi saya menyuruh teman saya untuk menekan tombol lift dan bukannya menyuruh Anda untuk tiarap dilantai lift," kata seorang yang bertubuh sedang.&lt;br /&gt;Ia merapatkan bibirnya berusaha untuk tidak tertawa. Wanita ituberpikir , "Ya Tuhan, betapa malunya saya. Bagaimana saya harus meminta maaf kepada mereka karena saya menyangka mereka akan merampokku."&lt;br /&gt;Mereka bertiga mengumpulkan kembali koin-koin itu ke dalam keranjangnya.Ketika lift tiba di lantai yang dituju wanita itu, mereka berniat untuk mengantar wanita itu ke kamarnya karena mereka khawatir wanita itu tidak kuat berjalan di sepanjang koridor. Sesampainya di depan pintu kamar, kedua pria itu mengucapkan selamat malam, dan wanita itu mendengar kedua pria itu tertawa sepuas-puasnya sepanjang jalan kembali ke lift.&lt;br /&gt;Wanita itu kemudian berdandan dan menemui suaminya untuk makan malam.Esok paginya bunga mawar dikirim kekamar wanita itu, dan di setiap kuntum bunga mawar tersebut terdapat lipatan uang sepuluh dolar.&lt;br /&gt;Pada kartunya tertulis: "Terima kasih atas tawa terbaik yang pernah kita lakukan selama ini."Tertanda:&lt;br /&gt;&gt; Eddie Murphy&lt;br /&gt;&gt; Michael Jordan (Eddie Murphy adalah bintang film Holywood, dan Michael Jordan adalah bintang basket NBA)&lt;br /&gt;* * * *Sikap hidup kita sangatlah menentukan kehidupan kita. Sikap yang positif dalam menanggapi persoalan hidup akan sangat berpengaruh bagi kebahagiaan kita. Pikiran yang negatif akan membawa kita terperosok jatuh semakin dalam karena kita melihat segala sesuatu adalah penderitaan.Namun, pikiran yang positif membawa kita kepada hal-hal yang positif pula.Positif dalam menghadapi kehidupan yang serba ini, positif dalam sikap kita kepada sesama, positif merencanakan hari esok dan positif  juga terhadap diri sendiri. Tuhan menciptakan kita luar biasa. Bersama Tuhan kita sanggup melakukan perkara-perkara besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-8423040474215788653?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/8423040474215788653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=8423040474215788653&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/8423040474215788653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/8423040474215788653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/11/dua-orang-negro.html' title='Dua Orang Negro'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-1770647532358875615</id><published>2008-06-18T20:56:00.000-07:00</published><updated>2008-06-18T21:01:49.402-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Pelajaran yang Berarti</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SFnaIDy4VSI/AAAAAAAAALE/w3qMdmgiJno/s1600-h/catsbckgrnd.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213437875650581794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SFnaIDy4VSI/AAAAAAAAALE/w3qMdmgiJno/s200/catsbckgrnd.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebuah Pelajaran Untuk Disampaikan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Namanya Ny. Thompson. Ia berdiri di depan ruang kelas 5 pada hari pertama tahun pengajaran, dan berbohong kepada murid-muridnya. Seperti kebanyakan pengajar, ia memandang ke seluruh murid dan berkata bahwa ia memperhatikan seluruh murid dengan adil. Tetapi hal itu tidak mungkin, karena di barisan depan, ada seorang anak yang duduk dengan menggelesot namanya Teddy Stoddard. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ny. Thompson sudah mengawasi Teddy setahun sebelumnya dan ia memperhatikan bahwa dia tidak bisa bermain dengan baik dengan anak-anak yang lain karena bajunya morat marit dan terlihat selalu perlu untuk dimandikan. Dan Teddy bisa jadi tidak suka. Itu semua mendapat penilaian, dimana Ny.Thompson kenyataannya akan memberikan tanda khusus di laporan Teddy dengan tinta merah besar, membuat X tebal dan memberi tanda F besar di atas kertas laporan Teddy. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di sekolah tempat Ny.Thompson mengajar, ia diminta untuk melihat ulang catatan murid-muridnya di tahun sebelumnya, dan ia membiarkan cacatan Teddy di giliran terakhir. Saat membaca catatan Teddy ia terkejut. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Guru kelas satu Teddy menulis,Teddy adalah anak yang cemerlang dan ceria. Ia mengerjakan perkerjaannya dengan rapi dan memiliki hal-hal yang baik. Ia membawa kegembiraan bagi sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Guru kelas duanya menulis, Teddy adalah murid yang sempurna, sangat disukai oleh seluruh temannya, tetapi ia terganggu karena ibunya sakit stroke dan untuk tinggal di rumah adalah suatu perjuangan bagi Teddy.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Guru kelas tiganya menulis, Ia mendengar kematian ibunya. Ia berusaha untuk melakukan yang terbaik, tetapi ayahnya tidak menunjukkan ketertarikannya dan kehidupan di rumah akan segera mempengaruhinya jika tidak ada langkah-langkah yang dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Guru kelas empat Teddy menulis, Teddy menjadi mundur dan tidak tertarik ke sekolah. Ia tidak punya banyak teman dan terkadang tertidur di kelas. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah itu, Ny. Thompson menyadari masalahnya dan dia malu terhadap dirinya sendiri. Ia merasa tidak enak ketika murid-muridnya membawa hadiah natal, dibungkus dengan pita-pita yang indah dan kertas yang menyala, kecuali pemberian Teddy. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hadiah dari Teddy kumal bentuknya dan dibungkus dengan kertas coklat yang diambil dari tas belanja. Ny.Thompson dengan terharu membuka kado Tedy ditengah-tengah kado yang lain. Anak-anak mulai tertawa saat ia menemukan gelang batu dimana beberapa batunya hilang, dan sebuah botol yang berisi parfum setengahnya.Tetapi ia menyuruh murid-muridnya diam dan menyatakan bahwa gelang pemberian Teddy sangat indah, serta mengoleskan parfum di pergelangan tangannya. Setelah sekolah usai, Teddy Stoddard tetap tinggal, menunggu cukup lama untuk mengatakan, Ny. Thompson, hari ini bau wangi anda seperti ibu saya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah murid-muridnya pergi, Ny.Thompson menangis hampir selama satu jam. Hari berikutnya Ny.Thompson berhenti untuk mengajar membaca, menulis dan aritmatika. Sebagai gantinya ia mulai mengajar anak didiknya.Ny. Thompson memberi perhatian khusus kapada Teddy. Selama bekerja dengannya, pikiran Teddy mulai hidup. Semakin ia mendorong Teddy, semakin cepat Teddy memberikan tanggapan.Di akhir tahun, Teddy menjadi anak terpandai di kelas, akan tetapi Ny. Thompson jadi berbohong dengan mengatakan bahwa ia akan memperhatikan murid-muridnya secara adil, karena Teddy telah menjadi murid kesayangannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Satu tahun berlalu, Ny. Thompson menemukan sebuah surat dibawah pintu, dari Teddy, yang mengatakan bahwa ia adalah guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Enam tahun berlalu sebelum ia menerima surat yang lain dari Teddy. Ia menulis sudah menamatkan SMU, ranking tiga di kelas, dan Ny.Thompson tetap guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Empat tahun berikutnya, ia menerima surat yang lain, mengatakan bahwa saat orang memikirkan banyak hal, ia tetap tinggal di sekolah dan mempertahankannya, dan segera lulus dari akademi dengan penghargaan tertinggi. Dia meyakinkan Ny. Thompson, bahwa dia tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kemudian empat tahun berlalu dan surat yang lain datang lagi.Saat ini dia menjelaskan setelah menyelesaikan gelar sarjananya, dia memutuskan untuk melanjutkan sedikit lagi. Surat itu menjelaskan bahwa Ny. Thompson tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya. Tetapi namanya telah sedikit lebih panjang surat ditandatangani oleh Theodore F. Stoddard, MD. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kisahnya tidak berakhir disini. Masih ada surat lagi pada musin semi itu. Teddy berkata bahwa ia bertemu dengan seorang gadis dan merencanakan untuk menikah. Ia mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu dan dia berharap Ny. Thompson bersedia duduk di kursi yang biasanya disediakan untuk ibu pengantin. Tentu saja Ny. Thompson bersedia. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dan coba tebak apa berikutnya? Ny. Thompson mengenakan gelang batu dimana beberapa batunya telah hilang. Dan ia memastikan memakai parfum yang diingat Teddy dipakai ibunya pada Natal sebelumnya bersama-sama. Mereka berpelukan, dan Dr. Stoddard berbisik di telinga Ny. Thompson, Terima kasih Ny. Thompson, anda mempercayai saya. Terima kasih karena sudah membuat saya merasa begitu penting dan memperlihatkan bahwa saya dapat membuat perubahan. Ny. Thompson dengan air mata berlinang, balik berbisik. Ia berkata,Teddy, semua yang kamu katakan keliru. Kamu adalah orang yang telah mengajari bahwa aku dapat membuat perubahan. Aku sungguh-sungguh tidak tahu bagaimana caranya mengajar sampai bertemu denganmu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;=======================&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hangatkan hati seseorang hari ini. Tolong ingatlah bahwa kemana pun kamu pergi, apa pun yang kamu lakukan, kamu akan punya kesempatan untuk menyentuh atau merubah diri seseorang.Cobalah lakukan hal itu dengan cara yang positif. Teman adalah malaikat yang mengangkat kita ke atas kaki kita, saat sayap kita bermasalah untuk mengingat bagaimana caranya terbang. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-1770647532358875615?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/1770647532358875615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=1770647532358875615&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1770647532358875615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1770647532358875615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/06/sebuah-pelajaran-yang-berarti.html' title='Sebuah Pelajaran yang Berarti'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SFnaIDy4VSI/AAAAAAAAALE/w3qMdmgiJno/s72-c/catsbckgrnd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-8647675753599430732</id><published>2008-06-13T23:33:00.000-07:00</published><updated>2008-06-13T23:41:38.965-07:00</updated><title type='text'>Racun yang Mematikan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SFNoBsbq2RI/AAAAAAAAAK8/AFlbeDui7Oo/s1600-h/ArcticLove-.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211623572114168082" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SFNoBsbq2RI/AAAAAAAAAK8/AFlbeDui7Oo/s200/ArcticLove-.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dahulu kala dinegeri Cina adalah seorang gadis bernama Li-li.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ia baru menikah dan tinggal di rumah mertuanya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam waktu singkat ia tahu bahwa ia sangat tidak cocok tinggal serumah bersama ibu mertuanya, karakter mereka sangat jauh berbeda. Dan Li-li sangat tidak menyukai kebiasaan ibu mertuanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari berganti hari, bulan berganti bulan Li-li dan ibu mertuanya tidak pernah berhenti berdebat dan bertengkar. Yang paling Li-li kesal adalah adat kuno Cina yang mengharuskan ia harus selalu menundukkan kepala untuk menghormati mertuanya dan mentaati segala kemauannya. Semua kemarahan dan ketidak bahagiaan didalam rumah itu menyebabkan kesedihan yang mendalam pada hati suami Li-li yang berjiwa sederhana.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Akhirnya Li-li merasa tidak tahan lagi terhadap sifat buruk dan kelakuan ibu mertuanya dan ia benar-benar bertekad untuk melakukan sesuatu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Li-li menjumpai seorang teman ayahnya seorang sinshe yang bernama Wang yang mempunyai Toko Obat Cina. Ia menceritakan semua situasinya dan minta dibuatkan ramuan racun yang kuat untuk diberikan kepada ibu mertuanya. Sinshe Wang berpikir keras sejenak lalu ia berkata:"Li-li,saya mau membantu kamu menyelesaikan masalahmu tapi kamu harus mendengarkan saya dan mentaati apa yang saya sarankan."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Baik,saya akan mengikuti apa yang bapak katakan"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sinshe Wang masuk kedalam dan tak lama ia kembali dengan menggenggam sebungkus ramuan. "Kamu tidak bisa memakai racun yang keras yang mematikan seketika untuk menyingkirkan mertuamu karena hal itu akan membuat semua orang curiga.Oleh karena itu saya memberi kamu ramuan beberapa jenis tanaman obat yang secara perlahan-lahan akan menjadi racun ditubuhnya."Sinshe Wang melanjutkan,"Setiap hari, sediakan makanan yang enak-enak dan masukan sedikit ramuan obat ini kedalamnya, lalu supaya tidak ada yang curiga saat ia akan mati, kamu harus hati-hati sekali dan bersikap sangat bersahabat dengannya, jangan berdebat dengannya, taati semua kehendaknya dan perlakuan dia seperti seorang ratu."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Li-li sangat senang. Ia berterimakasih kepada Sinshe Wang dan buru-buru pulang kerumah untuk melaksanakan niatnya membunuh sang ibu mertua. Minggu demi minggu bulan demi bulan berganti, setiap hari li-li melayani mertuanya dengan makanan yang enak-enak yang sudah "dibumbuinya".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ia mengingat pesan sinshe Wang tentang mencegah kecurigaan, maka ia mulai belajar untuk mengendalikan amarahnya, mentaati perintah ibu mertuanya dan memperlakukannya seperti ibu kandungnya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah enam bulan berlalu, suasana di dalam rumah berubah drastis. Li-li sudah mampu mengendalikan amarahnya sedemikian rupa sehingga ia menemukan dirinya tidak lagi sering marah-marah atau kesal. Ia tidak pernah lagi berdebat dengan ibu mertuanya. Selama enam bulan terakhir ia mendapatkan ibu mertuanya kini lebih ramah padanya. Sikap sang ibu mertua terhadap Li-li telah berubah dan mulai mencintai Li-li seperti puterinya sendiri. Ia terus menceritakan kepada kawan-kawannya dan sanak familinya bahwa Li-li adalah menantu yang paling baik yang ia peroleh. Li-li dan ibu mertuanya saling memperlakukan satu sama lain seperti layaknya seorang ibu dan anak sesungguhnya. Suami Li-li sangat bahagia menyaksikan semua yang terjadi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suatu hari Li-li pergi menjumpai sinshe Wang dan meminta bantuannya sekali lagi.Ia berkata,"Pak Wang, tolong saya untuk mencegah supaya racun yang saya berikan kepada ibu mertua saya janagn sampai membunuhnya!"ia telah berubah menjadi seorang ibu yang begitu baik sehingga saya sangat mencintainya seperti ibu saya sendiri. Saya tidak mau ia mati karena racun yang saya berikan padanya.."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sinshe Wang tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya:"Li-li,tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Saya tidak pernah memberi kamu racun. Ramuan yang saya berikan kepadamu hanyalah ramuan penguat badan untuk menjaga kesehatan beliau. Satu-satunya racun yang ada adalah yang terdapat didalam pikiranmu sendiri dan didalam sikapmu terhadapnya.."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Tetapi semuanya telah disapu bersih dengan cinta yang kamu berikan kepadanya.."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;===========================&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sadarkah anda bahwa sebagaimana anda memperlakukan orang lain maka demikianlah persis bagaimana mereka akan memperlakukan anda?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah Cina kuno berkata :"Orang yang mencintai orang lain akan dicintai juga sebagai balasannya."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-8647675753599430732?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/8647675753599430732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=8647675753599430732&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/8647675753599430732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/8647675753599430732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/06/racun-yang-mematikan.html' title='Racun yang Mematikan'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/SFNoBsbq2RI/AAAAAAAAAK8/AFlbeDui7Oo/s72-c/ArcticLove-.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-2899903551659099083</id><published>2008-06-06T03:34:00.000-07:00</published><updated>2008-06-06T03:43:50.208-07:00</updated><title type='text'>Catatan Harian Seorang Pramugari</title><content type='html'>Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yangmembuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.&lt;br /&gt;Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.&lt;br /&gt;Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya. Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah,kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir.&lt;br /&gt;Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik,putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali ke desa,sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya diPeking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknyabersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya,ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk,akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar,saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakan makanannya dikantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata seorang desa menjadi begitu berharga.Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami,mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.&lt;br /&gt;Selama 5tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.&lt;br /&gt;Bersyukurlah senantiasa atas apa yang kamu dapat hari ini. Karena Tuhan membuat apa yang ada pada hari ini demikian indahnya untuk bisa kita nikmati dan syukuri. God bless&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-2899903551659099083?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/2899903551659099083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=2899903551659099083&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2899903551659099083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2899903551659099083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/06/catatan-harian-seorang-pramugari.html' title='Catatan Harian Seorang Pramugari'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-328508609848241115</id><published>2008-02-21T04:43:00.000-08:00</published><updated>2008-02-21T04:47:56.331-08:00</updated><title type='text'>Botol Acar</title><content type='html'>Sejauh sepengingatanku, botol acar terletak di lantai bersebelahan dengan lemari pakaian di kamar tidur orang tuaku. Apabila papa hendak tidur, dia akan mengosongkan isi kantongnya dan menjatuhkan semua uang recehnya ke dalam botol itu. Ketika koin-koin itu jatuh ke dalam botol yang masih kosong, mereka akan berbunyi sangat nyaring. Kemudian bunyinya perlahan akan melemah ketika botol telah terisi. Aku selalu jongkok di lantai di depan botol acar itu dan mengagumi bulatan tembaga dan perak yang berkilauan ketika matahari masuk melalui jendela seperti sebuah harta karun. Pada saat botol itu sudah terisi penuh, papa akan duduk di meja dapur dan memutar koin-koin itu sebelum dibawa ke bank.&lt;br /&gt;Membawa koin ke bank selalu merupakan pekerjaan besar. Tertumpuk rapi di sebuah kotak kecil, uang-uang itu diletakkan diantara kursi papa dan kursiku di truk tuanya.&lt;br /&gt;Setiap saat selama kami menuju ke bank, papa akan memandang penuh harap kepadaku. "Koin-koin itu akan membawamu jauh dari pabrik textile ini, Nak. Kamu akan lebih baik dari pada aku. Kota dengan pabrik tua ini tidak akan bisa menahanmu." Dan juga, setiap saat ketika dia membawa kotak yang berisi uang logam tersebut melewati counter menuju teller, dia akan tersenyum dengan bangga.&lt;br /&gt; "Ini adalah uang untuk biaya sekolah anakku. Dia tidak akan mengabdikan hidupnya di pabrik ini seperti aku."&lt;br /&gt;Kamipun selalu merayakan setiap tabungan dengan membeli es krim. Aku selalu membeli rasa coklat dan papa selalu rasa vanilla. Ketika kasir di tempat es krim memberi kembalian kepada papa, dia akan menunjukkan kepadaku koin-koin yang ada di telapak tangannya. "Begitu kita tiba di rumah, kita akan mulai mengisi botol lagi."&lt;br /&gt;Dia selalu membiarkanku menjatuhkan koin pertama kedalam botol yang kosong. Pada saat koin-koin itu bergemerincingan dengan gembiranya di botol, kamipun saling tersenyum. "Kamu akan kuliah dari setiap 1 sen, 5 sen, 10 sen dan 25 sen ini", katanya. "Tapi kamu pasti berkuliah. Saya dapat melihatnya." Tahun-tahun berganti dan aku menyelesaikan kuliah kemudian bekerja di kota lain. Suatu kali, ketika mengunjungi orang tuaku, aku memakai telepon yang ada di kamar mereka dan memperhatikan bahwa botol acar itu sudah tidak ada lagi. Botol itu sudah berubah fungsi ke fungsi dasarnya dan telah dipindahkan. Perasaanku tersumbat pada tenggorokanku pada saat aku melihat tempat kosong di sebelah lemari pakaian, tempat dimana botol acar itu selalu berada.&lt;br /&gt;Papa adalah seorang yang sangat jarang bicara dan tidak pernah mengajariku mengenai harga kebulatan tekad, ketekunan dan keyakinan. Dengan botol acar inilah dia menunjukkan perbuatan-perbuatan baiknya itu, ini lebih berharga dibandingkan kata-kata yang muluk-muluk. Ketika aku menikah, aku menceritakan kepada isteriku mengenai botol acar yang tidak berharga yang mempunyai peranan penting saat aku masih muda. Dalam pikiranku, itu membuktikan lebih dari apapun betapa papa sangat mencintaiku. Tidak peduli bagaimana beratnya keadaan di rumah, papa terus menetapkan hati untuk menjatuhkan koin ke dalam botol. Bahkan ketika papa dipecat dari pabrik dan mama hanya menyajikan biji-bijian yang dikeringkan beberapa hari dalam seminggu, tidak pernah sesen pun diambil dari botol. Sebaliknya, saat papa memandangiku diseberang meja, dia menjadi semakin meyakinkan dirinya untuk menemukan jalan keluar bagiku.&lt;br /&gt;"Ketika kamu sudah lulus kuliah Nak," dia berkata padaku dengan mata yang berkaca-kaca, "Kamu tidak akan pernah makan biji-bijian lagi.. kecuali kalau kamu memang menginginkannya".&lt;br /&gt; Natal pertama setelah anak kami, Jessica lahir, kami menghabiskan liburan bersama orang tuaku. Setelah makan malam, mama dan papa duduk berdampingan di sofa, mengemong cucu pertama mereka. Jessica mulai merengek pelan dan Susan mengambilnya dari tangan papa. "Mungkin popoknya harus diganti." katanya, menggendong Jessica ke kamar orangtuaku untuk mengganti popok. Ketika Susan kembali ke ruang keluarga, ada pandangan aneh di matanya. Dia memberikan Jessica kembali kepada papa sebelum menarik tanganku dan membawaku ke kamar. "Lihat", dia berkata lirih, matanya menuntunku melihat ke lantai di sebelah lemari pakaian. Sangat menakjubkan, disana, seperti tidak pernah dipindahkan, berdiri botol acar tua, di dasarnya sudah dipenuhi dengan koin-koin. Aku mendekati botol acar tersebut, merogoh isi kantongku dan menarik segenggam penuh koin. Dengan penuh perasaan, kujatuhkan koin-koin itu kedalam botol acar.&lt;br /&gt;Aku mengangkat pandangan dan melihat papa menggendong Jessica masuk perlahan ke dalam kamar. Kami beradu pandangan, dan aku tahu dia merasakan perasaan yang sama denganku. Tidak ada satupun dari kami yang mampu bicara. Ini sangat menyentuh hatiku...&lt;br /&gt;Aku tahu ini juga menyentuh hatimu. Terkadang kita terlalu sibuk menambah daftar penderitaan kita sehingga lupa menghitung berkat-berkat kita. Penderitaan selalu membawa kita melihat ke belakang. Kekhawatiran mengintai di sekeliling kita. Iman selalu membawa kita kepada PENGHARAPAN.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-328508609848241115?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/328508609848241115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=328508609848241115&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/328508609848241115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/328508609848241115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/02/botol-acar.html' title='Botol Acar'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-2253956365182787328</id><published>2008-02-21T04:22:00.000-08:00</published><updated>2008-02-21T04:31:48.613-08:00</updated><title type='text'>Sang Pelindung Sungai</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R71vHmUnCEI/AAAAAAAAAKg/5torA7fH3bQ/s1600-h/Waterview2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169410123627956290" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R71vHmUnCEI/AAAAAAAAAKg/5torA7fH3bQ/s200/Waterview2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R71u0mUnCDI/AAAAAAAAAKY/LZb5n9jl_jg/s1600-h/Water+lilies.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Takhyul adalah cara yang digunakan orang untuk merasionalisasikan hal yang tidak diketahui.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada jaman dahulu, orang percaya bahwa segala sesuatu memiliki pelindung. Kepercayaan tersebut sering dimanipulasi oleh orang jahat demi keuntungan mereka sendiri. Peristiwa yang menarik ini terjadi pada masa perang antar negara bagian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suatu ketika, seorang walikota yang baru saja dilantik bernama Shiman Bau tiba di kediamannya dan dengan ramah mengundang beberapa sesepuh ke kantornya. Dengan sopan ia meminta saran-saran mereka mengenai urusan-urusan setempat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Tuan, ada satu hal yang khususnya merisaukan kami", salah seorang sesepuh berucap dengan penuh kekhawatiran. "Setiap tahun, pemerintah kota mengharuskan kita untuk membayar pajak khusus untuk pernikahan pelindung sungai. Ribuan uang telah terkumpul, namun mereka menggunakan kurang dari 10% dari uang itu untuk praktek yang aneh tersebut. Sisanya dibagi diantara beberapa pejabat dan dukun. Yang lebih buruk lagi,beberapa bulan sebelum upacaranya, mereka menangkap beberapa gadis cantik sebagai "pengantin perempuan" bagi sang pelindung sungai. Pada hari 'pernikahan' itu, para pengantin perempuan yang malang itu didandani dan ditempatkan pada sebuah ranjang kayu di sungai. Mereka tenggelam sampai ke dasar dan tidak pernah muncul lagi. Bukan hanya itu,para dukun tersebut mengancam bahwa jika kita tidak menghormati adat ini,sang pelindung sungai akan marah dan air sungai akan meluap, sehingga banyak orang akan tenggelam dan ladang-ladang akan rusak. Para pejabat setempat berada di pihak para dukun itu, melindungi mereka. Apa yang dapat kita lakukan?".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Adat yang menarik," kata sang walikota. "Saya terpesona. Saya ingin melihatnya sendiri. Lain kali, tolong saya diberitahu. Saya pribadi akan menghadiri upacara itu".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Para sesepuh itu terkejut. Setelah berbincang-bincang tentang beberapa masalah sepele lainnya yang juga penting, dengan gembira walikota itu mengantar mereka keluar dari kantornya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Orang-orang tua itu bingung,mereka tidak tahu apakah mereka harus memuji atau mengutuk walikota ini,yang tampak sangat tulus mendengarkan keluhan namun tidak menawarkan jalan keluar, bahkan tidak memberikan ucapan yang menenangkan mereka.Akhirnya mereka setuju bahwa walikota baru ini menginginkan bagian darik euntungan itu dan tidak akan melakukan apa-apa untuk menghentikan adat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Beberapa bulan kemudian walikota itu diundang sebagai tamu kehormatan pada festival pelindung sungai. Dengan sukacita ia menerimanya. Ribuan orang yang penasaran berkerumun di tepi sungai. Banyak pejabat pemerintah yang juga hadir.Sambil mengamati seorang dukun wanita berpakaian aneh, yang dikelilingi oleh beberapa asistennya, walikota itu dengan sopan membungkuk ke arahnya dan kemudian secara sambil lalu meneliti para pengantin perempuan yang ketakutan.Setelah inspeksi singkat ia berbalik dan berteriak kepada si dukun dalam nada jijik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Apakah kamu gila? Dimana matamu? Tidak bisakah kamu melihat bahwa gadis-gadis ini buruk rupa? Mempersembahkan gadis-gadis desa yang menjijikkan ini akan menjengkelkan pelindung sungai kita yang maha besar! Kita harus menunda upacara ini selama beberapa hari sampai kita dapat menemukan beberapa gadis cantik yang sesuai". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Karena belum pernah mendengar kecaman sekeras ini sebelumnya, semua orang terbengong dan terdiam seribu bahasa. Dengan menatap penuh ancaman, sang walikota meminta kepada dukun itu untuk memberitahu si pelindung sungai mengenai penundaan tersebut.Dengan segera para pengawal walikota menangkap si dukun dan meletakkannya di atas ranjang di sungai itu, yang langsung tenggelam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Walikota itu menunggu selama beberapa menit, dan kemudian menyatakan"Sungguh seorang wanita yang beruntung! Sang pelindung sungai telah menjamunya dengan baik. Ia pasti mabuk dan kehilangan arahnya. Kita butuh seseorang untuk mencarinya." Ia lalu memerintahkan pengawalnya untuk memilih salah seorang pembantu senior dukun itu dan menceburkannya ke dalam sungai.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah empat perlakuan serupa dilaksanakan, walikota itu menyatakan"Baiklah! Apa maunya mereka ini? Mengapa mereka tidak kembali? Mereka pasti adalah sekelompok pemabuk yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat dipercaya. Mungkin seorang laki-laki dapat melakukan tugas ini dengan lebih baik." Ia kemudian memerintahkan para pelayannya yang berotot untuk melemparkan beberapa pejabat pemerintah kedalam air.Setelah kepala mereka masuk ke dalam air untuk yang terakhir kalinya,walikota itu kembali menatap penuh cela kepada para pejabat lainnya yangterlibat, yang tampak sangat ketakutan sehingga mereka segera berlutut dan memohon ampun. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sambil tersenyum dingin, ia memeriksa mereka dengan teliti dan dengan tenang meninggalkan tempat itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sejak hari itu, tidak ada seorang pun yang berani menyinggung tentang upacara itu lagi, dan masalah pajak itu dengan sendirinya terlupakan.Para warga setempat bergembira atas sikap cerdik walikota mereka.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-2253956365182787328?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/2253956365182787328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=2253956365182787328&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2253956365182787328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2253956365182787328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/02/sang-pelindung-sungai.html' title='Sang Pelindung Sungai'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R71vHmUnCEI/AAAAAAAAAKg/5torA7fH3bQ/s72-c/Waterview2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-8957231952444389947</id><published>2008-01-29T21:59:00.000-08:00</published><updated>2008-01-29T22:22:59.314-08:00</updated><title type='text'>Uang Palsu yang menyelamatkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R6AXrPG2FQI/AAAAAAAAAKQ/wVPrBg7-i40/s1600-h/fries%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R6AXrPG2FQI/AAAAAAAAAKQ/wVPrBg7-i40/s200/fries%5B1%5D.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161151204523644162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Sebuah kisah yang amat menggugah hati orang terjadi di propinsi Ciang Si kota Nan Chang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Pada tahun 1938 bertepatan masa peperangan dimana Presiden Ciang Kai Sek yang saat itu masih menjabat sebagai komandan laskar yang bertempat di Nan Chang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat waktu luang ,banyak tentara pergi berbelanja keperluan sehari-hari.Saat itu mata uang yang digunakan adalah Yen. Kaum wanita yang sudah berusia lanjut dan lemah tampak berjajaran di sepanjang jalan menjual handuk dan kaos kaki bagi keperluan tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seorang nenek tua menangis terisak-isak di sebuah jalan.Orang yang lewat menanyai sebabnya, rupanya seseorang telah membeli banyak sekali dagangannya dengan uang Yen palsu. Ketika sadar uang itu palsu, si pembeli sudah lenyap entah kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan lewat seorang tentara yang baru mendapat gajian dan berbelanja di sekitar jalan itu. Melihat sang nenek sangat sedih, maka dia menghiburnya, "Tak usah sedih Nek,gaji saya cukup. Tukarkan uang palsumu kepada saya sebagai kenang-kenangan. Nah,ini ambillah. Semoga dapat menjadi modal usahamu kelak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mana boleh? Mana mungkin saya menerima sementara anda yang mengorbankan uangmu". Si Nenek terus bersikeras tidak mau menerima tawaran si tentara tapi karena tak tega menolak ketulusannya, akhirnya menerima juga dengan ucapan terima kasih yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa bulan si Tentara berdinas kembali ke kota Nan Chang dan mencari Nenek yang malang itu. Dia berkata bahwa kepingan Yen palsu itu telah menyelamatkan nyawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya ketika dia berada di barisan depan dalam medan pertempuran,tiba-tiba sebuah peluru menghantam ke dadanya. Tamat sudah kali ini,pikirnya hingga pingsan karena ketakutan. Tapi begitu mata di buka,sakitnya tidak terasa. Dirabanya bagian dada tapi tak ada darah sedikitpun. Waktu menyentuh kepingan logam yang berada di kantong kirinya ternyata uang Yen palsu itu sudah cekung karena peluru itu.&lt;br /&gt;Rekan seperjuangannya menjadi tak habis berpikir, bagaimana mungkin peristiwa tersebut dapat terjadi. Berita itu meluas keseluruh kota Nan Chang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang perbuatan baik dan jahat tiada balasannya? Cuma karena waktu yang belum matang, hingga pembalasan karma belum tampak.&lt;br /&gt;Inilah salah satu kesaksian betapa pentingnya memupuk jasa pahala dan kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rejeki bersumber dari anugerah Tuhan. Berbuat jasa kebajikan tanpa menuntut pamrih. Manusia bekerja keras, Tuhan yang menentukan segalanya".&lt;br /&gt;Karena itu, menegakkan jasa kebajikan secara samar (tanpa diketahui orang) akan mendatangkan anugerah yang tak disangka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Demikianlah Hukum Karma itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-8957231952444389947?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/8957231952444389947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=8957231952444389947&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/8957231952444389947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/8957231952444389947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/uang-palsu-yang-menyelamatkan.html' title='Uang Palsu yang menyelamatkan'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R6AXrPG2FQI/AAAAAAAAAKQ/wVPrBg7-i40/s72-c/fries%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-2432666997025659286</id><published>2008-01-28T19:23:00.000-08:00</published><updated>2008-01-28T19:31:32.256-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R56d9fG2FPI/AAAAAAAAAKI/Q909_5u3Gks/s1600-h/Birds.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R56d9fG2FPI/AAAAAAAAAKI/Q909_5u3Gks/s200/Birds.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160735902660957426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Alkisah, seorang kakek di Baghdad pergi ke berbagai negeri mencari kebahagiaan. Di sebuah oase, dia melihat seekor burung pipit yang sangat indah. Dia berhasil menangkapnya. Burung ini ternyata bisa bicara. "Kakek, tolong lepaskan saya, nanti permintaan kakek akan saya penuhi," kata si burung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt; "Baik, kalau dapat menjawab pertanyaan saya, kamu saya lepaskan," kata si kakek.&lt;br /&gt;"Di mana, kapan, dan bagaimana memperoleh kebahagian?"&lt;br /&gt;"Pertama", jawab si burung, "jangan percaya siapa pun kecuali Tuhan.&lt;br /&gt;Kedua, jangan berharap sesuatu yang kamu tak akan sanggup mendapatkannya.&lt;br /&gt;Ketiga, jangan sesali masa lalumu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa puas, si kakek melepaskan burung itu. Tapi, begitu dilepas, siburung meledek kakek tua itu. "Dasar kakek bodoh," kata hewan itu.&lt;br /&gt;"Sebetulnya, kalau kakek tidak melepaskan saya, saya akan memberikan telur emas."&lt;br /&gt;Si kakek sangat menyesal dan mengejar burung itu. Hewan ini lalu hinggap diranting pohon cemara. Kakek yang penasaran ini lantas berusaha meraihnya dan... dia terjatuh lalu pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kakek ini siuman, burung tersebut mendekatinya. "Dasar manusia, baru beberapa menit saya beri petunjuk meraih kebahagiaan, kamu sudah lupa lagi. Ingat Kek, apa yang saya katakan tadi. Kakek jangan percaya pada siapapun kecuali Tuhan! Saya ini burung, mengapa Kakek percaya saya?"&lt;br /&gt;"Kedua, tadi saya katakan jangan berharap pada sesuatu yang kamu tidakdapat meraihnya. Lihat akibatnya Kakek jatuh dan pingsan."&lt;br /&gt;"Ketiga," lanjut si burung, "jangan sesali masa lalu. Mengapa Kakek menyesal? Bukankah apa yang kakek kerjakan, yakni melepaskan saya, sudah terjadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil terbang mengangkasa, burung ini mengaku malaikat utusan Tuhan untuk memberikan pelajaran kepada umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;*********************&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Semoga, kita bukanlah kakek bodoh yang menyesali masa lalu kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-2432666997025659286?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/2432666997025659286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=2432666997025659286&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2432666997025659286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2432666997025659286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/alkisah-seorang-kakek-di-baghdad-pergi.html' title=''/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R56d9fG2FPI/AAAAAAAAAKI/Q909_5u3Gks/s72-c/Birds.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-1919134353027498525</id><published>2008-01-28T19:11:00.000-08:00</published><updated>2008-01-28T19:21:54.440-08:00</updated><title type='text'>Si Murung dan Si Ceria</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R56aTfG2FOI/AAAAAAAAAKA/B8ye4fL5q7Q/s1600-h/Horse+Wallpaper.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R56aTfG2FOI/AAAAAAAAAKA/B8ye4fL5q7Q/s200/Horse+Wallpaper.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160731882571568354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; dua anak bernama Si Ceria dan Si Murung. Seperti namanya Ceria mempunyai sifat periang, selalu gembira dan tersenyum. Sebaliknya Murung mempunyai perangai yang cemberut, selalu sedih, dan jarang tersenyum.&lt;br /&gt;Suatu ketika orang tua mereka berpikiran untuk membuat Si Murung tersenyum gembira dan membuat Si Ceria menjadi sedih cemberut dan sedih. Mereka lalu berpikir untuk memberikan sesuatu yang menjadi kesukaan masing-masing anak.&lt;br /&gt;Si Murung menginginkan telepon genggam. Selama ini jika pergi dengan teman-temannya sering kali ia meminjam telepon genggam milik temannya. Orangtuanya membelikan sebuah telepon genggam terbaru supaya dia menjadi senang dan gembira.&lt;br /&gt;Sewaktu Murung pergi sekolah, telepon genggam itu dibungkus oleh orangtuanya dengan kertas kado yang bagus dan diletakkan di kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Sepulang sekolah, Murung segera masuk ke kamar dan melihat ada kado di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.Cepat-cepat ia membuka kado itu dan ia terkejut sekali ketika mendapatkan di dalamnya berisi telepon genggam. Wajahnya tersenyum, tapi tidak lama.Kemudian ia murung lagi karena ia takut kalau-kalau teman-temannya akan meminjam telepon genggamnya lalu menjadi rusak. Di benaknya selalu muncul pikiran yang negatif, sehingga kado itu menjadi beban baginya. Yang keluar dari mulutnya adalah omelan dan keluhan, bukannya ucapan terima kasih kepada orang tuanya.&lt;br /&gt;Di pihak lain, si Ceria senang sekali dengan kuda. Orang tuanya membungkus kotoran kuda dan diletakkan dalam kamar agar ia menjadi sedih dan murung.&lt;br /&gt;Sewaktu Ceria pulang ia juga terkejut melihat ada kado di kamarnya. Dengan sergap ia membuka pula kado itu. Betapa terkejutnya ia, ternyata yang didapatkan adalah kotoran kuda berbau busuk. Mukanya kebingungan sejenak.Tetapi ia segera berpikir, "Ah masa orang tuaku yang begitu mencintaiku memberi aku kotoran kuda, pasti ada sesuatu di balik hadiah ini."&lt;br /&gt;Kemudian ia lari kepada orang tuanya dan mencium mereka. Orang tuanya sangat bingung dan terkejut kemudian bertanya, "Lho kamu itu diberi kotoran kuda kok senang sih ?".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Lalu Ceria menjawab, "Papa, Mama, saya tahu kalian sangat mencintai saya, jadi tidak mungkin memberi kotoran kuda kepada saya, pasti kotoran kuda itu adalah sebuah tanda. Kalau ada kotoran kuda, berarti ada kudanya. Saya tahu bahwa kalian akan membelikan kuda pony buat saya"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;***&lt;br /&gt;Orang yang hidupnya merasa sangat dicintai akan selalu berpikir bahwa ia selalu akan menerima yang terbaik dalam hidupnya, walaupun dalam penderitaan. Sebaliknya orang yang pesimis merasa hidup ini menjadi beban penderitaan yang sangat panjang, sehingga ia selalu gelisah, takut, dan khawatir.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-1919134353027498525?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/1919134353027498525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=1919134353027498525&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1919134353027498525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1919134353027498525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/si-murung-dan-si-ceria.html' title='Si Murung dan Si Ceria'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R56aTfG2FOI/AAAAAAAAAKA/B8ye4fL5q7Q/s72-c/Horse+Wallpaper.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-2931221827597183906</id><published>2008-01-28T19:08:00.001-08:00</published><updated>2008-01-28T19:09:26.891-08:00</updated><title type='text'>Kisah Tentang Pohon Apel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R56Y0fG2FMI/AAAAAAAAAJw/7rsHJSe4_TY/s1600-h/forrest%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R56Y0fG2FMI/AAAAAAAAAJw/7rsHJSe4_TY/s200/forrest%5B1%5D.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160730250483995842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Suatu masa, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang dedaunan. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.&lt;br /&gt;Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.&lt;br /&gt;“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.&lt;br /&gt;“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”&lt;br /&gt;Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… Tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”&lt;br /&gt;Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.&lt;br /&gt;Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.&lt;br /&gt;“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.&lt;br /&gt;“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”&lt;br /&gt;“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel.&lt;br /&gt;Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.&lt;br /&gt;Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.&lt;br /&gt;“Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel.&lt;br /&gt;“Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”&lt;br /&gt;“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.” sahut pohon apel.&lt;br /&gt;Kemudian, anak lelaki itu memotong batang-batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.&lt;br /&gt;Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.&lt;br /&gt;“Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”&lt;br /&gt;“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.&lt;br /&gt;“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.&lt;br /&gt;“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”&lt;br /&gt;“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring! Peluklah akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.” jawab pohon apel.&lt;br /&gt;Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.&lt;br /&gt;—&lt;br /&gt;Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.&lt;br /&gt;Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-2931221827597183906?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/2931221827597183906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=2931221827597183906&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2931221827597183906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2931221827597183906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/kisah-tentang-pohon-apel_28.html' title='Kisah Tentang Pohon Apel'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R56Y0fG2FMI/AAAAAAAAAJw/7rsHJSe4_TY/s72-c/forrest%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-324306128014899296</id><published>2008-01-28T19:00:00.001-08:00</published><updated>2008-01-28T19:06:05.779-08:00</updated><title type='text'>Kentang dan Memaafkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R56YFPG2FLI/AAAAAAAAAJo/E-DO9i_h0Cw/s1600-h/cloudcloud%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R56YFPG2FLI/AAAAAAAAAJo/E-DO9i_h0Cw/s200/cloudcloud%5B1%5D.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160729438735176882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Suatu ketika, ada seorang guru yang meminta murid-muridnya untuk membawa satu kantung plastik bening ke sekolah. Lalu, ia meminta setiap anak untuk memasukkan beberapa kentang di dalamnya. Setiap anak,diminta untuk memasukkan sebuah kentang, untuk setiap orang yang tak mau mereka maafkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Mereka diminta untuk menuliskan nama orang itu, dan mencantumkan tanggal di dalamnya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; beberapa anak yang memiliki kantung yang ringan, walau banyak juga yang memiliki plastik kelebihan beban.&lt;br /&gt;Mereka diminta untuk membawa kantung bening itu siang dan malam. Kemana saja, harus mereka bawa, selama satu minggu penuh. Kantungitu, harus ada di sisi mereka kala tidur, di letakkan di meja saat belajar dan ditenteng saat berjalan.&lt;br /&gt;Lama-kelamaan kondisi kentang itu makin tak menentu. Banyak dari kentang itu yang membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Hampir semua anak mengeluh dengan pekerjaan ini.&lt;br /&gt;Akhirnya, waktu satu minggu itu selesai. Dan semua anak, agaknya banyak yang memilih untuk membuangnya daripada menyimpannya terus menerus.pekerjaan ini, setidaknya, memberikan hikmah spiritual yang besar sekali buat anak-anak. Suka-duka saat membawa-bawa kantung&lt;br /&gt;yang berat, akan menjelaskan pada mereka, bahwa, membawa beban itu,sesungguhnya sangat tidak menyenangkan. Memaafkan, sebenarnya, adalah pekerjaan yang lebih mudah, daripada membawa semua beban itu kemana saja kita melangkah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;***********&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Ini adalah sebuah perumpamaan yang baik tentang harga yang harus kita bayar untuk sebuah kepahitan yang kita simpan, dan dendam yang kita genggam terus menerus. Getir, berat, dan&lt;br /&gt;meruapkan aroma yang tak sedap,bisa jadi, itulah nilai yang akan kita dapatkan saat memendam amarah dan kebencian.&lt;br /&gt;Sering kita berpikir, memaafkan adalah hadiah bagi orang yang kita beri maaf. Namun, kita harus kembali belajar, bahwa pemberian itu, adalah juga hadiah buat diri kita sendiri. Hadiah, untuk&lt;br /&gt;sebuah kebebasan.Kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, dan kedegilan hati.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-324306128014899296?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/324306128014899296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=324306128014899296&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/324306128014899296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/324306128014899296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/kentang-dan-memaafkan_28.html' title='Kentang dan Memaafkan'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R56YFPG2FLI/AAAAAAAAAJo/E-DO9i_h0Cw/s72-c/cloudcloud%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-7878727157366748344</id><published>2008-01-25T19:16:00.000-08:00</published><updated>2008-01-25T19:22:46.968-08:00</updated><title type='text'>Keinginan Seorang Kakak</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5qnefG2FII/AAAAAAAAAJQ/V79TRnXAW4Q/s1600-h/angel%27s+kisses3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159620465294447746" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5qnefG2FII/AAAAAAAAAJQ/V79TRnXAW4Q/s200/angel%27s+kisses3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;It's a good story......&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Roy Angel adalah pendeta miskin yang memiliki kakak seorang milyuner. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Padatahun 1940, ketika bisnis minyak bumi sedang mengalami puncak, kakaknya menjual padang rumput di Texas pada waktu yang tepat dengan harga yang sangat tinggi. Seketika itu kakak Roy Angel menjadi kaya raya. Setelah itu kakak RoyAngel menanam saham pada perusahaan besar dan memperoleh untung yang besar.Kini dia tinggal di apartemen mewah di New York dan memiliki kantor di Wallstreet.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Seminggu sebelum Natal, kakaknya menghadiahi Roy Angel sebuah mobil baru yang mewah dan mengkilap.Suatu pagi seorang anak gelandangan menatap mobilnya dengan penuh kekaguman.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Hai.. nak" sapa Roy&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anak itu melihat pada Roy dan bertanya "Apakah ini mobil Tuan?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Ya," jawab Roy singkat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Berapa harganya Tuan?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan yang punya mobil ini?"Gelandangan kecil itu bertanya penuh heran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak saya"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan bergumam, "Seandainya....seandainya...."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Roy mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak kecil itu."Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama seperti kakakku."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ternyata Roy salah menduga, saat anak itu melanjutkan kata-katanya:"Seandainya... seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu....."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dengan masih terheran-heran Roy mengajak anak itu berkeliling dengan mobilnya. Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya.Sampai satu kali anak itu berkata,"Tuan bersediakah mampir ke rumah saya ?Letaknya hanya beberapa blok dari sini".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa yang ingin dilakukan anak ini."Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada teman-temannya bahwa ia telah naik mobil mewah." pikir Roy.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"OK, mengapa tidak", kata Roy sambil menuju arah rumah anak itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tiba di sudut jalan si anak gelandangan memohon pada Roy untuk berhenti sejenak,"Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya akan segera kembali".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot.Setelah menunggu hampir sepuluh menit, Roy mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobilnya, menatap rumah reot itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada waktu itu ia mendengar suara kaki yang perlahan-lahan. Beberapa saat kemudian anak gelandangan itu keluar sambil menggendong adiknya yang lumpuh.Setelah tiba di dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada adiknya:"Lihat... seperti yang kakak bilang padamu. Ini mobil terbaru. Kakak Tuan ini menghadiahkannya pada Tuan ini. Suatu saat nanti kakak akan membelikan mobil seperti ini untukmu".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bukan karena keinginan seorang anak gelandangan yang hendak menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya yang membuat Roy tak dapat menahan haru pada saat itu juga, tetapi karena ketulusan kasih seorang kakak yang selalu ingin memberi yang terbaik bagi adiknya. Seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu.......&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kisah ini diambil dari sebuah kisah nyata yang ditulis dalam sebuah buku"Stories for the family's heart" by Alice Gray.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-7878727157366748344?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/7878727157366748344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=7878727157366748344&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7878727157366748344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7878727157366748344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/keinginan-seorang-kakak.html' title='Keinginan Seorang Kakak'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5qnefG2FII/AAAAAAAAAJQ/V79TRnXAW4Q/s72-c/angel%27s+kisses3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-5592343745187330077</id><published>2008-01-24T03:34:00.000-08:00</published><updated>2008-01-24T03:39:52.560-08:00</updated><title type='text'>Hal yang berguna</title><content type='html'>Lima orang bersaudara hidup dengan tentram di sebuah kaki gunung. Orang tua mereka yang sudah meninggal, mewariskan 1.5 ha sawah dan ladang untuk diolah. Sawah dan ladang itu terletak agak jauh dari rumah sehingga mereka harus berangkat bekerja di sawah pada pagi hari.&lt;br /&gt;Atas kesepakatan bersama, si sulung memerintahkan kepada si bungsu untuk tinggal dirumah selama mereka bekerja di sawah. Si bungsu menyetujui dan menyambut gembira keputusan tersebut.&lt;br /&gt;Setiap kali kakak-kakaknya pulang dari bekerja, mereka pasti sudah menemukan rumah mereka yang sudah bersih, rapih dan terasa nyaman. Diatas meja makan sudah tersedia makanan dan minuman untuk mereka semua, tempat tidur rapih semuanya dan pakaian-pakain kotor sudah dicuci dan digosok semuanya. Tetapi rupanya salah seorang kakak berpkiran jelek dan curiga terhadap si bungsu.&lt;br /&gt;"Si bungsu curang, dia tidak mau ikut kesawah dan hanya mau bermalas-malasan saja di rumah,"pikir seorang kakaknya.&lt;br /&gt;Setelah berhasil mempengaruhi saudara-saudaranya yang lain, diputuskanlah bahwa mereka semua harus berangkat ke sawah termasuk si bungsu, Ketika kembali kerumah mereka menemukan rumah yang berantakan, tidak terurus, meja makan kosong. Mereka menyadari bahwa adik bungsu mereka yang selama ini dianggap tidak berguna, kini baru terasa bahwa dia memiliki peranan penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;Jangan pernah meremehkan orang-orang yang bekerja di belakang layar, yang tidak begitu menonjol pekerjaannya. Lihatlah siapa saja dirumah anda yang kelihatannya paling "tidak berguna", mungkin itu adalah orangtuamu yang sudah tua, kakek, nenek yang kelihatannya hanya duduk-duduk sepanjang hari, pembantu yang pekerjaannya kelihatan tidak terlalu berharga, petugas kebersihan di gereja, pendoa yang tidak pernah kelihatan tampil didepan atau siapun yang penah anda remehkan. Belajar untuk melihat sisi baik kehadiran mereka dan bagaimana mereka kalau tidak ada dirumah atau digereja anda. Tanpa sadar kita sering berkata dengan sombongnya,"Biarkan saja dia pergi, biarkan dia keluar! Toh dirumah ini dia tidak berguna?" atau "Untuk apa ditahan-tahan, masih banyak orang yang bias mengerjakan apa yang dia kerjakan." Suatu saat kita akan merasakan bahwa ktia telah kehilangan orang-orang terbaik yang pernah ada di rumah atau di gereja kita. Semua kita telah diperlengkapi dengan keahliaan masing-masing yang berbeda dengan maksud agar bias saling bekerjasama, saling melengkapi dan saling menolong. Walaupun ada sebagian orang yang tidak terlalu menonjol dalam keahliaan tertentu tapi belajarlah untuk menghargai manfaat dari kehadiran mereka dan kemampuan yang dipercayakan kepada mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-5592343745187330077?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/5592343745187330077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=5592343745187330077&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5592343745187330077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5592343745187330077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/hal-yang-berguna.html' title='Hal yang berguna'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-2731130803142019235</id><published>2008-01-24T03:27:00.000-08:00</published><updated>2008-01-24T03:33:16.168-08:00</updated><title type='text'>Wortel, Telur, dan Kopi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5h3avG2FHI/AAAAAAAAAJI/QQz29jza6B8/s1600-h/Fire+Coral+(1024+x+768).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159004674358383730" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5h3avG2FHI/AAAAAAAAAJI/QQz29jza6B8/s200/Fire+Coral+(1024+x+768).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Seorang anak perempuan mengeluh pada ayahnya tentang kehidupannya yang sangat berat. Dia tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya dan bermaksud untuk menyerah. Dia merasa capai untuk berjuang dan berjuang. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Satu persoalan telah diatasi persoalan yang lain timbul. Ayahnya, seorang koki, membawanya kedalam dapur. Dia mengisi tiga buah panci dengan air dan kemudian menempatkannya diatas api. Segera air didalam panci-panci itu mendidih. Pada sebuah panci diisinya dengan beberapa wortel, kedalam panci kedua diisinya dengan beberapa biji telur, dan pada panci terakhir diisinya dengan biji-biji kopi. Dibiarkannya beberapa saat tanpa berkata sepatah kata. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sang anak perempuan mengatupkan mulutnya dan dengan tidak sabar menunggu, keheranan dengan yang dikerjakan ayahnya. Setelah sekitar dua puluh menit ayahnya mematikan kompor. Diambilnya wortel-wortel dan diletakan kedalam mangkok. Diambilnya telur-telur dan diletakkan kedalam mangkok. Kemudian dituangkannya kopi kedalam cangkir. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Berbalik kepada anaknya, dia bertanya: "Sayangku, apa yang kau lihat?" &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Wortel, telur, dan kopi," jawab anaknya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sang ayah membawa anaknya mendekat dan memintanya meraba wortel. Dia melakukannya dan mendapati wortel-wortel itu terasa lembut. Kemudian sang ayah meminta anaknya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah mengupas kulitnya anaknya mendapatkan telur matang yang keras. Yang terakhir sang ayah meminta anaknya untuk menghirup kopi. Dia tersenyum saat merasakannya penuh aroma. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dengan rendah hati bertanya "Apa artinya, bapa?" &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sang ayah menjelaskan tiap benda telah merasakan kemalangan yang sama, air yang mendidih, tetapi beraksi berbeda. Wortel yang kuat, keras, dan tegar. Tetapi setelah dimasak dalam air mendidih, menjadi melembut dan lemah. Telur yang rapuh. Kulit luar yang tipis melindungi cairan didalamnya. Tetapi setelah dimasak didalam air mendidih, cairan didalam menjadi keras. Biji-biji kopi sangat unik. Setelah dimasak didalam air mendidih, kopi itu telah merubah air. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Yang mana engkau?" sang ayah bertanya, "Ketika kemalangan mengetuk pintumu, bagaimana reaksimu? Apakah engkau wortel, telur, atau kopi?" &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-2731130803142019235?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/2731130803142019235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=2731130803142019235&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2731130803142019235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2731130803142019235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/wortel-telur-dan-kopi.html' title='Wortel, Telur, dan Kopi'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5h3avG2FHI/AAAAAAAAAJI/QQz29jza6B8/s72-c/Fire+Coral+(1024+x+768).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-944722790756936560</id><published>2008-01-23T02:20:00.000-08:00</published><updated>2008-01-28T19:11:05.785-08:00</updated><title type='text'>Mencintai apa adanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R56ZQvG2FNI/AAAAAAAAAJ4/j0cXPY1XkAc/s1600-h/ayers%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R56ZQvG2FNI/AAAAAAAAAJ4/j0cXPY1XkAc/s200/ayers%5B1%5D.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160730735815300306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Tahun itu dia mendadak muncul, Xiao Cien namanya. Tampangnya tidak seberapa. Di bawah dukungan teman sekamar, dengan memaksakan diri aku bersahabat dengan dia. Secara perlahan, aku mendapati bahwa dia adalah orang yang penuh pengertian dan lemah lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berlalu, hubungan kami semakin dekat, perasaan di antara kami semakin menguat, dan juga mendapat dukungan dari teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari di tahun kelulusan kami, dia berkata padaku, "Saya telah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi, tetapi di Amerika, dan saya tidak tahu akan pergi berapa lama, kita bertunangan dulu, bolehkah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dalam keadaan tidak rela melepas kepergiannya, saya mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sehari sesudah hari wisuda, hari itu menjadi hari pertunangan kami berdua. Setelah bertunangan tidak berapa lama, bersamaan dengan ucapan selamat dan perasaan berat hati dalam hatiku, dia menaiki pesawat dan terbang menuju sebuah negara yang asing. Saya juga mendapatkan sebuah pekerjaan yang bagus, memulai hari bekerja dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Telepon internasional merupakan cara kami untuk tetap berhubungan dan melepas kerinduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, sebuah hal yang naas terjadi pada diriku. Pagi hari, dalam perjalanan menuju tempat kerja, sebuah taksi demi menghindari sebuah anjing di jalan raya, mendadak menikung tajam.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu lewat berapa lama saya pingsan. Saat siuman telah berada di rumah sakit, dimana anggota keluarga menunggu mengelilingi tempat tidur saya. Mereka lantas memanggil dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pa?" saya ingin memanggilnya tapi tidak ada suara yg keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? Mengapa saya tidak dapat memanggilnya? Dokter mendatangiku dan memeriksa, suster menyuntikkan sebuah serum ke dalam diriku, mempersilahkan yang lainnya untuk keluar terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika siuman kembali, yang terlihat adalah raut wajah yang sedih dari setiap orang, sebenarnya apa yang terjadi. Mengapa saya tidak dapat bersuara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah dengan sedihnya berkata, "Dokter bilang syaraf kamu mengalami luka, untuk sementara tidak dapat bersuara, lewat beberapa waktu akan membaik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak mau!" saya dengan berusaha memukul ranjang, membuka mulut lebar-lebar berteriak, tapi hanya merupakan sebuah protes yang tidak bersuara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kembali ke rumah, kehidupanku berubah. Suara telepon yang didambakan waktu itu, merupakan suara yang sangat menakutkan sekarang ini. Saya tidak lagi keluar rumah, juga menjadi seorang yang menyia-nyiakan diri, ayah mulai berpikir untuk pindah rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dia? di belahan bumi yang lain, yang diketahui hanyalah saya telah membatalkan pertunangan kami, setiap telepon darinya tidak mendapatkan jawaban, setiap &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang ditulisnya bagaikan batu yang tenggelam ke dasar lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun telah berlalu, saya secara perlahan telah dapat keluar dari masa yang gelap ini, memulai hidup baru, juga mulai belajar bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Xiao Cien memberitahu bahwa dia telah kembali, sekarang bekerja sebagai seorang insinyur di sebuah perusahaan. Saya berdiam diri, tidak mengatakan apapun. Mendadak bel pintu berbunyi, berulang-ulang dan terdengar tergesa-gesa. Tidak tahu harus berbuat apa, ayah menyeretkan langkah kakinya yang berat, pergi membuka pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, di dalam rumah mendadak hening. Dia telah muncul, berdiri di depan pintu rumahku. Dia mengambil napas yang dalam, dengan perlahan berjalan ke hadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bahasa isyarat yang terlatih, dia berkata, "Maafkan saya! Saya terlambat satu tahun baru menemuimu. Dalam satu tahun ini, saya berusaha dengan keras untuk mempelajari bahasa isyarat, demi untuk hari ini. Tidak peduli kamu berubah menjadi apapun, selamanya kamu merupakan orang yang paling kucintai. Selain kamu, saya tidak akan mencintai orang lain, marilah kita menikah!" &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-944722790756936560?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/944722790756936560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=944722790756936560&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/944722790756936560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/944722790756936560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/mencintai-apa-adanya.html' title='Mencintai apa adanya'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R56ZQvG2FNI/AAAAAAAAAJ4/j0cXPY1XkAc/s72-c/ayers%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-5381129711408903383</id><published>2008-01-23T01:41:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T02:14:06.001-08:00</updated><title type='text'>Unconditional Love</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5cTR_G2FGI/AAAAAAAAAJA/kvzatUy5wiA/s1600-h/armageddon%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5cTR_G2FGI/AAAAAAAAAJA/kvzatUy5wiA/s200/armageddon%5B1%5D.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158613097895040098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu masa disuatu negeri yang terlibat perang hebat, adalah seorang anak laki-laki yang harus ikut angkat senjata membela negaranya..Anak tersebut adalah Michael.&lt;br /&gt;Michael adalah satu-satunya anak laki-laki dari keluarganya. Kakaknya adalah seorang wanita dan adiknya juga wanita. Michael terpaksa harus pergi berperang karena kewajiban yang ditentukan oleh negaranya.&lt;br /&gt;Setelah 2 tahun berperang, akhirnya Michael diperbolehkan menelphone orangtuanya,"Ma, Pa, aku ingin segera pulang..tapi sebelumnya aku ingin bertanya :"Bolehkah aku mengajak temanku untuk turut tinggal bersama kita?"&lt;br /&gt;"Tentu saja boleh,engkau boleh mengajak temanmu untuk tinggal bersama kita dirumah,"kata mereka&lt;br /&gt;"Ada beberapa hal yang kalian harus tahu bahwa teman yang akan aku ajak adalah seorang teman yang cacat,dia telah kehilangan satu kami dan satu tangannya karena menginjak ranjau. Saat ini dia bingung dan tidak tahu harus kemana dan berbuat apa,dia telah kehilangan segala-galanya, bolehkah aku mengajaknya untuk tinggal bersama kita?"sang anak menambahkan.&lt;br /&gt;" Anakku temanmu itu akan membuat kita disini repot, sebaiknya kamu tidak usah mengajaknya tinggal bersama kita. Kami disini akan membantu mencarikan tempat tinggal yang layak untuknya tapi tidak dirumah kita"kata orangtuanya.&lt;br /&gt;Michael berkata lagi," Tapi dia sangat kasihan ma,pa..saat ini dia sudah merasa bahwa hidupnya tidak lagi berarti."&lt;br /&gt;Lalu sang ayah membentak dengan keras,"Cukup!kamu tidak usah memikirkan untuk mengajak temanmu ke rumah ini karena kami tidak bisa menerima orang yang cacat yang malah akan mengganggu kehidupan kita, segeralah kamu pulang dan tidak usah memikirkan  untuk mengajak temanmu yang cacat itu kerumah ini!"&lt;br /&gt;Lalu telepon ditutup.&lt;br /&gt;Setelah beberapa bulan kemudian terdengar kabar bahwa ada seorang anak laki-laki yang melakukan bunuh diri dengan cara terjun dari gedung yang tinggi. Dan setelah diidentifikasi ternyata anak laki-laki itu adalah Michael.&lt;br /&gt;Betapa terkejutnya kedua orang tua Michael dan segeralah mereka pergi ke Rumah Sakit untuk melihat jasad anaknya. Dan yang lebih mengejutkan setelah mereka melihat jasad Michael adalah ia tidak mempunyai satu tangan dan satu kaki.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita hanya melihat seseorang dari kesempurnaan tubuh mereka dan tidak pernah melihat kebaikan dan apa yang ada di hati seseorang..Kita telah dibutakan oleh kesempurnaan fisik/penampilan semata, cobalah untuk melihat sisi lainnya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-5381129711408903383?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/5381129711408903383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=5381129711408903383&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5381129711408903383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5381129711408903383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/unconditional-love.html' title='Unconditional Love'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5cTR_G2FGI/AAAAAAAAAJA/kvzatUy5wiA/s72-c/armageddon%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-420162153733951273</id><published>2008-01-23T01:35:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T02:19:54.976-08:00</updated><title type='text'>Kopi yang Asin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5cLQPG2FFI/AAAAAAAAAI4/CtafuOk_VMk/s1600-h/Waterview2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5cLQPG2FFI/AAAAAAAAAI4/CtafuOk_VMk/s200/Waterview2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158604271737246802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="OLE_LINK2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="OLE_LINK1"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:blue;"   &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="OLE_LINK2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="OLE_LINK1"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dia bertemu dengan gadis itu di sebuah pesta, gadis yang menakjubkan. Banyak pria berusaha mendekatinya. Sedangkan dia sendiri hanya seorang laki-laki biasa. Tak ada yang begitu menghiraukannya. Saat pesta telah usai, dia mengundang gadis itu untuk minum kopi bersamanya. Walaupun terkejut dengan undangan yang mendadak, si gadis tidak mau mengecewakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua duduk di sebuah kedai kopi yang nyaman. Si laki-laki begitu gugup untuk mengatakan sesuatu, sedangkan sang gadis merasa sangat tidak nyaman. "Ayolah, cepat. Aku ingin segera pulang", kata sang gadis dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba si laki-laki berkata pada pelayan, "Tolong ambilkan saya garam. Saya ingin membubuhkan dalam kopi saya." Semua orang memandang dan melihat aneh padanya. Mukanya kontan menjadi merah, tapi ia tetap mengambil dan membubuhkan garam dalam kopi serta meminum kopinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang gadis bertanya dengan penuh rasa ingin tahu kepadanya, "Kebiasaanmu kok sangat aneh?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat aku masih kecil, aku tinggal di dekat laut. Aku sangat suka bermain-main di laut, di mana aku bisa merasakan laut... asin dan pahit. Sama seperti rasa kopi ini", jawab si laki-laki. "Sekarang, tiap kali aku minum kopi asin, aku jadi teringat akan masa kecilku, tanah kelahiranku. Aku sangat merindukan kampung halamanku, rindu kedua orangtuaku yang masih tinggal di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;"&gt;", lanjutnya dengan mata berlinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang gadis begitu terenyuh. Itu adalah hal sangat menyentuh hati. Perasaan yang begitu dalam dari seorang laki-laki yang mengungkapkan kerinduan akan kampung halamannya. Ia pasti seorang yang mencintai dan begitu peduli akan rumah dan keluarganya. Ia pasti mempunyai rasa tanggung jawab akan tempat tinggalnya. Kemudian sang gadis memulai pembicaraan, mulai bercerita tentang tempat tinggalnya yang jauh, masa kecilnya, keluarganya... Pembicaraan yang sangat menarik bagi mereka berdua. Dan itu juga merupakan awal yang indah dari kisah cinta mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus menjalin hubungan. Sang gadis menyadari bahwa ia adalah laki-laki idaman baginya. Ia begitu toleran, baik hati, hangat, penuh perhatian... pokoknya ia adalah pria baik yang hampir saja diabaikan begitu saja. Untung saja ada kopi asin !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita berlanjut seperti tiap kisah cinta yang indah: sang putri menikah dengan sang pangeran, dan mereka hidup bahagia... Dan, tiap ia membuatkan suaminya secangkir kopi, ia membubuhkan sedikit garam didalamnya, karena ia tahu itulah kesukaan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 40 tahun berlalu, si laki-laki meninggal dunia. Ia meninggalkan sepucuk &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; bagi istrinya: "Sayangku, maafkanlah aku. Maafkan kebohongan yang telah aku buat sepanjang hidupku. Ini adalah satu-satunya kebohonganku padamu--- tentang kopi asin. Kamu ingat &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; saat kita pertama kali berkencan? Aku sangat gugup waktu itu. Sebenarnya aku menginginkan sedikit gula. Tapi aku malah mengatakan garam. Waktu itu aku ingin membatalkannya, tapi aku tak sanggup, maka aku biarkan saja semuanya. Aku tak pernah mengira kalau hal itu malah menjadi awal pembicaraan kita. Aku telah mencoba untuk mengatakan yang sebenarnya kepadamu. Aku telah mencobanya beberapa kali dalam hidupku, tapi aku begitu takut untuk melakukannya, karena aku telah berjanji untuk tidak menyembunyikan apapun darimu... Sekarang aku sedang sekarat. Tidak ada lagi yang dapat aku khawatirkan, maka aku akan mengatakan ini padamu: Aku tidak menyukai kopi yang asin. Tapi sejak aku mengenalmu, aku selalu minum kopi yang rasanya asin sepanjang hidupku. Aku tidak pernah menyesal atas semua yang telah aku lakukan padamu. Aku tidak pernah menyesali semuanya. Dapat berada disampingmu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku. Jika aku punya kesempatan untuk menjalani hidup sekali lagi, aku tetap akan berusaha mengenalmu dan menjadikanmu istriku walaupun aku harus minum kopi asin lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil membaca, airmatanya membasahi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; itu. Suatu hari seseorang menanyainya, "Bagaimana rasa kopi asin?", ia menjawab, "Rasanya begitu manis." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-420162153733951273?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/420162153733951273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=420162153733951273&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/420162153733951273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/420162153733951273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/kopi-yang-asin.html' title='Kopi yang Asin'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5cLQPG2FFI/AAAAAAAAAI4/CtafuOk_VMk/s72-c/Waterview2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-842410715226059769</id><published>2008-01-23T01:25:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T01:29:22.115-08:00</updated><title type='text'>Makna dari Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5cI1vG2FEI/AAAAAAAAAIw/0hbwZgdfR7E/s1600-h/hartskissing1%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5cI1vG2FEI/AAAAAAAAAIw/0hbwZgdfR7E/s200/hartskissing1%5B1%5D.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158601617447457858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman... Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang.... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... Ia menunduk dan menangis.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita ? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-842410715226059769?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/842410715226059769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=842410715226059769&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/842410715226059769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/842410715226059769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/seorang-pria-dan-kekasihnya-menikah-dan.html' title='Makna dari Cinta'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5cI1vG2FEI/AAAAAAAAAIw/0hbwZgdfR7E/s72-c/hartskissing1%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-4478900332928245303</id><published>2008-01-23T01:11:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T01:25:36.553-08:00</updated><title type='text'>1000 burung kertas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5cH6fG2FCI/AAAAAAAAAIg/L1ttIgXo5QQ/s1600-h/white+swan%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5cH6fG2FCI/AAAAAAAAAIg/L1ttIgXo5QQ/s200/white+swan%5B1%5D.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158600599540208674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10 tahun yang lalu Reno dan Rani baru berpacaran, Reno melipat 1000 burung kertas untuk Rani, menggantungkannya di dalam kamar Rani. Reno mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, Rani dan Reno setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pada suatu saat, Rani mulai menjauhi Reno. Rani memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Paris&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali-kali ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu Rani memutuskan cintanya ke Reno, Rani berkata, "Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi wanita adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah.!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rani pergi ke Perancis, Reno bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lewat 8 tahun... Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya , akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Rani, dia masih tidak dapat melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, waktu itu hujan dan sudah genap 10 tahun mereka berpisah, dari mobilnya Reno melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Rani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Villa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Reno mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Reno tercengang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Rani tersenyum sangat manis terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dibuatkan Reno, dalam hujan burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua Rani memberitahu Reno bahwa Rani tidak pergi ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;paris&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, ia terserang kanker, ia telah  pergi ke surga. Rani ingin Reno menjadi orang yang sukses, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadapnya dulu. Rani mengatakan bahwa  dia sangat mengerti Reno, dia percaya kalau Reno pasti akan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani mengatakan, kalau pada suatu hari Reno akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas untuknya lagi. Reno langsung berlutut, berlutut di depan makam Rani, menangis dengan begitu sedihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan pada hari Ching Ming itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Reno. Reno teringat senyum manis Rani yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Reno sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku tidak pernah menyesal,&lt;br /&gt;Semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,&lt;br /&gt;1000 ketulusan hatiku,&lt;br /&gt;Beterbangan di dalam angin&lt;br /&gt;Menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit,&lt;br /&gt;Melewati sungai perak,&lt;br /&gt;Apakah aku bisa bertemu denganmu?&lt;br /&gt;Tidak takut berapapun jauhnya,&lt;br /&gt;Hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.&lt;br /&gt;Masa lalu seperti asap, hilang dan tak &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; kembali,&lt;br /&gt;Menambah kerinduan di hatiku.&lt;br /&gt;Bagaimanapun dicari,&lt;br /&gt;Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-4478900332928245303?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/4478900332928245303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=4478900332928245303&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/4478900332928245303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/4478900332928245303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/1000-burung-kertas.html' title='1000 burung kertas'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5cH6fG2FCI/AAAAAAAAAIg/L1ttIgXo5QQ/s72-c/white+swan%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-8451248437218053841</id><published>2008-01-23T01:07:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T01:11:00.905-08:00</updated><title type='text'>Sebuah Surat dari BAPA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5cEmfG2FBI/AAAAAAAAAIY/hRs-tHE0STs/s1600-h/jesus_cry+01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5cEmfG2FBI/AAAAAAAAAIY/hRs-tHE0STs/s200/jesus_cry+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158596957407941650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Anak-Ku..... ..&lt;br /&gt;Saat kau bangun dipagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada-Ku, walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapat-Ku atau bersyukur kepada-Ku atas sesuatu hal indah yang terjadi di dalam hidupmu kemarin, tetapi aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali menanti..... ..&lt;br /&gt;Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapa-Ku, tetapi engkau terlalu sibuk.&lt;br /&gt;Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; belas menit tanpa melakukan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.&lt;br /&gt;Aku berpikir engkau ingin berbicara kepada-Ku, tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon seorang teman&lt;br /&gt;untuk mendengarkan gosip terbaru.&lt;br /&gt;Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari.&lt;br /&gt;Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepada-Ku.&lt;br /&gt;Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang kesekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepada-Ku, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu.&lt;br /&gt;Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepada-Ku dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak apa-apa..... ....&lt;br /&gt;Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku berharap engkau akan berbicara kepada-Ku, meskipun saaat engkau pulang&lt;br /&gt;ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.&lt;br /&gt;Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan, engkau menyalakan televisi, Aku tidak tahu apakah kau suka menonton televisi atau tidak, hanya saja engkau selalu ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun hanya menikmati acara yang ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepada-Ku.&lt;br /&gt;Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tak lama kemudian.&lt;br /&gt;Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu.&lt;br /&gt;Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.&lt;br /&gt;Aku bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain.&lt;br /&gt;Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau syukur dari hatimu.&lt;br /&gt;Baiklah... engkau bangun kembali dan kembali.&lt;br /&gt;Aku akan menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberi-Ku sedikit waktu.&lt;br /&gt;Semoga harimu menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapamu di Sorga,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS : Apakah kau memiliki cukup waktu untuk mengirimkan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ini kepada orang lain?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-8451248437218053841?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/8451248437218053841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=8451248437218053841&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/8451248437218053841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/8451248437218053841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/sebuah-surat-dari-bapa.html' title='Sebuah Surat dari BAPA'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R5cEmfG2FBI/AAAAAAAAAIY/hRs-tHE0STs/s72-c/jesus_cry+01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-7931390483986632781</id><published>2008-01-14T03:02:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T03:11:17.849-08:00</updated><title type='text'>Batu Besar dalam kehidupan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4tDR_H-QRI/AAAAAAAAAIQ/J_HjmLntIoI/s1600-h/Brain+Coral+(1024+x+768).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155288174737375506" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4tDR_H-QRI/AAAAAAAAAIQ/J_HjmLntIoI/s200/Brain+Coral+(1024+x+768).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas danberkata, "Okay, sekarang waktunya untuk quiz". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ia bertanya pada kelas, "Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Semua mahasiswa serentak berkata, "Ya!"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dosen bertanya kembali, "Sungguhkah demikian?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong diantara batu-batu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas, "Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, "Mungkin tidak".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Bagus sekali", sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sekali lagi, ia bertanya pada kelas,"Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Belum!" sahut seluruh kelas.Sekali lagi ia berkata, "Bagus. Bagus sekali".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember.Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, "Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, "Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Oh, bukan", sahut dosen, "Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa:Bila kamu tidak memasukkan batu besar terlebih dahulu, maka kamu tidak akan bisa memasukkan semuanya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;******&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Apa yang dimaksud dengan "batu besar" dalam hidup anda?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anak-anak anda&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pasangan anda&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pendidikan anda&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hal-hal yang penting dalam hidup anda&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mengajarkan sesuatu pada orang lain&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Melakukan pekerjaan yang kau cintai&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Waktu untuk diri sendiri&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kesehatan anda&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Teman anda&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ingatlah untuk selalu memasukkan "Batu Besar" pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil terlebih dahulu, maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.Oleh karena itu, tanyalah pada diri anda sendiri:"Apakah "Batu Besar" dalam hidup saya?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lalu kerjakan itu pertama kali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;(kiriman seorang Sahabat)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-7931390483986632781?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/7931390483986632781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=7931390483986632781&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7931390483986632781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7931390483986632781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/batu-besar-dalam-kehidupan.html' title='Batu Besar dalam kehidupan'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4tDR_H-QRI/AAAAAAAAAIQ/J_HjmLntIoI/s72-c/Brain+Coral+(1024+x+768).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-8899953356705127923</id><published>2008-01-14T02:54:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T02:59:51.347-08:00</updated><title type='text'>Niccolo Paganini dan Senar</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4tAg_H-QQI/AAAAAAAAAII/etjHhSTPe44/s1600-h/note%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155285133900529922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4tAg_H-QQI/AAAAAAAAAII/etjHhSTPe44/s200/note%5B1%5D.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4tAg_H-QQI/AAAAAAAAAII/etjHhSTPe44/s1600-h/note%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155285133900529922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4tAg_H-QQI/AAAAAAAAAII/etjHhSTPe44/s200/note%5B1%5D.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri dan berteriak,"Hebat, hebat."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar. Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dengan mata berbinar dia berteriak, "Peganini dengan satu senar." Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya. Penonton sangat terkejut dan kagum pada kejadian ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran,kekecewaan dan semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus dan segala sesuatu yang tidak dapat kita ubah.Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi? Jika demikian, saya ingin menganjurkan jangan melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya itu. Mainkanlah itu dengan indahnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;(kiriman seorang Sahabat)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-8899953356705127923?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/8899953356705127923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=8899953356705127923&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/8899953356705127923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/8899953356705127923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/niccolo-paganini-dan-senar.html' title='Niccolo Paganini dan Senar'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4tAg_H-QQI/AAAAAAAAAII/etjHhSTPe44/s72-c/note%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-8277647855041902532</id><published>2008-01-14T02:47:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T03:02:35.597-08:00</updated><title type='text'>Hening yang bermanfaat</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4s-6vH-QPI/AAAAAAAAAIA/IRo1GCUCmGc/s1600-h/water-drop2%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155283377258905842" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4s-6vH-QPI/AAAAAAAAAIA/IRo1GCUCmGc/s200/water-drop2%5B1%5D.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja&lt;br /&gt;arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa&lt;br /&gt;lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.&lt;br /&gt;"Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini?", tanya si tukang kayu.&lt;br /&gt;"Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi 'tik-tak, tik-tak'". Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada", jawab anak itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;**** &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup.&lt;br /&gt;Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam 'kegaduhan' &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-8277647855041902532?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/8277647855041902532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=8277647855041902532&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/8277647855041902532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/8277647855041902532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/hening-yang-bermanfaat.html' title='Hening yang bermanfaat'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4s-6vH-QPI/AAAAAAAAAIA/IRo1GCUCmGc/s72-c/water-drop2%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-2990318458151988627</id><published>2008-01-14T02:32:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T02:42:10.115-08:00</updated><title type='text'>Mencari Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4s8V_H-QOI/AAAAAAAAAH4/4IkVG4QfusQ/s1600-h/butterfly-05%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155280546875457762" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4s8V_H-QOI/AAAAAAAAAH4/4IkVG4QfusQ/s200/butterfly-05%5B1%5D.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suatu ketika, terdapat seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenung. Tatapan matanya kosong,menatap hamparan air di depannya. Seluruh penjuru mata angin telah di lewatinya, namun tak ada satupun titik yang membuatnya puas. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara yang menyapanya. Ada orang lain disana.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Sedang apa kau disini anak muda?" tanya seseorang.Rupanya ada seorang kakek tua. "Apa yang kaurisaukan..?" &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anak muda itu menoleh ke samping, "Aku lelah Pak Tua. Telah berkilo-kilo jarak yang kutempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku. Aku telah berlari melewati gunung dan lembah, tapi tak ada tanda kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemana kah aku harus mencarinya?Bilakah kutemukan rasa itu?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kakek Tua duduk semakin dekat, mendengarkan dengan penuh perhatian. Di pandangnya wajah lelah didepannya. Lalu, ia mulai bicara, "Di depan sana, ada sebuah taman. Jika kamu ingin jawaban dari pertanyaanmu, tangkaplah seekor kupu-kupu buatku.Mereka berpandangan. "Ya...tangkaplah seekor kupu-kupu buatku dengan tanganmu" sang Kakek mengulang kalimatnya lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Perlahan pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah, taman. Tak berapa lama, dijumpainya taman itu.Taman yang yang semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran. Tak heran, banyak kupu-kupu yang berterbangan disana. Sang kakek, melihat dari kejauhan, memperhatikan tingkah yang diperbuat pemuda yang sedang gelisah itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anak muda itu mulai bergerak. Dengan mengendap-endap,ditujunya sebuah sasaran. Perlahan. Namun, Hap!sasaran itu luput. Di kejarnya kupu-kupu itu ke arahlain. Ia tak mau kehilangan buruan. Namun lagi-lagi.Hap!. Ia gagal. Ia mulai berlari tak beraturan.Diterjangnya sana-sini. Ditabraknya rerumputan dan tanaman untuk mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan perdu di sana. Gerakannya semakin liar.Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satukupu-kupu yang dapat ditangkap. Sang pemuda mulaikelelahan. Nafasnya memburu, dadanya bergerak naik-turun dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan,"Hentikan dulu anak muda. Istirahatlah." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tampak sangKakek yang berjalan perlahan. Ada sekumpulan kupu-kupu yang berterbangan di sisikanan-kiri kakek itu. Mereka terbang berkeliling,sesekali hinggap di tubuh tua itu."Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?" Sang Kakek menatap pemuda itu. "Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin pula ia pergi dari dirimu.""Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam,atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari kemana-mana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kakek Tua itu mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba,tampak seekor kupu-kupu yang hinggap di ujung jari.Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Pesonanya begitu mengagumkan,kelopak sayap yang mengalun perlahan,layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit, bagi mereka yang terlalu bernafsu,namun mudah, bagi mereka yang tahu apa yang mereka cari. Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana-sini, menabrak sana-sini, atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu,seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah mendapatkannya.Namun kita belajar. Kita belajar bahwa kebahagiaan tak bisa di dapat dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia bukanlah sesuatu yang dapat digenggam atau benda yang dapat disimpan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bahagia adalah udara, dan kebahagiaan adalah aroma dari udara itu.Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati.Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya,semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh.Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu.Biarkanlah rasa itu menetap, dan abadi dalam hati kita. Temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan. Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita. Dalam sedih, dalam gembira,dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah bahagia itu,dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita.Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di sekitar kita. Bahkan mungkin, bahagia itu"hinggap" di hati kita, namun kita tak pernah memperdulikannya. Mungkin juga, bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;(kiriman seorang sahabat)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-2990318458151988627?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/2990318458151988627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=2990318458151988627&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2990318458151988627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/2990318458151988627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/mencari-kebahagiaan.html' title='Mencari Kebahagiaan'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4s8V_H-QOI/AAAAAAAAAH4/4IkVG4QfusQ/s72-c/butterfly-05%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-1414063361363677233</id><published>2008-01-14T00:50:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T00:59:14.531-08:00</updated><title type='text'>Mawar Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4skT_H-QNI/AAAAAAAAAHw/1b4U1idBr-o/s1600-h/hearts%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155254124236652754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4skT_H-QNI/AAAAAAAAAHw/1b4U1idBr-o/s200/hearts%5B1%5D.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mawar merah adalah kecintaannya, nama orangnya sendiri juga "Mawar". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dan setiap tahun suaminya selalu mengirimkan mawar-mawar itu, diikat dengan pita indah. Pada tahun suaminya meninggal dia mendapat kiriman mawar lagi. Kartunya tertulis "Be My Valentine like all the years before". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebelumnya, setiap tahun suaminya mengirimkan mawar,dan kartunya selalu tertulis, "Aku mencintaimu lebih lagi tahun ini, kasihku selalu bertumbuh untukmu seturut waktu yang berlalu." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dia tahu ini adalah terakhir kali suaminya mengirimkan mawar-mawar itu. Dia tahu suaminya memesan semua itu dengan bayar di muka sebelum hari pengiriman. Suaminya tidak tahu kalau dia akan meninggal. Dia selalu suka melakukan segala sesuatu sebelum waktunya. Sehingga ketika suaminya sangat sibuk sekalipun, segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lalu Mawar memotong batang mawar-mawar itu dan menempatkan semuanya dalam satu vas bunga yang sangat indah. Dan meletakkan vas cantik itu disebelah potret suaminya tercinta. Kemudian dia akan betah duduk berjam-jam dikursi kesayangan suaminya sambil memandangi potret suaminya dan bunga-bunga mawar itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setahun telah lewat, dan itu adalah saat yang sangat sulit baginya. Dengan kesendiriannya dijalaninya semua. Sampai hari ini, Valentine ini... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Beberapa saat kemudian, bel pintu rumahnya berbunyi, seperti hari-hari Valentine sebelumnya. Ketika dibukanya, dilihatnya buket mawar di depan pintunya. Dibawanya masuk, dan tiba-tiba seakan terkejut melihatnya. Kemudian dia langsung menelpon toko bunga itu. Ditanyakannya kenapa ada seseorang yang begitu kejam melakukan semua itu padanya, membuat dia teringat kepada suaminya... dan itu sangat menyakitkan ... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lalu pemilik toko itu menjawabnya, "Saya tahu kalau suami Nyonya telah meninggal lebih dari setahun yang lalu. Saya tahu anda akan menelpon dan ingin tahu mengapa semua ini terjadi. Begini Nyonya, bunga yang anda terima hari ini sudah di bayar di muka oleh suami anda. Suami anda selalu merencanakannya dulu dan rencana itu tidak akan berubah. Ada standing order di file saya, dan dia telah membayar semua, maka anda akan menerima bunga-bunga itu setiap tahun. Ada lagi yang harus anda ketahui, dia menulis surat special untuk anda, ditulisnya bertahun-tahun yang lalu, dimana harus saya kirimkan kepada anda satu tahun kemudian jika dia tidak muncul lagi di sini memesan bunga mawar untuk anda. Lalu, tahun kemarin, saya tidak temukan dia di sini, maka surat itu harus saya kirimkan setahun lagi, yaitu tahun ini, surat yang ada bersama dengan bunga itu sekarang, bersama dengan Nyonya saat ini." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mawar mengucapkan terima kasih dan menutup telepon, dia langsung menuju ke buket bunga mawar itu, sedangkan air matanya terus menetes. Dengan tangan gemetar diambilnya surat itu &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di dalam surat itu dilihatnya tulisan tangan suaminya menulis: "Dear kekasihku, aku tahu ini sudah setahun semenjak aku pergi. Aku harap tidak sulit bagimu untuk menghadapi semua ini. Kau tahu, semua cinta yang pernah kita jalani membuat segalanya indah bagiku, kau adalah istri yang sempurna bagiku. Kau juga adalah seorang teman dan kekasihku yang memberikan semua kebutuhanku. Aku tahu ini baru setahun... tapi tolong jangan bersedih... aku ingin kau selalu bahagia... Walaupun saat kau hapus air matamu... Itulah mengapa mawar-mawar itu akan selalu dikirimkan kepadamu. Ketika kau terima mawar itu, ingatlah semua kebahagiaan kita, dan betapa kita begitu diberkati... Aku selalu mengasihimu... dan aku tahu akan selalu mengasihimu... Tapi... istriku, kau harus tetap berjalan... kau punya kehidupan... Cobalah untuk mencari kebahagiaan untuk dirimu. Aku tahu tidak akan mudah tapi pasti ada jalan. Bunga mawar itu akan selalu datang setiap tahun... dan hanya akan berhenti ketika pintu rumahmu tidak ada yang menjawab dan pengantar bunga berhenti mengetuk pintu rumahmu... Tapi kemudian dia akan datang 5 kali hari itu, takut kalau engkau sedang pergi... Tapi jika pada kedatangannya yang terakhir dia tetap tidak menemukanmu... Dia akan meletakkan bunga itu ke tempat yang ku suruh... meletakkan bunga-bunga mawar itu ditempat dimana kita berdua bersama lagi.. untuk selamanya... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;I LOVE YOU MORE THAN LAST YEAR,... HONEY..." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sometimes in life, you find a special friend;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Someone who changes your life just by being part of it;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Someone who makes you laugh until you can't stop;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Someone who makes you believe that there really is good in the world;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Someone who convinces you that there really is an unlocked door just waiting for you to open it. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-1414063361363677233?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/1414063361363677233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=1414063361363677233&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1414063361363677233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1414063361363677233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/mawar-cinta.html' title='Mawar Cinta'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4skT_H-QNI/AAAAAAAAAHw/1b4U1idBr-o/s72-c/hearts%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-8543531769452708306</id><published>2008-01-14T00:41:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T00:47:55.437-08:00</updated><title type='text'>Arti Kehadiranmu</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4shsfH-QMI/AAAAAAAAAHo/haoOArEFGyE/s1600-h/friends%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155251246608564418" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4shsfH-QMI/AAAAAAAAAHo/haoOArEFGyE/s200/friends%5B1%5D.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;u&gt;Kisah 1&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Seorang laki-laki pergi ke luar negeri untuk bekerja dan meninggalkan gadis tunangannya tersedu-sedu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Jangan khawatir, aku akan menulis surat untukmu setiap hari", katanya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selama bertahun-tahun laki-laki itu memang menulis surat untuk tunangannya. Tetapi karena dia senang dengan pekerjaannya, dia tidak merencanakan untuk pulang dalam waktu dekat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suatu hari, dia menerima undangan pernikahan. Ternyata kekasihnya akan segera menikah. Dengan siapa ? Dengan tukang pos yang tiap hari mengantar surat yang dia tulis. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jarak pemisah telah membuat hati berubah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lelaki malang itu merenung, "Lho, apa salahku. Aku mengiriminya surat-surat, coklat, dan bahkan bunga-bunga". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;*******&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;u&gt;Kisah 2&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martha sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dia yakin harus bekerja keras, karena ia mencintai ayahnya yang sedang sakit kanker. Dia harus membeli obat-oabatan yang mahal. Saudara-saudaranya yang lain tetap tinggal dengan ayah mereka hampir setiap saat. Mereka memandikannya, bernyanyi untuknya, menyuapi makan, ataupun sekedar menemani sang ayah.&lt;br /&gt;Suatu hari Martha sakit hati. Dia mendengar sang ayah berkata kepada ibunya, "Semua anak-anak kita mencintaiku kecuali Martha".&lt;br /&gt;"Bagaimana mungkin?", pikir Martha. "Bukankah aku yang bekerja mati-matian untuk mendapatkan uang guna membeli semua obat-obatan? Saudara-saudaraku bahkan tidak berbagi sebesar yang aku berikan".&lt;br /&gt;Suatu hari, Martha pulang larut malam seperti biasanya. Dia mengintip untuk pertama kalinya, ke dalam kamar di mana ayahnya berbaring. Dia melihat ayahnya masih terjaga, maka dia memutuskan untuk datang mendekat di samping tempat tidur ayahnya. Ayahnya memegang kedua tangan Martha dan berkata, "Aku merindukanmu. Aku sudah tidak punya banyak waktu lagi. Tinggalah dan temani aku".&lt;br /&gt;Dan itu yang ia lakukan, semalaman ia tinggal menemani ayahnya, berpegang, menggenggam tangannya. Pagi harinya martha berkata pada semua orang, "Aku mengambil cuti. Aku ingin menemani Ayah. Mulai saat ini aku akan memandikan dan bernyanyi untuknya". Sebuah senyum bahagia muncul menghias wajah ayahnya. Kali ini ia tahu Martha mencintainya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;*********&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika dalam suatu hubungan terjadi masalah, daftar barang-barang yang telah diberikan atau hal-hal yang telah dilakukan untuk seseorang, akan tiba-tiba muncul untuk dipermasalahkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kita akan berkata "Saya telah memberimu ini dan itu... Saya telah melakukan semuanya demi kamu". Tampaknya cinta dapat dibuktikan secara mudah hanya dengan pemberian hadiah-hadiah dan perbuatan baik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Namun, walaupun hadiah-hadiah itu penting juga, cinta memerlukan hal yang mendasar:KEHADIRAN. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kehadiran sang kekasih, kehadiran orang yang dicintai. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pengamatan saya terhadap anggrek ibu saya dapat dijadikan contoh. Saat ibu saya pergi agak lama, bunga-bunga itu tampak tak subur dan banyak diantaranya yang layu. Tapi saat ia kembali hadir, bunga-bunga itu mekar dengan indahnya. Padahal ibu saya tidak melakukan hal-hal yang luar biasa. Ia hanya memberikan banyak waktunya untuk berbicara dan merawat mereka. Saya kira, orang lebih memerlukan kehadiran perhatian dan kepedulian. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Cinta secara fundamental adalah sebuah komitmen terhadap seseorang. Kita dapat mempunyai komitmen terhadap bisnis, pekerjaan, hobi, olahraga, maupun keanggotaan di klub, tetapi dapat dikatakan dengan tegas: semua itu tidak dapat mencintai kita. Hanya orang lain yang dapat membalas cinta kita, dan untuk itu, komitmen tertinggi sebagai manusia adalah memberikan waktu kita dengan orang yang kita cintai. Dan karena manusia memerlukan kasih sayang dan makanan, hadiah-hadiah material hanya dapat secara terbatas membantu untuk mengembangkan cinta. Tapi itu semua tidak dapat menggantikan kehadiran pribadi, yang merupakan hadiah terbesar! &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Seorang anak kecil memerlukan kehadiran orang-orang yang kita cintai. Orang dewasapun memerlukannya....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-8543531769452708306?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/8543531769452708306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=8543531769452708306&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/8543531769452708306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/8543531769452708306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/arti-kehadiranmu.html' title='Arti Kehadiranmu'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4shsfH-QMI/AAAAAAAAAHo/haoOArEFGyE/s72-c/friends%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-1421887215178279815</id><published>2008-01-14T00:30:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T00:38:25.623-08:00</updated><title type='text'>Hadiah Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4sfcPH-QLI/AAAAAAAAAHg/nFcku4hKgg8/s1600-h/eye2_f%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155248768412434610" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4sfcPH-QLI/AAAAAAAAAHg/nFcku4hKgg8/s200/eye2_f%5B1%5D.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita muda berpenampilan menarik dan bertongkat putih itu dengan hati-hati menaiki tangga. Dia membayar sopir bus lalu, dengan tangan meraba-raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong sampai menemukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh si sopir. Kemudian ia duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya dan menyandarkan tongkatnya pada tungkainya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setahun sudah lewat sejak Susan, tiga puluh empat, menjadi buta. Gara-gara salah diagnosa dia kehilangan penglihatannya dan terlempar kedunia yang gelap gulita, penuh amarah, frustasi, dan rasa kasihan pada diri sendiri. Sebagai wanita yang sangat independen, Susan merasa terkutuk oleh nasib mengerikan yang membuatnya kehilangan kemampuan, merasa tak berdaya, dan menjadi beban bagi semua orang di sekelilingnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi padaku ?" dia bertanya-tanya, hatinya mengeras karena marah. Tetapi, betapa pun seringnya ia menangis atau menggerutu atau berdoa, dia mengerti kenyataan yang menyakitkan itu -- penglihatannya takkan pernah pulih lagi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Depresi mematahkan semangat Susan yang tadinya selalu optimis. Mengisi waktu seharian kini merupakan perjuangan berat yang menguras tenaga dan membuatnya frustasi. Dia menjadi sangat bergantung pada Mark, suaminya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mark seorang perwira Angkatan Udara. Dia mencintai Susan dengan tulus. Ketika istrinya baru kehilangan penglihatannya, dia melihat bagaimana Susan tenggelam dalam keputusasaan. Mark bertekat untuk membantunya menemukan kembali kekuatan dan rasa percaya diri yang dibutuhkan Susan untuk menjadi mandiri lagi. Latar belakang militer Mark membuatnya terlatih untuk menghadapi berbagai situasi darurat, tetapi dia tahu, ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah dihadapinya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Akhirnya, Susan merasa siap bekerja lagi. Tetapi, bagaimana dia akan bisa sampai kekantornya? Dulu Susan biasa naik bus, tetapi sekarang terlalu takut untuk pergi ke kota sendirian. Mark menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari, meskipun tempat kerja mereka terletak di pinggir kota yang berseberangan. Mula-mula, kesepakatan itu membuat Susan nyaman dan Mark puas karena bisa melindungi istrinya yang buta, yang tidak yakin akan bisa melakukan hal-hal paling sederhana sekalipun. Tetapi, Mark segera menyadari bahwa pengaturan itu keliru -- membuat mereka terburu-buru, dan terlalu mahal. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Susan harus belajar naik bus lagi, Mark menyimpulkan dalam hati. Tetapi, baru berpikir untuk menyampaikan rencana itu kepada Susan telah membuatnya merasa tidak enak. Susan masih sangat rapuh, masih sangat marah. Bagaimana reaksinya nanti? Persis seperti dugaan Mark, Susan ngeri mendengar gagasan untuk naik bus lagi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Aku buta !" tukasnya dengan pahit. "Bagaimana aku bisa tahu kemana aku pergi? Aku merasa kau akan meninggalkanku" &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mark sedih mendengar kata-kata itu, tetapi ia tahu apa yang harus dilakukan. Dia berjanji bahwa setiap pagi dan sore, ia akan naik bus bersama Susan, selama masih diperlukan,sampai Susan hafal dan bisa pergi sendiri. Dan itulah yang terjadi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selama dua minggu penuh Mark, menggunakan seragam militer lengkap, mengawal Susan ke dan dari tempat kerja, setiap hari. Dia mengajari Susan bagaimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama pendengarannya, untuk menemukan dimana ia berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Dia menolong Susan berkenalan dan berkawan dengan sopir-sopir bus dan menyisakan satu kursi kosong untuknya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dia membuat Susan tertawa, bahkan pada hari-hari yang tidak terlalu menyenangkan ketika Susan tersandung waktu turun dari bus, atau menjatuhkan tasnya yang penuh berkas di lorong bus. Setiap pagi mereka berangkat bersama-sama, setelah itu Mark akan naik taksi ke kantornya. Meskipun pengaturan itu lebih mahal dan melelahkan daripada yang pertama,Mark yakin bahwa hanya soal waktu sebelum Susan mampu naik bus tanpa dikawal. Mark percaya kepadanya, percaya kepada Susan yang dulu dikenalnya sebelum wanita itu kehilangan penglihatannya; wanita yang tidak pernah takut menghadapi tantangan apapun dan tidak akan pernah menyerah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Akhirnya, Susan memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan perjalanan itu seorang diri. Tibalah hari Senin. Sebelum berangkat, Susan memeluk Mark yang pernah menjadi kawannya satu bus dan sahabatnya yang terbaik. Matanya berkaca-kaca, penuh air mata syukur karena kesetiaan, kesabaran dan cinta Mark. Dia mengucapkan selamat berpisah. Untuk pertama kalinya mereka pergi ke arah yang berlawanan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Senin, Selasa, Rabu, Kamis...Setiap hari dijalaninya dengan sempurna. Belum pernah Susan merasa sepuas itu. Dia berhasil ! Dia mampu berangkat kerja tanpa dikawal. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada hari Jum'at pagi,seperti biasa Susan naik bus ke tempat kerja. Ketika dia membayar ongkos bus sebelum turun, sopir bus itu berkata : "Wah,aku iri padamu". Susan tidak yakin apakah sopir itu bicara kepadanya atau tidak. Lagipula, siapa yang bisa iri pada seorang wanita buta yang sepanjang tahun lalu berusaha menemukan keberanian untuk menjalani hidup? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dengan penasaran, dia berkata kepada sopir itu, "Kenapa kau bilang kau iri kepadaku?" Sopir itu menjawab, "Kau pasti senang selalu dilindungi dan dijagai seperti itu" Susan tidak mengerti apa maksud sopir itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sekali lagi dia bertanya, "Apa maksudmu ?" Kau tahu, minggu kemarin, setiap pagi ada seorang pria tampan berseragam militer berdiri di sudut jalan dan mengawasimu waktu kau turun dari bus. Dia memastikan bahwa kau menyeberang dengan selamat dan dia mengawasimu terus sampai kau masuk ke kantormu. Setelah itu dia meniupkan ciuman, memberi hormat ala militer, lalu pergi. Kau wanita yang beruntung",kata sopir itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Air mata bahagia membasahi pipi Susan. Karena meskipun secara fisik tidak dapat melihat Mark, dia selalu bisa memastikan kehadirannya. Dia beruntung, sangat beruntung, karena Mark memberikannya hadiah yang jauh lebih berharga daripada penglihatan, hadiah yang tak perlu dilihatnya dengan matanya untuk menyakinkan diri -- hadiah cinta yang bisa menjadi penerang dimanapun ada kegelapan. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-1421887215178279815?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/1421887215178279815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=1421887215178279815&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1421887215178279815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1421887215178279815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/hadiah-cinta.html' title='Hadiah Cinta'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4sfcPH-QLI/AAAAAAAAAHg/nFcku4hKgg8/s72-c/eye2_f%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-3284443270499436197</id><published>2008-01-14T00:24:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T00:29:18.940-08:00</updated><title type='text'>Cinta dan Waktu</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4sdU_H-QKI/AAAAAAAAAHY/cpj88gEmlfk/s1600-h/106%5B1%5D%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155246444835127458" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4sdU_H-QKI/AAAAAAAAAHY/cpj88gEmlfk/s200/106%5B1%5D%5B1%5D.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. "Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Aduh! Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, "perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini." Lalu Kakayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. "Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tak lama lewatlah Kecantikan. "Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta. "Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. "Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta. "Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..." kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!" Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu." kata orang itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku" tanya Cinta heran. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Sebab," kata orang itu, "hanya Waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu ..." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;*******&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kita tidak tahu kapan waktu kita akan tiba, oleh sebab itu perbanyaklah rasa cinta didalam hidup kita&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;(kiriman seorang sahabat)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-3284443270499436197?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/3284443270499436197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=3284443270499436197&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/3284443270499436197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/3284443270499436197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/cinta-dan-waktu.html' title='Cinta dan Waktu'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4sdU_H-QKI/AAAAAAAAAHY/cpj88gEmlfk/s72-c/106%5B1%5D%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-7292073305055849822</id><published>2008-01-08T21:10:00.001-08:00</published><updated>2008-01-08T21:34:27.380-08:00</updated><title type='text'>Mengapa umur manusia sampai 75 tahun</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4RcwvH-QJI/AAAAAAAAAHQ/zbE7sITCriI/s1600-h/Labs.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153345865972072594" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4RcwvH-QJI/AAAAAAAAAHQ/zbE7sITCriI/s200/Labs.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mengapa kita manusia hanya berumur sekitar 75 tahun saja....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi.&lt;br /&gt;Tuhan berkata kepada sang sapi,"Hari ini kuciptakan kau sebagai sapi, engkau harus pergi ke padang rumput.Kau harus bekerja dibawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun.."&lt;br /&gt;Sang Sapi keberatan ,"Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun . "&lt;br /&gt;Maka setujulah Tuhan.&lt;br /&gt;Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet.&lt;br /&gt;"Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!"&lt;br /&gt;Sang monyet menjawab "Apa? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu."&lt;br /&gt;Maka setujulah Tuhan.&lt;br /&gt;Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing.&lt;br /&gt;"Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun."&lt;br /&gt;Sang anjingmenolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? No way.! Kukembalikan 10 tahun padamu".&lt;br /&gt;Maka setujulah Tuhan. Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia.&lt;br /&gt;Sabda Tuhan: "Tugasmu adalah makan,tidur, dan bersenang-senang.Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya. Akan kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun! "&lt;br /&gt;Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan selama 25 tahun? Itu terlalu pendek Tuhan...Let's make a deal. Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun, dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padaMu, berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun. Setuju ?"&lt;br /&gt;Maka setujulah Tuhan.&lt;br /&gt;AKIBATNYA... ......... ......... .........&lt;br /&gt;Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan kita makan,tidur dan bersenang-senang..&lt;br /&gt;30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi, kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita..&lt;br /&gt;10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur&lt;br /&gt;Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu, dan menggonggong kepada orang yang lewat...Uhuk, uhuk (batuk)... Eh, Ntong,mo kemane lo?.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(just Intermezzo untuk pembelajaran hidup..)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-7292073305055849822?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/7292073305055849822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=7292073305055849822&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7292073305055849822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7292073305055849822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/mengapa-umur-manusia-sampai-75-tahun.html' title='Mengapa umur manusia sampai 75 tahun'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4RcwvH-QJI/AAAAAAAAAHQ/zbE7sITCriI/s72-c/Labs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-4661449676135484750</id><published>2008-01-08T20:57:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T21:07:19.412-08:00</updated><title type='text'>8 Kebohongan Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4RWAfH-QII/AAAAAAAAAHI/wNlnqV54LZQ/s1600-h/daisey%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153338439973617794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4RWAfH-QII/AAAAAAAAAHI/wNlnqV54LZQ/s200/daisey%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : "Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;*******&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;*******&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! " Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari orang tua kita? Cemas apakah orang tua kita sudah makan atau belum? Cemas apakah orang tua kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orang tua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-4661449676135484750?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/4661449676135484750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=4661449676135484750&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/4661449676135484750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/4661449676135484750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/8-kebohongan-seorang-ibu.html' title='8 Kebohongan Seorang Ibu'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R4RWAfH-QII/AAAAAAAAAHI/wNlnqV54LZQ/s72-c/daisey%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-7612798450715669757</id><published>2008-01-05T02:24:00.000-08:00</published><updated>2008-01-05T02:38:43.051-08:00</updated><title type='text'>Kisah sejati seorang sahabat...</title><content type='html'>Saya teruskan ke Anda, sekadar berbagi 'kisah sejati'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi.&lt;br /&gt;Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku. Cita-cita kami sederhana, ingin hidup bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya momongan. Seorang putri, kunamai ia &lt;strong&gt;Kamila&lt;/strong&gt;. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna, maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak sempurna. Kulitnya masih merah, mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus bisa terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin, suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi lalu dari kursi ke lantai kemudian berteriak "Horeee, Iya bisa terbang". Begitulah dia memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu merekah seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak jarang berteriak, "Iya sayaaang," jika sudah terdengar suara "Prang". Itu artinya, ada yang pecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca. Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya terpental. Dan dia cuma bilang "Kenapa semua kaca di rumah ini selalu pecah, Ma?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya. "Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi pemain bola!" tapi aku tidak suka dia menangis terus minta bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang sudah kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu. "Horee, Iya jadi pemain bola."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Tahun yang lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak akan seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Yang aku tahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnya dari sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan "Iyaaaa". Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakiku sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Kulihat Kania menangis sedih, bibir cuma berkata "Coba kalau kamu tak belikan ia bola!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. Aku hanya bisa membelainya. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat marah. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari ke luar negeri. Dia ingin penghasilanyang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun sejak kepergian Kania, keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP. Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku miris, menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku. Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya. "Biar cantik kalo kere ya kelaut aje." Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga. "Sabar ya, Nak!" hiburku."Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak diganggu!" pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku maafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudah semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku, kembali menemui pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengar kabarnya. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri, jika aku masih menyimpan rindu untuknya. Dan itu pula yang membuat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke Malaysia. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan SMP. Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 tahun lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Hampir tiga tahun dia di sana. Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak pernah siratkan sinar baik. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu. Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca dari suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat tahajjud. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 tahun 6 bulan yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia, kabarnya anakku ditahan. Dan dia diancam hukuman mati, karena dia terbukti membunuh suami majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku menangis, aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 tahun 6 bulan yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah. Dan dia harus menjalani hukuman gantung sebagai balasannya. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri. Wahai Allah kuatkan aku. Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia. Anakku ingin aku ada di sisinya di saat terakhirnya. Lihatlah, dia kurus sekali. Dua matanya sembab dan bengkak. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur ke arahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku. "Bapak, Iya Takut!" aku memeluknya lebih erat lagi. Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya. "Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?" "Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan dia jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan, Pak!" Aku perih mendengar itu. Aku iba dengan nasib anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Tapi aku bisa apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku dihukum mati. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku, tapi menemuiku pun ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya. Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana. Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku. Dan 'blass" Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis. Setelah yakin sudah mati, jenazah anakku diturunkan mereka, aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku. Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. Aku mendongakkan kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis wajah yang kukenal. "Kania?"&lt;br /&gt;"Mas Har, kau . !"&lt;br /&gt;"Kau ... kau bunuh anakmu sendiri, Kania!""Iya? Dia..dia . Iya?" serunya getir menunjuk jenazah anakku.&lt;br /&gt;"Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar."&lt;br /&gt;"Tidak ... tidaaak ... " Kania berlari ke arah jenazah anakku.Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya "Terima kasih Mama."&lt;br /&gt;Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku. Yang aku tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku, Kamila. Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku, dia sering berteriak, "Iya sayaaang, apalagi yang pecah, Nak."&lt;br /&gt;Kamu tahu Kania, kali ini yang pecah adalah hatiku. Mungkin orang tua kita memang benar, tak seharusnya kita menikah. Agar tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita.Benarkah begitu Kamila sayang?.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-7612798450715669757?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/7612798450715669757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=7612798450715669757&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7612798450715669757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7612798450715669757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/kisah-sejati-seorang-sahabat.html' title='Kisah sejati seorang sahabat...'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-5551485882334141543</id><published>2008-01-05T02:11:00.000-08:00</published><updated>2008-01-05T02:17:45.841-08:00</updated><title type='text'>Analogi tentang Paku</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R39ZOPH-QFI/AAAAAAAAAGo/A_ysK094qP4/s1600-h/GreatWhite3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151934599848149074" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R39ZOPH-QFI/AAAAAAAAAGo/A_ysK094qP4/s200/GreatWhite3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Ayahnya berusaha keras untuk membuang sifat buruk anaknya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suatu hari ia memanggil anaknya dan memberinya sekantong paku. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Paku? Ya, paku! Sang anak heran. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi bibir ayahnya justru membentuk senyum bijak. Dengan suaranya yang lembut, ia berkata kepada anaknya agar memakukan sebuah paku di pagar belakang rumah setiap kali marah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ajaib!Di hari pertama, sang anak menancapkan 48 paku! &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Begitu juga di hari kedua,ketiga, dan beberapa hari selanjutnya. Tapi tak berlangsung lama. Setelah itu jumlah paku yang tertancap berkurang secara bertahap. Ia menemukan fakta bahwa lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan begitu banyak paku ke pagar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Akhirnya kesadaran itu membuahkan hasil. Si anak telah bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabaran. Ia bergegas memberitahukan hal itu pada ayahnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sang ayah tersenyum. Kemudian meminta sang anak agar mencabut satu paku untuk setiap hari dimana ia tidak marah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya berhasil mencabut semua paku yang pernah di tancapkannya. Ia bergegas melaporkan kabar gembira itu kepada ayahnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sang ayah bangkit dari duduknya dan menuntun si anak melihat pagar di belakang rumah itu."Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku. Tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya," kata si ayah bijak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sang ayah sengaja memotong kalimatnya pendek-pendek agar si anak bisa mencerna maksudnya dengan baik. Si anak menatap ayahnya dengan sikap menunggu apa kelanjutan ujaran ayahnya itu."Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu itu meninggalkan bekas seperti lubang di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau kepada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi tidak peduli berapa kali kamu akan meminta maaf, luka itu akan tetap ada. Dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik," ucap sang ayah lembut namun sarat arti.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sang anak membalas tatapan lembut ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Pelajaran yang diberikan ayahnya begitu tajam menghujam relung hatinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;*********&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Teman, saling memaafkan mungkin bisa mengobati banyak hal. Tapi, akan sirna maknanya saat kita mengulangi kesalahan serupa. Padahal lubang bekas cabutan paku yang sebelumnya masih menganga. Jadi berhati-hatilah teman. Semoga Allah melembutkan hati kita dan menghiasinya dengan sifat sabar tanpa tepi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-5551485882334141543?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/5551485882334141543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=5551485882334141543&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5551485882334141543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5551485882334141543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/analogi-tentang-paku.html' title='Analogi tentang Paku'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R39ZOPH-QFI/AAAAAAAAAGo/A_ysK094qP4/s72-c/GreatWhite3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-703662725816976787</id><published>2008-01-05T01:47:00.000-08:00</published><updated>2008-01-05T02:10:29.082-08:00</updated><title type='text'>Chatting with GOD</title><content type='html'>BUZZ!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Kamu memanggilKu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu.Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru.Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Benar sekali.Aktifitas memberimu kesibukan.Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Saya mengerti itu.Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya.Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk.Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari,tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Jika Penderitaan itu pilihan,mengapa orang baik selalu menderita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan,bukan dari berleha-leha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam.Melihat ke luar,kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita.Apa yang dapat saya lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas,biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Selalu lah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Apa yang menarik dari manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Jika menderita,mereka bertanya "Mengapa harus aku?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Kadangkala saya bertanya,siapa saya, mengapa saya disini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu.Hidup bukanlah proses pencarian,tapi sebuah proses penciptaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Oke.Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.Hidup adalah misteri untuk&lt;br /&gt;dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu.Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--TUHAN has signed out--&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-703662725816976787?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/703662725816976787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=703662725816976787&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/703662725816976787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/703662725816976787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/chatting-with-god.html' title='Chatting with GOD'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-7268422363080038889</id><published>2008-01-04T01:24:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T02:00:27.424-08:00</updated><title type='text'>Tha Last Waltz</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R34BHfH-QEI/AAAAAAAAAGg/0wmuJ5mtEtg/s1600-h/Puppylov.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151556251884077122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R34BHfH-QEI/AAAAAAAAAGg/0wmuJ5mtEtg/s200/Puppylov.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nama saya Lilly, kami tinggal di sebuah kota kecil di Manado. Sejak muda Ibu saya senang sekali menari, oleh sebab itulah ketika hari perkawinannya ayah memohon agar tarian yang terakhir diberikan hanya untuk dia seorang, maka dari itulah lagu pertamanya pada saat mereka menari adalah "The Last Waltz" dari Engelbert Humperdinck, dan rupanya ini benar-benar menjadi kenyataan, karena beberapa bulan kemudian pada saat ibu melahirkan saya, ibu meninggal dunia. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Daddy - panggilan saya terhadap ayah. Karena kasihnya kepada Ibu, Daddy tidak pernah mau menikah lagi. Saya dibesarkan hanya oleh daddy dan nenek saya, dan setiap malam Natal sudah merupakan tradisi bagi Daddy untuk selalu mengalunkan lagu kesayangannya"The Last Waltz", sambil mengingat kepada ibu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika saya berusia lima tahun, Daddy mengajar saya menari waltz. Sejak saat itu, setiap malam Natal, kami menari waltz berdua. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dan pada hari ulang tahun saya yang ke duabelas, yang bertepatan dengan malam tahun baru, Daddy memberikan kepada saya hadiah berupa longdress merah, dan kami berdua menari waltz bersama. Pada saat tersebut, saya benar-benar merasa seperti juga Sang Putri dalam kisah Cinderella yang sedang menari dengan Sang Pangeran. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Daddy mengasihi saya sehingga hampir semua permohonan saya selalu dikabulkan olehnya, ia benar-benar mengabdikan hidupnya hanya untuk saya seorang. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Seharian Daddy harus bekerja di kantor, jadi satu-satunya yang membimbing saya dirumah adalah Nenek, hal ini mengakibatkan saya terlibat pergaulan bebas, dan akhirnya saya mulai ketagihan narkoba.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hampir setiap hari pulang kerumah setelah jauh malam.Walaupun demikian Daddy selalu menunggu kedatangan saya dengan sabar, ia baru bisa tidur setelah saya berada di rumah kembali. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bahkan pada malam Natal yang terakhir pun saya lebih senang merayakannya di diskotik bersama dengan anak-anak muda lainnya daripada bersama dengan Daddy, di situlah untuk pertama kalinya saya melihat Daddy mengeluarkan air mata. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Karena kebutuhan saya akan narkoba semakin meningkat, maka akhirnya saya mencuri uang tabungan yang seyogyanya untuk masa tuanya Daddy, dan melarikan diri ke Jakarta dengan harapan di sana saya bisa mendapatkan pekerjaan dan bisa hidup mandiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada hari-hari pertama saya tinggal numpang dirumah Om saya, dan ternyata mencari pekerjaan di Jakarta itu tidaklah mudah, sehingga akhirnya saya terpaksa melamar bekerja di Klab Malam "Blue Ocean" sebagai pramuria. Kalau dahulu saya menari dengan Daddy, disana saya terpaksa harus menari dengan pria yang sebaya dengan Daddy,bahkan tidak jarang di mana akhirnya saya bersedia untuk menemani mereka tidur di hotel.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah satu bulan saya berada di Jakarta, saya menerima surat dari Daddy yang di alamatkan ke tempat kost saya, rupanya Daddymengetahui alamat kost saya dari Om. Dalam seminggu saya menerima tiga surat bahkan terkadang lebih, tetapi tidak satu surat pun yang pernah saya balas, boro-boro dibalas, dibukapun tidak. Masalahnya saya merasa malu dan tidak berani membaca surat dari Daddy, saya merasa berdosa terhadap Daddy, bahkan saya merasa jijik terhadap diri saya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sudah lebih dari satu tahun saya di Jakarta, tumpukan surat yang dikumpulkan sudah ada beberapa dus. Semuanya ini saya simpan dengan rapi, hanya sayangnya ini hanya sekedar pajangan saja bagi saya,karena saya tidak berani dan mau membukanya. Saya tidak ingin Daddy mengetahui bahwa gadis kesayangannya, dan gadis yang sedemikiania banggakannya, telah menjadi seorang pramuria, seorang prostitusi, bahkan sudah menjadi pencandu berat narkoba.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Beberapa hari sebelum Natal, saya menerima surat lagi yang ditulis dengan tulisan tangan yang sama dan bentuk sampul yangsama, tetapi kali ini tidak dikirim melalui post maupun ke alamat kost saya,melainkan dikirim dan dititipkan secara langsung ke klab malam tempat di mana saya bekerja. Dan ketika saya menanyakan siapa yang menitipkan surat tersebut, ternyata dari gambaran yang diberikan adalah Daddy sendiri yang telah khusus datang ke Jakarta untuk mengantarkan surat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ini kali saya sudah tidak tahan lagi untuk membukanya dengan air mata yang turun berlinang saya baca surat tersebut, yang isinya sebagai berikut: "Lilly my dearest beloved princess, Daddy sudah sejak lama tahu di mana kamu bekerja, permohonan Daddy hanya satu saja: "Maukah kamu pulang kembali kerumah untuk menari bersama dengan Daddy ?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah membaca surat tersebut saya langsung pulang ketempat kost untuk membaca ratusan surat - surat lainnya yang belum saya buka, ternyata semua surat isinya sama, di mana hanya tertulis satu pertanyaan saja yang ditulis dengan tangan: "Maukah Lilly menari kembali bersama dengan Daddy ?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari itu juga saya langsung mengambil keputusan untuk pulangkerumah.Karena menjelang Natal, maka hampir semua pesawat fully book,sehingga terpaksa saya membeli dengan harga yang berkali lipat lebih tinggi, hanya dengan satu harapan saja agar saya bisa tiba dirumah sebelum malam Natal nanti.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setibanya saya dirumah, langsung saya dipeluk dengan erat olehDaddy, air matanya yang turun berlinang dengan deras membasahi kepala saya.Dengan suara terisak-isak Daddy bertanya sekali lagi: "Maukah Lilly menari kembali bersama dengan Daddy ?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya mengangguk sambil menjawab: "YA, tapi apakah Daddy tahu, bahwa Lilly yang sekarang ini bukanlah princess Daddy yang dahulu lagi ? Saya adalah seorang prostitusi yang kotor, bahkan yang telah mengidap penyakit AIDS, apakah Daddy tidak malu menerima saya kembali, apakah Daddy tidak takut ketularan penyakit saya ?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Daddy tidak berkata sepatah katapun juga, ia hanya pergi memutar lagu kesayangannya "My Last Waltz", dan memeluk saya dengan penuh kasih untuk mengajak saya menari seperti pada hari-hari Natal sebelumnya hanya ini kali selainnya di iringi oleh alunan musik, juga oleh tetesan air mata yang turun berderai.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tanpa saya ketahui, sejak Daddy ditinggal oleh saya, ia sering begadang menunggu dan mengharapkan kedatangan saya kembali, disamping itu karena rasa duka yang sedemikian mendalamnya sehingga akhirnya ia jatuh sakit kanker, dua minggu setelah Natal Daddy menghembuskan nafasnya yang terakhir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Rupanya ia mengetahui bahwa bahwa hari - hari terakhirnya telah mendekati, oleh sebab itulah ia telah memaksakan diri, walaupun dalam keadaan sakit sekalipun juga khusus untuk mengantarkan surat bagi saya ke Jakarta, hanya untuk mewujudkan keinginannya yang terakhir dimana ia bisa mendapatkan kesempatan sekali lagi menari dengan putri kesayangannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Masih terngiang-ngiang dikuping saya lyrik dari lagu kesayangannya:"The Last Waltz" &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;(A little girl alone and so shy , I had the last waltz with you ,Two lonely people together, I fell in love with you, The last waltz should last forever , But the love we had was goin' strong)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Seperti diceritakan oleh sahabat kita dari Manado-Sulawesi Utara)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;********&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Banyak sekali orang tua yang mengharapkan dan menunggu kedatangan dari anak-anaknya, bagaimanapun keadaan dan situasi Anda pada saat sekarang ini, orang tua kita bisa menerima kita apa adanya, dengan segala kelemahan maupun kelebihan kita, terlebih lagi mereka tidak mau mengingat kesalahan-kesalahan kita dimasa lampau, yang mereka inginkan hanya satu saja ialah dapat melihat dan memeluk putera-dan putrinya kembali. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Berapa lama lagi Anda akan menyuruh mereka menunggu ? Datang dan kembalilah sebelumnya terlambat ! Kalau keadaan tidak memungkinkan, telponlah mereka sambil mengatakan: Aku mencintaimu mama, aku mencintaimu papa &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-7268422363080038889?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/7268422363080038889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=7268422363080038889&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7268422363080038889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7268422363080038889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/tha-last-waltz.html' title='Tha Last Waltz'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R34BHfH-QEI/AAAAAAAAAGg/0wmuJ5mtEtg/s72-c/Puppylov.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-6015170219166671081</id><published>2008-01-04T00:59:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T01:09:34.369-08:00</updated><title type='text'>Sang Pencuri Impian</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R333vvH-QDI/AAAAAAAAAGY/LUQaxosL4Ns/s1600-h/HORSE.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151545948257534002" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R333vvH-QDI/AAAAAAAAAGY/LUQaxosL4Ns/s200/HORSE.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-rekannya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepuk tangan kepadanya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat,dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung, seusai sebuah pagelaran tari. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Si gadis muda bertanya, "Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah Anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari ? Saya ingin tahu pendapat Anda tentang tarian saya".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Oke, menarilah di depan saya selama 10 menit",jawab sang pakar. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Belum lagi 10 menit berlalu, sang pakar berdiri dari kursinya, lalu berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Betapa hancur si gadis muda melihat sikap sang pakar.Si gadis langsung berlari keluar. Pulang kerumah, dia langsung menangis tersedu-sedu. Dia menjadi benci terhadap dirinya sendiri. Ternyata tarian yang selama ini dia bangga-banggakan tidak ada apa-apanya di hadapan sang pakar. Kemudian dia ambil sepatu tarinya, dan dia lemparkan ke dalam gudang. Sejak saat itu, dia bersumpah tidak pernah akan lagi menari. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Puluhan tahun berlalu. Sang gadis muda kini telah menjadi ibu dengan tiga orang anak. Suaminya telah meninggal. Dan untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan dari sebuah toko di sudut jalan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suatu hari, ada sebuah pagelaran tari yang diadakan di kota itu. Nampak sang pakar berada di antara para menari muda di belakang panggung. Sang pakar nampak tua, dengan rambutnya yang sudah putih. Si ibu muda dengan tiga anaknya juga datang ke pagelaran tari tersebut. Seusai acara, ibu ini membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar, dan memperkenalkan ketiga anaknya kepada sang pakar. Sang pakar masih mengenali ibu muda ini, dan kemudian mereka bercerita secara akrab.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Si ibu bertanya, "Pak, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati saya. Ini tentang penampilan saya sewaktu menari di hadapan Anda bertahun-tahun yang silam. Sebegitu jelekkah penampilan saya saat itu, sehingga Anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja, tanpa mengatakan sepatah kata pun?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah melihat tarian seindah yang kamu lakukan waktu itu. Saya rasa kamu akan menjadi penari kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu tiba-tiba berhenti dari dunia tari", jawab sang pakar. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Si ibu muda sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Ini tidak adil", seru si ibu muda. "Sikap Anda telah mencuri semua impian saya. Kalau memang tarian saya bagus, mengapa Anda meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru menari beberapa menit. Anda seharusnya memuji saya, dan bukan mengacuhkan saya begitu saja. Mestinya saya bisa menjadi penari kelas dunia. Bukan hanya menjadi pelayan toko!" &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Si pakar menjawab lagi dengan tenang "Tidak... Tidak, saya rasa saya telah berbuat dengan benar. Anda tidak harus minum satu barel anggur untuk membuktikan anggur itu nikmat. Demikian juga saya. Saya tidak harus menonton Anda 10 menit untuk membuktikan tarian Anda bagus. Malam itu saya juga sangat lelah setelah pertunjukkan. Maka sejenak saya tinggalkan Anda, untuk mengambil kartu nama saya, dan berharap Anda mau menghubungi saya lagi keesokan hari. Tapi Anda sudah pergi ketika saya keluar. Dan satu hal yang perlu Anda camkan, bahwa Anda mestinya fokus pada impian Anda, bukan pada apa yang saya katakan atau saya lakukan! "Lalu pujian? Kamu mengharapkan pujian? Ah, waktu itu kamu sedang bertumbuh. Pujian itu seperti pedang bermata dua, satu sisi memotivasimu, satu sisi melemahkanmu. Dan faktanya saya melihat bahwa sebagian besar pujian yang diberikan pada seseorang yang sedang tumbuh hanya akan membuat dirinya puas pada pertumbuhannya itu. Saya justru lebih suka mengacuhkanmu agar hal itu bisa melecutmu berbuat lebih baik lagi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tidak pantas Anda meminta pujian dari orang lain."Anda lihat, ini sebenarnya hanyalah masalah sepele. Seandainya Anda pada waktu itu tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap menari, mungkin hari ini Anda sudah menjadi penari kelas dunia. Mungkin Anda sakit hati pada saat itu, tapi sakit hati itu akan segera hilang begitu Anda mengayunkan langkah berlatih kembali. Tapi, sakit hati Anda karena penyesalan ini hari, yah, tidak akan pernah hilang selamanya...."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Terkadang segala kegagalan dan kemalangan yang kita lihat didepan mata kita bukanlah sesuatu yang buruk melainkan bisa menjadi sesuatu yang luarbiasa &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-6015170219166671081?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/6015170219166671081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=6015170219166671081&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/6015170219166671081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/6015170219166671081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2008/01/sang-pencuri-impian.html' title='Sang Pencuri Impian'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R333vvH-QDI/AAAAAAAAAGY/LUQaxosL4Ns/s72-c/HORSE.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-1304933109239038858</id><published>2007-12-29T03:17:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T02:24:02.422-08:00</updated><title type='text'>Don't Judge a Book By the Cover</title><content type='html'>Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.&lt;br /&gt;Mereka meminta janji. Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.&lt;br /&gt;"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria lembut.&lt;br /&gt;"Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat.&lt;br /&gt;"Kami akan menunggu," jawab sang wanita.&lt;br /&gt;Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.&lt;br /&gt;"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard.&lt;br /&gt;Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvar, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.&lt;br /&gt;Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkan?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.&lt;br /&gt;Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan."&lt;br /&gt;"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."&lt;br /&gt;Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."&lt;br /&gt;Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.&lt;br /&gt;Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?" Suaminya mengangguk.&lt;br /&gt;Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan. Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.&lt;br /&gt;Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju,acap menipu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-1304933109239038858?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/1304933109239038858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=1304933109239038858&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1304933109239038858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1304933109239038858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2007/12/dont-judge-book-by-its-cover.html' title='Don&apos;t Judge a Book By the Cover'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-7624772349690663420</id><published>2007-12-29T02:51:00.000-08:00</published><updated>2007-12-29T03:16:45.550-08:00</updated><title type='text'>2(dua) Alasan kenapa harus ke Rumah Tuhan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3YslPH-QCI/AAAAAAAAAGQ/RaLdBwS_FZw/s1600-h/shining+cross.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149352242171494434" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3YslPH-QCI/AAAAAAAAAGQ/RaLdBwS_FZw/s200/shining+cross.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Seorang Katolik menulis surat kepada Editor sebuah surat kabar dan mengeluhkan kepada para pembaca bahwa dia merasa sia-sia pergi ke gereja setiap minggu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tulisnya, "saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun dan selama itu saya telah mendengar 3000 khotbah. Tapi selama hidup, saya tidak bisa mengingat satu khotbah pun. Jadi saya rasa saya telah memboroskan begitu banyak waktu - demikian pun para pastor itu telah memboroskan waktu mereka dengan khotbah-khotbah itu."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Surat itu menimbulkan perdebatan yang hebat dalam kolom pembaca.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu sampai akhirnya ada seseorang yang menulis demikian: "Saya sudah menikah selama 30 tahun. Selama ini istri saya telah memasak 32.000 jenis masakan. Selama hidup saya tidak bisa mengingat satu pun jenis masakan itu yang dilakukan istri saya. Tapi saya tahu bahwa masakan-masakan itu telah memberi saya kekuatan yang saya perlukan untuk bekerja. Seandainya istri saya tidak memberikan makanan itu kepada saya, maka saya sudah lama meninggal." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sejak itu tak ada lagi komentar tentang khotbah...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kisah lain:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nenek Granny sedang menyambut cucu-cucunya pulang dari sekolah.Mereka adalah anak-anak muda - anak muda yang sangat cerdas dan sering menggoda nenek mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kali ini, Tom mulai menggoda dia dengan berkata, "Nek, apakah nenek masih pergi ke gereja pada hari minggu?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Tentu!"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Apa yang nenek peroleh dari gereja? Apakah nenek bisa memberitahu kami tentang Injil minggu lalu..?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Tidak, nenek sudah lupa. Nenek hanya ingat bahwa nenek menyukainya."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Lalu apa khotbah dari pastor?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Nenek tidak ingat. Nenek sudah semakin tua dan ingatan nenek melemah.Nenek hanya ingat bahwa ia telah memberikan khotbah yang memberi kekuatan, Nenek menyukai khotbah itu."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tom menggoda, "Apa untungnya pergi ke gereja jika nenek tidak mendapatkan sesuatu dariNya?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nenek itu terdiam oleh kata-kata itu dan ia duduk di sana termenung.Dan anak-anak lain tampak menjadi malu. Kemudian nenek itu berdiri dan keluar dari ruangan tempat mereka semua duduk, dan berkata, "Anak-anak, ayo ikut nenek ke dapur."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika mereka tiba di dapur, dia mengambil tas rajutan dan memberikannya kepada Tom sambil berkata, "Bawalah ini ke mata air, dan isilah dengan air, lalu bawa kemari!"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Nenek, apa nenek tidak sedang melucu?Air didalam tas rajutan....!"Nek, apa ini bukan lelucon?" tanya Tom.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Tidak.., lakukanlah seperti yang kuperintahkan.Saya ingin memperlihatkan kepadamu sesuatu."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Maka Tom berlari keluar dan dalam beberapa menit ia kembali dengan tas yang bertetes-teskan .."Lihat,nek," katanya. "Tidak ada air di dalamnya."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Benar," katanya."Tapi lihatlah betapa bersihnya tas itu sekarang. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anak-anak, tidak pernah kamu ke gereja tanpa mendapatkan sesuatu yang baik, meskipun kamu tidak mengetahuinya."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-7624772349690663420?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/7624772349690663420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=7624772349690663420&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7624772349690663420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/7624772349690663420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2007/12/2dua-alasan-kenapa-harus-ke-rumah-tuhan.html' title='2(dua) Alasan kenapa harus ke Rumah Tuhan'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3YslPH-QCI/AAAAAAAAAGQ/RaLdBwS_FZw/s72-c/shining+cross.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-3105055146995345264</id><published>2007-12-29T02:42:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T01:24:39.890-08:00</updated><title type='text'>Asal usul Cinta buta</title><content type='html'>Pada masa dulu, sebelum dunia diciptakan seperti yang kita kenal sekarang, dan manusia belum lagi menginjakkan kakinya di sana, semua sifat kebaikan dan kejahatan berkeliaran tak tentu arah dan merasa bosan, tak tahu apa yang hendak dilakukan.&lt;br /&gt;Suatu hari, mereka berkumpul dan merasa lebih bosan lagi daripada sebelumnya, sampai ketika Kecerdikan mengemukakan usul :"Mari kita bermain petak umpet."&lt;br /&gt;Mereka semua menyukai ide tsb, dan secara tiba-tiba Madness/Kegilaan berteriak: "Aku ingin menghitung, biar aku saja yang menghitung!"&lt;br /&gt;Dan karena tidak ada yang cukup gila untuk ingin mencari kegilaan, semua yang lain setuju saja.&lt;br /&gt;Kegilaan segera bersandar kepohon dan mulai menghitung, "Satu, dua, tiga..."&lt;br /&gt;Sementara Kegilaan menghitung, semua sifat kebaikan dan kejahatan tsb bersembunyi.&lt;br /&gt;Kelembutan menggantung dirinya di ujung bulan,&lt;br /&gt;Pengkhianatan bersembunyi di tumpukan sampah.&lt;br /&gt;Kasih sayang bergulung di antara awan, dan Nafsu Kegairahan pergi ke tengah-tengah bumi.&lt;br /&gt;Kebohongan berkata akan bersembunyi di bawah batu, tapi ternyata justru bersembunyi di dasar danau.&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketamakan masuk ke dalam kantung yang kemudian ternyata dirobeknya karena kantung itu dirasanya tidak nyaman.&lt;br /&gt;Dan Kegilaan masih terus menghitung, "Tujuhpuluh sembilan, delapan puluh, delapan puluhsatu..." Ketika itu, semua sifat tsb telah bersembunyi --- kecuali Cinta.&lt;br /&gt;Seperti Keragu-raguan, demikianlah cinta, dia tak bisa memutuskan kemana harus bersembunyi.Dan ini tentu tidak mengejutkan karena kita semua tahu betapa sulitnya menyembunyikan cinta.&lt;br /&gt;Pada saat Kegilaan sampai pada hitungan ke-99, Cinta segera melompat bersembunyi ke kebun bunga Mawar. Dan dengan bersemangat Kegilaan berbalik dan berteriak, "Bersiaplah, ini aku datang! Akan kutemukan kalian semua"&lt;br /&gt;Kemalasan adalah yang pertama ditemukan,karena dia bahkan tidak punya energi untuk mencoba bersembunyi, disusul oleh Keragu-raguan, yang masih mondar-mandir karena tak tahu ke mana harus sembunyi.&lt;br /&gt;Kemudian, secara hampir beruntun Kegilaan segera menemukan Kelembutan di ujung bulan, Kebohongan didasar danau dan Gairah di tengah-tengah bumi.&lt;br /&gt;Satu persatu Kegilaan menemukan mereka semua, kecuali lagi-lagi Cinta. Kegilaan mulai menjadi semakin gila, karena putus asa untuk menemukan Cinta.Tapi Kecemburuan yang iri pada Cinta yang belum juga ditemukan, berbisik pada Kegilaan, "Kau hanya perlu mencari Cinta, dan dia bersembunyi disemak bunga Mawar."&lt;br /&gt;Kegilaan mengambil garpu taman dan menusuk-nusukannya serampangan kearah semak Mawar. Dia terus menusuk-nusuk sampai terdengar suara tangis memilukan yang membuatnya berhenti.&lt;br /&gt;Cinta keluar dari persembunyiannya sambil menutup mukanya dengan tangan. Di antara jari-jarinya mengalir darah segar yang ternyata berasal dari kedua belah matanya.&lt;br /&gt;Kegilaan yang terlalu bersemangat untuk menemukan Cinta, tanpa sengaja telah melukai Cinta. "Apa yang telah kulakukan!" teriaknya menyesal. "Aku telahmembuatmu buta! Bagaimana aku harus memperbaikinya?"&lt;br /&gt;Cinta menjawab, "Kau tak mungkin memperbaikinya. Tapi kalau kamu bersedia melakukan sesuatu untukku, kamu bisa menjadi penuntunku."&lt;br /&gt;Dan semenjak itulah, Cinta itu buta namun dia bisa melihat dalam kegelapan, karena dia selalu didampingi oleh Kegilaan......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Cinta Buta hanya akan selalu membawa kegelisahan dan ketidaktenangan dalam hidup&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-3105055146995345264?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/3105055146995345264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=3105055146995345264&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/3105055146995345264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/3105055146995345264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2007/12/asal-usul-cinta-buta.html' title='Asal usul Cinta buta'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-6131215118773527263</id><published>2007-12-29T00:25:00.000-08:00</published><updated>2007-12-29T00:54:34.297-08:00</updated><title type='text'>Amazing Story from China</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3YLO_H-QBI/AAAAAAAAAGI/vBRsRV6ehCs/s1600-h/%C3%A7%C3%BCt%C3%A9+a%C3%B1g%C3%AB%C2%A3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149315576035688466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3YLO_H-QBI/AAAAAAAAAGI/vBRsRV6ehCs/s200/%C3%A7%C3%BCt%C3%A9+a%C3%B1g%C3%AB%C2%A3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya.Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah.Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dipahanya mulai bermunculan bintik- bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa saya ingin mati". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota . Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perempuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut.Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati". Yu Yuan kemudian berkata : "Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati". Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat saya."Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,..... .. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang-orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. "Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula-mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumpuk setinggi gunung. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ada seorang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah.. ......... ...." demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh" (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana . Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat patuh".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Catatan dariku..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan dunia.Walaupun hidup serba kekuarangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama.Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-6131215118773527263?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/6131215118773527263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=6131215118773527263&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/6131215118773527263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/6131215118773527263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2007/12/amazing-story-from-china.html' title='Amazing Story from China'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3YLO_H-QBI/AAAAAAAAAGI/vBRsRV6ehCs/s72-c/%C3%A7%C3%BCt%C3%A9+a%C3%B1g%C3%AB%C2%A3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-3834302348331973182</id><published>2007-12-27T22:58:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T23:10:43.522-08:00</updated><title type='text'>Pelajaran Untuk Sang Malaikat</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3ShV_H-QAI/AAAAAAAAAGA/Ge6zNp6YfgY/s1600-h/my+jes%C3%BCs+n+his+ange%C2%A3s.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148917673085517826" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3ShV_H-QAI/AAAAAAAAAGA/Ge6zNp6YfgY/s200/my+jes%C3%BCs+n+his+ange%C2%A3s.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jaman dahulu kala di Rusia hidup pasangan suami-istri Simon dan Matrena. Simon yang miskin ini adalah seorang pembuat sepatu. Meskipun hidupnya tidaklah berkecukupan, Simon adalah seorang yang mensyukuri hidupnya yang pas-pasan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Masih banyak orang lain yang hidup lebih miskin daripada Simon. Banyak orang-orang itu yang malah berhutang padanya. Kebanyakan berhutang ongkos pembuatan sepatu. Maklumlah, di Rusia sangat dingin sehingga kepemilikan sepatu dan mantel merupakan hal yang mutlak jika tidak mau mati kedinginan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suatu hari keluarga tersebut hendak membeli mantel baru karena mantel mereka sudah banyak yang berlubang-lubang. Uang simpanan mereka hanya 3 rubel (rubel = mata uang Rusia) padahal mantel baru yang paling murah harganya 5 rubel. Maka Matrena meminta pada suaminya untuk menagih hutang orang-orang yang telah mereka buatkan sepatu. Maka Simon pun berangkat pergi menagih hutang. Tapi tak satupun yang membayar. Dengan sedih Simon pulang. Ia batal membeli mantel.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam perjalanan pulang, Simon melewati gereja, dan saat itu ia melihat sesosok manusia yang sangat putih bersandar di dinding luar gereja. Orang itu tak berpakaian dan kelihatan sekali ia sangat kedinginan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Simon ketakutan, "Siapakah dia? Setankah? Ah, daripada terlibat macam-macam lebih baik aku pulang saja". Simon bergegas mempercepat langkahnya sambil sesekali mengawasi belakangnya, ia takut kalau orang itu tiba-tiba mengejarnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Namun ketika semakin jauh, suara hatinya berkata, "HAI SIMON, TAK MALUKAH KAU? KAU PUNYA MANTEL MESKIPUN SUDAH BERLUBANG-LUBANG, SEDANGKAN ORANG ITU TELANJANG. PANTASKAH ORANG MENINGGALKAN SESAMANYA BEGITU SAJA?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Simon ragu, tapi akhirnya toh ia balik lagi ke tempat orang itu bersandar. Ketika sudah dekat, dilihatnya orang itu ternyata pria yang wajahnya sungguh tampan. Kulitnya bersih seperti kulit bangsawan. Badannya terlihat lemas dan tidak berdaya, namun sorot matanya menyiratkan rasa terima kasih yang amat sangat ketika Simon memakaikan mantel luarnya kepada orang itu dan memapahnya berdiri. Ia tidak bisa menjawab sepatah kata pun atas pertanyaan-pertanya an Simon, sehingga Simon memutuskan untuk membawanya pulang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sesampainya di rumah, Matrena marah sekali karena Simon tidak membawa mantel baru dan membawa seorang pria asing. "Simon, siapa ini? Mana mantel barunya?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Simon mencoba menyabarkan Matrena, "Sabar, Matrena.... dengar dulu penjelasanku. Orang ini kutemukan di luar gereja, ia kedinginan, jadi kuajak sekalian pulang".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Bohong!! Aku tak percaya....sudahlah , pokoknya aku tak mau dengar ceritamu! Sudah tahu kita ini miskin kok masih sok suci menolong orang segala!! Usir saja dia!!"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Astaga, Matrena! Jangan berkata begitu, seharusnya kita bersyukur karena kita masih bisa makan dan punya pakaian, sedangkan orang ini telanjang dan kelaparan. Tidakkah di hatimu ada sedikit belas kasih? "&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Matrena menatap wajah pria asing itu, mendadak ia merasa iba. Lalu disiapkannya makan malam sederhana berupa roti keras dan bir hangat. "Silakan makan, hanya sebeginilah makanan yang ada. Siapa namamu dan darimana asalmu? Bagaimana ceritanya kau bisa telanjang di luar gereja?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tiba-tiba wajah pria asing itu bercahaya. Mukanya berseri dan ia tersenyum untuk pertama kalinya. "Namaku Mikhail, asalku dari jauh. Sayang sekali banyak yang tak dapat kuceritakan. Kelak akan tiba saatnya aku boleh menceritakan semua yang kalian ingin ketahui tentang aku. Aku akan sangat berterima kasih kalau kalian mau menerimaku bekerja di sini."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Ah, Mikhail, usaha sepatuku ini cuma usaha kecil. Aku takkan sanggup menggajimu", demikian Simon menjawab.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Tak apa, Simon. Kalau kau belum sanggup menggajiku, aku tak keberatan kerja tanpa gaji asalkan aku mendapat makan dan tempat untuk tidur."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Baiklah kalau kau memang mau begitu. Besok kau mulai bekerja".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Malamnya pasangan suami-istri itu tak dapat tidur. Mereka bertanya-tanya."Simon tidakkah kita keliru menerima orang itu? Bagaimana jika Mikhail itu ternyata buronan?" Matrena bertanya dengan gelisah pada Simon.Simon menjawab, "Sudahlah Matrena. Percayalah pada pengaturan Tuhan. Biarlah ia tinggal di sini.Tingkah lakunya cukup baik. Kalau ternyata ia berperilaku tidak baik, segera kuusir dia".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Esoknya Mikhail mulai bekerja membantu Simon membuat dan memperbaiki sepatu. Di bengkelnya, Simon mengajari Mikhail memintal benang dan membuat pola serta menjahit kulit untuk sepatu. Sungguh aneh, baru tiga hari belajar, Mikhail sudah bisa membuat sepatu lebih baik dan rapi daripada Simon.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lama kelamaan bengkel sepatu Simon mulai terkenal karena sepatu buatan Mikhail yang bagus. Banyak pesanan mengalir dari desa-desa yang penduduknya kaya. Simon tidak lagi miskin. Keluarga itu sangat bersyukur karena mereka sadar, tanpa bantuan tangan terampil Mikhail, usaha mereka takkan semaju ini.Namun mereka juga terus bertanya-tanya dalam hati, siapa sebenarnya Mikhail ini. Anehnya, selama Mikhail tinggal bersama mereka, baru sekali saja ia tersenyum, yaitu dulu saat Matrena memberi Mikhail makan. Namun meski tanpa senyum, muka Mikhail selalu berseri sehingga orang tak takut melihat wajahnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suatu hari datanglah seorang kaya bersama pelayannya. Orang itu tinggi besar, galak dan terlihat kejam. "Hai Simon, Aku minta dibuatkan sepatu yang harus tahan setahun mengahadapi cuaca dingin. Kalau sepatu itu rusak sebelum setahun, kuseret kau ke muka hakim untuk dipenjarakan! ! Ini, kubawakan kulit terbaik untuk bahan sepatu. Awas, hati-hati ini kulit yang sangat mahal!"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di pojok ruangan, Mikhail yang sedari tadi duduk diam, tiba-tiba tersenyum. Mukanya bercahaya, persis seperti dulu ketika ia pertama kalinya tersenyum.Sebenarnya Simon enggan berurusan dengan orang ini. Ia baru saja hendak menolak pesanan itu ketika Mikhail memberi isyarat agar ia menerima pesanan itu.Simon berkata, "Mikhail, kau sajalah yang mengerjakan sepatu itu. Aku sudah mulai tua. Mataku agak kurang awas untuk mengerjakan sepatu semahal ini. Hati-hati, ya. Aku tak mau salah satu atau malah kita berdua masuk penjara."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika Mikhail selesai mengerjakan sepatu itu, bukan main terkejutnya Simon. "Astaga, Mikhail, kenapa kau buat sepatu anak-anak? Bukankah yang memesan itu orangnya tinggi besar? Celaka, kita bisa masuk penjara karena...."Belum selesai Simon berkata, datang si pelayan orang kaya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Majikanku sudah meninggal. Pesanan dibatalkan. Jika masih ada sisa kulit, istri majikanku minta dibuatkan sepatu anak-anak saja".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Ini, sepatu anak-anak sudah kubuatkan. Silakan bayar ongkosnya pada Simon", Mikhail menyerahkan sepatu buatannya pada pelayan itu. Pelayan itu terkejut, tapi ia diam saja meskipun heran darimana Mikhail tahu tentang pesanan sepatu anak-anak itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tahun demi tahun berlalu, Mikhail tetap tidak pernah tersenyum kecuali pada dua kali peristiwa tadi. Meskipun penasaran, Simon dan Matrena tak pernah berani menyinggung- nyinggung soal asal usul Mikhail karena takut ia akan meninggalkan mereka.Suatu hari datanglah seorang ibu dengan dua orang anak kembar yang salah satu kakinya pincang! Ia minta dibuatkan sepatu untuk kedua anak itu. Simon heran sebab Mikhail tampak sangat gelisah. Mukanya muram, padahal biasanya tidak pernah begitu.Saat mereka hendak pulang, Matrena bertanya pada ibu itu, "Mengapa salah satu dari si kembar ini kakinya pincang?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ibu itu menjelaskan, "Sebenarnya mereka bukan anak kandungku. Mereka kupungut ketika ibunya meninggal sewaktu melahirkan mereka. Padahal belum lama ayah mereka juga meninggal. Kasihan, semalaman ibu mereka yang sudah meninggal itu tergeletak dan menindih salah satu kaki anak ini Itu sebabnya ia pincang. Aku sendiri tak punya anak, jadi kurawat mereka seperti anakku sendiri."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Tuhan Maha Baik, manusia dapat hidup tanpa ayah ibunya, tapi tentu saja manusia takkan dapat hidup tanpa Tuhannya", kata Matrena.Mendengar itu, Mikhail kembali berseri-seri dan tersenyum untuk ketiga kalinya. Kali ini bukan wajahnya saja yang bercahaya, tapi seluruh tubuhnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sesudah tamu-tamu tersebut pulang, ia membungkuk di depan Simon dan Matrena sambil berkata, "Maafkan semua kesalahan yang pernah kuperbuat, apalagi telah membuat gelisah dengan tidak mau menceritakan asal usulku. Aku dihukum Tuhan, tapi hari ini Tuhan telah mengampuni aku. Sekarang aku mohon pamit."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Simon dan Matrena tentu saja heran dan terkejut, "Nanti dulu Mikhail, tolong jelaskan pada kami siapakah sebenarnya kau ini?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mikhail menjawab sambil terus tersenyum, "Sebenarnya aku adalah adalah satu malaikat Tuhan. Bertahun-tahun yang lalu Tuhan menugaskan aku menjemput nyawa ibu kedua anak tadi. Aku sempat menolak perintah Tuhan itu tapi kuambil juga nyawa ibu mereka. Aku menganggap Tuhan kejam. Belum lama mereka ditinggal ayahnya, sekarang ibunya harus meninggalkan mereka juga. Dalam perjalanan ke surga, Tuhan mengirim badai yang menghempaskanku ke bumi. Jiwa ibu bayi menghadap Tuhan sendiri. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tuhan berkata padaku, 'MIKHAIL, TURUNLAH KE BUMI DAN PELAJARI KETIGA KEBENARAN INI HINGGA KAU MENGERTI: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;PERTAMA: APAKAH YANG HIDUP DALAM HATI MANUSIA?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;KEDUA: APA YANG TAK DIIJINKAN PADA MANUSIA?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;KETIGA: APA YANG PALING DIPERLUKAN MANUSIA?'&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Aku jatuh di halaman gereja, kedinginan dan kelaparan. Simon menemukan dan membawaku pulang. Waktu Matrena marah-marah dan hendak mengusir aku, kulihat maut dibelakangnya. Seandainya ia jadi mengusirku, ia pasti mati malam itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi Simon berkata, "Tidakkah di hatimu ada sedikit belas kasih?" Matrena jatuh iba dan memberi aku makan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saat itulah aku tahu kebenaran pertama: "YANG HIDUP DALAM HATI MANUSIA ADALAH BELAS KASIH"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Kemudian ada orang kaya yang memesan sepatu yang tahan satu tahun sambil marah-marah. Aku melihat maut di belakangnya. Ia tidak tahu ajalnya sudah dekat. Aku tersenyum untuk kedua kalinya. Saat itulah aku tahu kebenaran kedua: "MANUSIA TIDAK DIIJINKAN MENGETAHUI MASA DEPANNYA. MASA DEPAN MANUSIA ADADI TANGAN TUHAN"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Hari ini datang ibu angkat bersama kedua anak kembar tadi. Ibu kandung si kembar itulah yang diperintahkan Tuhan untuk kucabut nyawanya. Dan aku melihat si kembar dirawat dengan baik oleh ibu lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aku tersenyum untuk ketiga kalinya dan kali ini tubuhku bercahaya. Aku tahu kebenaran yang ketiga: "MANUSIA DAPAT HIDUP TANPA AYAH DAN IBUNYA TAPI MANUSIA TIDAK AKAN DAPAT HIDUP TANPA TUHANNYA."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Simon, Matrena, terima kasih atas kebaikan kalian berdua. Aku telah mengetahui ketiga kebenaran itu, Tuhan telah mengampuniku. Semoga kasih Tuhan senantiasa menyertai kalian sepanjang hidup." Mikhail kembali ke surga. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-3834302348331973182?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/3834302348331973182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=3834302348331973182&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/3834302348331973182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/3834302348331973182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2007/12/pelajaran-untuk-sang-malaikat.html' title='Pelajaran Untuk Sang Malaikat'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3ShV_H-QAI/AAAAAAAAAGA/Ge6zNp6YfgY/s72-c/my+jes%C3%BCs+n+his+ange%C2%A3s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-1873231661927500739</id><published>2007-12-27T21:32:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T21:41:12.196-08:00</updated><title type='text'>Kisah si Kerang Mutiara</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3SMafH-P_I/AAAAAAAAAF4/ucal5721Xpw/s1600-h/waterview+(17).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148894660650745842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3SMafH-P_I/AAAAAAAAAF4/ucal5721Xpw/s200/waterview+(17).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Si ibu terdiam sejenak, "Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengilap, dan berharga mahal dan terbentuk dengan sempurna. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;******&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa' yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu.. "Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara." &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-1873231661927500739?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/1873231661927500739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=1873231661927500739&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1873231661927500739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/1873231661927500739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2007/12/kisah-si-kerang-mutiara.html' title='Kisah si Kerang Mutiara'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3SMafH-P_I/AAAAAAAAAF4/ucal5721Xpw/s72-c/waterview+(17).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-5743455051280085178</id><published>2007-12-27T20:29:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T20:42:09.187-08:00</updated><title type='text'>Just to be a happy man</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3R-h_H-P-I/AAAAAAAAAFw/ywWvWm9Kkj4/s1600-h/Urchin+(1024+x+768).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148879396336975842" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3R-h_H-P-I/AAAAAAAAAFw/ywWvWm9Kkj4/s200/Urchin+(1024+x+768).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ada seorang pemuda keturunan bangsawan yang mencari suatu kebahagiaan yang selama ini tidak pernah ia temukan . Setelah dia mendengar bahwa ada seorang nenek yang dianggap seorang yang bijak di suatu desa terpencil, bergegaslah dia kesana dengan baju kebesaran dan dipandu oleh para pengawal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lalu tibalah dia ke desa tempat nenek tua itu tinggal dan dilihatlah suatu gubuk kecil dan reot tetapi sangat rapi dan bersih. Sang pemuda itu lalu berpikir "Ah..masa nenek ini bisa membuat saya bahagia padahal rumahnya saja kecil dan tidak ada yang menarik !". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lalu datanglah seorang anak kecil dari bilik pintu menghadap sang bangsawan tersebut, katanya "Mari masuk kak, kita main sama-sama ya..?" &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sang bangsawan tersebut bersungut-sungut sambil berpikir"Loh..kok saya adalah seorang bangsawan dan saya bermain dengan anak -anak kecil ??, apakah si nenek itu tidak tau saya?, kenapa bukan dia yang datang ke saya malah anak kecil ini yg datang ke saya? "&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tetapi apa daya , sang bangsawan ini lalu ikut juga bermain dengan anak-anak tersebut, dan tanpa disadarinya dia pun juga menikmati permainan yang berada di lapangan yang dikelilingi pohon yang rindang nan sejuk. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dan ketika mereka masih bermain, datanglah sang nenek bijak tersebut menghampiri sang bangsawan tersebut dan berkata "Nak, bagaimana permainannya dengan anak-anak ini ?". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lalu sang bangsawan tersebut berkata " saya menikmatinya nek.." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dan nenek bijak itu lalu berkata "Nak, saya tau kesusahan kamu dan itulah mengapa saya sengaja membiarkan kamu bermain dengan anak-anak kecil ini , lihatlah anak kecil itu, pandangilah bahwa mereka selalu senang selalu gembira dan tidak ada yang ditutup-tutupi, kamu tahu mengapa ?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sang bangsawan tersebut terdiam dan nenek tersebut melanjutkan "karena mereka polos, karena mereka memandang semua itu indah dan menyenangkan, tentu memang ada hal-hal yang membuat mereka menangis tetapi mereka tidak lama memikirkan dan terus gembira dan riang"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Cobalah untuk memandang dunia ini sebagai suatu keindahan bukan suatu keburukan maka kebahagiaan itu akan memancar dai wajah kamu" kata sang nenek. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Cobalah untuk tidak menutupi hal-hal yang membuat kamu sedih,katakanlah sedih jika kamu sedih, seperti anak kecil yang berteriak ketika kesakitan. Hal itu akan membuat kamu jujur kepada diri kamu dan kamu akan merasa bahagia jika kamu bisa menjadi diri kamu sendiri.". "Lihat dan pandangi burung-burung diudara ciptaan Allah yang selalu berkicau dan tidak mengkhawatirkan apa yang dimakan dan diminum , dan mengapa kamu tidak berbahagia ketika kamu merisaukan apa yang engkau makan dan minum padahal kamu juga ciptaan Allah ??" &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lanjut sang nenek."Kamu adalah seseorang yang besar dan lebih besar jika kamu bisa melihat dan mendengar jika kamu bisa berbahagia..." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sang bangsawan itupun tertegun dan menyadari bahwa kebesaran nama seseorang, kekuasaan dan kekayaan serta kemewahan bukanlah jaminan bahwa seseorang bisa bahagia.Karena kebahagiaan itu bisa diperoleh apabila kita mau membuka diri dan mau menerima dengan rela apa yang Tuhan berikan pada kita...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;*Teman, kita mungkin kurang dan tidak berbahagia , namun kita bisa pelajari tiga hal :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;1. Pandanglah segala hal itu indah, berpikirlah yang baik dan ambil segala sesuatu yang baik pula&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;2. Jujur kepada diri sendiri dan jangan malu berkata kepada orang dalam segala hal apapun&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;3. Bersyukurlah kepada Tuhan atas segala kehidupan yang engkau jalani.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-5743455051280085178?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/5743455051280085178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=5743455051280085178&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5743455051280085178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/5743455051280085178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2007/12/just-to-be-happy-man.html' title='Just to be a happy man'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3R-h_H-P-I/AAAAAAAAAFw/ywWvWm9Kkj4/s72-c/Urchin+(1024+x+768).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-3685112721489606397</id><published>2007-12-27T02:52:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T20:45:14.799-08:00</updated><title type='text'>Pengusaha dan Kematian</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3OGe_H-P9I/AAAAAAAAAFk/CNDhd-jiyUw/s1600-h/angel_gabriele.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148606665913679826" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3OGe_H-P9I/AAAAAAAAAFk/CNDhd-jiyUw/s200/angel_gabriele.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang ..." kata si pengusaha ini dengan yakinnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dengan lembut si Malaikat berkata, "Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil,putra-putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air matadi pipi mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua - itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kembali terlihat di mana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, "Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik!Aku tau dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tau dia tidak jujurdalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untukpopularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihatwaktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalanyang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang!Dengan setengah bergumam dia bertanya, "Apakah di antara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jawab si Malaikat, "Ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,"Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu."Bukankah itu Panti Asuhan?" kata si pengusaha pelan."Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.Di saat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1480405777545916956-3685112721489606397?l=kutipanbathin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/feeds/3685112721489606397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1480405777545916956&amp;postID=3685112721489606397&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/3685112721489606397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1480405777545916956/posts/default/3685112721489606397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutipanbathin.blogspot.com/2007/12/pengusaha-dan-kematian.html' title='Pengusaha dan Kematian'/><author><name>B 1 NYO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01810623281857473252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2uIufH-P7I/AAAAAAAAAFU/PDMmAaX8eiM/S220/image00191.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R3OGe_H-P9I/AAAAAAAAAFk/CNDhd-jiyUw/s72-c/angel_gabriele.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1480405777545916956.post-6525361962073623742</id><published>2007-12-22T01:19:00.000-08:00</published><updated>2007-12-22T02:06:13.519-08:00</updated><title type='text'>Touching Story from ITALIA</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2zhd_H-P8I/AAAAAAAAAFc/HJzuxLnM9QQ/s1600-h/pray.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146736379454963650" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3X-lYimoEY/R2zhd_H-P8I/AAAAAAAAAFc/HJzuxLnM9QQ/s200/pray.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dibalik cerita Pendonor sumsum tulang belakang dan pelaku&lt;br /&gt;pemerkosaan akhir tahun 2002 &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa ...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;17Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama kota, tak tahu aku bener engga&lt;br /&gt;nulisnya ) , seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang kulit hitam.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian,sang wanita melahirkan seorang bayi perempuan berkulit&lt;br /&gt;hitam. Ia dan suaminya tiba-tiba saja menanggung tanggung jawab untuk&lt;br /&gt;memelihara anak ini. Sayangnya,sang bayi kini menderita leukemia (kanker&lt;br /&gt;darah). Dan ia memerlukan transfer sumsum tulang belakang segera. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ayah kandungnya merupakan satu-satunya penyambung harapan hidupnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berharap agar pelaku pada waktu itu saat melihat berita ini, bersedia&lt;br /&gt;menghubungi Dr. Adely di RS Elisabeth...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berita pencarian orang ini membuat seluruh masyarakat gempar.Setiap orang&lt;br /&gt;membicarakannya.Masalahnya adalah apakah orang hitam ini berani muncul&lt;br /&gt;Padahal jelas ia akan menghadapi kesulitan besar, Jika ia berani muncul, ia&lt;br /&gt;akan menghadapi masalah hukum, dan ada kemungkinan merusak kehidupan rumah&lt;br /&gt;tangganya sendiri. Jika ia tetap bersikeras untuk diam, ia sekali lagi&lt;br /&gt;membuat dosa yang tak terampuni. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kisah ini akan berakhir bagaimanakah ? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak perempuan yang menderita leukimia ternyata menyimpan suatu&lt;br /&gt;kisah yang memalukan di suatu perkampungan Itali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Martha, 35 thn, adalah wanita yang menjadi pembicaraan semua orang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia dan suaminya Peterson adalah warga kulit putih, tetapi diantara kedua anaknya, ternyata terdapat satu yang berkulit hitam. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal ini menarik perhatian setiap orang disekitar mereka untuk bertanya, Martha hanya tersenyum kecil berkata pada mereka bahwa nenek berkulit hitam, dan kakeknya berkulit putih, maka anaknya Monika mendapat kemungkinan seperti ini .&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Musim gugur 2002, Monika yang berkulit hitam terus menerus mengalami demam tinggi.&lt;br /&gt;Terakhir ,Dr.Adely memvonis Monika menderita leukimia. Harapan satu-satunya&lt;br /&gt;hanyalah mencari pedonor sumsum tulang belakang yang paling cocok untuknya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dokter menjelaskan lebih lanjut diantara mereka yang ada hubungan darah dengan Monika merupakan cara yang paling mudah untuk menemukan pedonor tercocok. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Harap seluruh anggota keluarga kalian berkumpul untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang.? "&lt;br /&gt;Raut wajah Martha berubah, tapi tetap saja seluruh keluarga menjalani&lt;br /&gt;pemeriksaan.Hasilnya tak satupun yang cocok. Dokter memberitahu mereka, dalam kasus seperti Monika ini, mencari pedonor yang cocok sangatlah kecil&lt;br /&gt;kemungkinannya. Sekarang hanya ada satu cara yang paling manjur, yaitu Martha&lt;br /&gt;dan suaminya kembali mengandung anak lagi. Dan mendonorkan darah anak untuk&lt;br /&gt;Monika.Mendengar usul ini Martha tiba-tiba menjadi panik, dan berkata tanpa&lt;br /&gt;suara ..." Tuhan..kenapa menjadi begini ?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia menatap suaminya, sinar matanya dipenuhi ketakutan dan putus asa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peterson mengerutkan keningnya berpikir. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dr. Adely berusaha menjelaskan pada mereka, saat ini banyak orang yang menggunakan cara ini untuk menolong nyawa para penderita leukimia, lagipula cara ini terhadap bayi yang baru dilahirkan sama sekali tak ada pengaruhnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal ini hanya didengarkan oleh pasangan suami istri tersebut, dan termenung begitu lama. Terakhir mereka hanya berkata ," Biarkan kami memikirkannya kembali.."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malam kedua, Dr. Adely tengah bergiliran tugas, tiba-tiba pintu ruang kerjanya terbuka, Pasangan suami-istri tersebut.Martha menggigit bibirnya keras, suaminya Peterson, menggenggam tangannya, dan berkata serius pada dokter,"Kami ada suatu hal yang perlu memberitahumu. Tapi harap Anda berjanji untuk menjaga kerahasiaan ini, karena ini merupakan rahasia kami suami-istri selama beberapa tahun.."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dr.Adely menganggukkan kepalanya... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Itu adalah 10 tahun lalu, bulan Mei 1992.Waktu itu anak kami yang pertama, Eleana telah berusia 2 tahun.Martha bekerja di sebuah restoran fast food. Setiap hari pukul 10 malam baru pulang kerja.Malam itu, turun hujan lebat.Saat Martha pulang kerja, seluruh jalanan telah tiada orang satupun.Saat melalui suatu parkiran yang tak terpakai lagi. Martha mendengar suara langkah kaki, dengan ketakutan memutar kepala untuk melihat, seorang remaja berkulit hitam tengah berdiri di belakang tubuhnya. Orang tersebut menggunakan sepotong kayu, memukulnya hingga pingsan, dan memperkosanya. Saat Martha sadar, dan pulang ke rumah dengan tergesa-gesa, waktu telah menunjukkan pukul 1 malam. Waktu itu aku bagaikan gila keluar rumah mencari orang hitam itu untuk membuat perhitungan. Tapi telah tak ada bayangan orang satupun. Malam itu kami hanya dapat memeluk kepala masing-masing menahan kepedihan. Sepertinya seluruh langit runtuh..."&lt;br /&gt;Bicara sampai sini, Peterson telah dibanjiri air mata, Ia melanjutkan kembali ,"Tak lama kemudian Martha mendapati dirinya hamil. Kami merasa sangat ketakutan, kuatir bila anak yang dikandungnya merupakan milik orang hitam tersebut. Martha berencana untuk menggugurkannya, tapi aku masih mengharapkan keberuntungan, mungkin anak yang dikandungnya adalah bayi kami.Begitulah, kami ketakutan menunggu beberapa bulan."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Maret 1993, Martha melahirkan bayi perempuan, dan ia berkulit hitam. Kami begitu putus asa, pernah terpikir untuk mengirim sang anak ke panti asuhan. Tapi mendengar suara tangisnya, kami sungguh tak tega.Terlebih lagi bagaimanapun Martha telah mengandungnya, ia juga merupakan sebuah nyawa. Aku dan Martha merupakan warga Kristen yang taat, pada akhirnya kami memutuskan untuk memeliharanya, dan memberinya nama Monika..."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mata Dr.Adely juga digenangi air mata, pada akhirnya ia memahami kenapa bagi kedua suami istri tersebut kembali mengandung anak merupakan hal yang sangat mengkuatirkan. Ia berpikir sambil mengangguk-anggukkan kepala berkata."Memang jika demikian, kalian melahirkan 10 anak sekalipun akan sulit untuk mendapatkan donor yang cocok untuk Monika."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lama kemudian, ia memandang Martha dan berkata "Kelihatannya, kalian harus mencari ayah kandung Monika. Barangkali sumsum tulangnya, atau sumsum tulang belakang anaknya ada yang cocok untuk Monika.Tetapi, apakah kalian bersedia membiarkan ia kembali muncul dalam kehidupan kalian ? "&lt;br /&gt;Martha berkata," Demi anak, aku bersedia berlapang dada memaafkannya. Bila ia bersedia muncul menyelamatkannya. Aku tak akan memperkarakannya..."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dr.Adely merasa terkejut akan kedalaman cinta sang ibu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berita pencarian yang istimewa ini mengakibatkan banjir pedonor sumsum tulang belakang.Terlebih lagi lewat waktu begitu lama, mau mencari sang pemerkosa dimana Martha dan Peterson mempertimbangkannya baik-baik, sebelum akhirnya memutuskan memuat berita pencarian ini di koran dengan menggunakan nama samaran. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;November 2002, di koranWayeli termuat berita pencarian ini, seperti yang digambarkan sebelumnya. Berita ini memohon sang pelaku pemerkosaan waktu itu berani muncul, demi untuk menolong sebuah nyawa seorang anak perempuan penderita leukimia !Begitu berita ini keluar, tanggapan masyarakat begitu menggemparkan.Kotak suratdan telepon Dr. Adely bagaikan meledak saja, kebanjiran surat masuk dan telepon, orang-orang terus bertanya siapakah wanita ini Mereka ingin bertemu dengannya, berharap dapat memberikan bantuan padanya.&lt;br /&gt;Tetapi Martha menolak semua perhatian mereka, ia tak ingin mengungkapkan identitas sebenarnya, lebih tak ingin lagi identitas Monika sebagai anak hasil pemerkosaan terungkap. Saat ini juga seluruh media penuh dengan diskusi tentang bagaimana cerita ini berakhir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Surat kabar Roma berkomentar dengan topik,"Orang hitam itu akan munculkah ?Jika orang hitam ini berani muncul, akan bagaimanakah masyarakat kita sekarang menilainya Akankah&lt;br /&gt;menggunakan hukum yang berlaku untuk menghakiminya Haruskah ia menerima hukuman dan cacian untuk masa lalunya, ataukah ia harus menerima pujian karena keberaniannya hari ini ? "&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Surat kabar Wayeli menulis topik," Bila Anda orang berkulit hitam itu, apa tindakan yang Anda lakukan? "&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai bahan diskusi. Dan menarik berbagai pendapat akan sulitnya berada di dua pilihan ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagian penjara setempat terus berupaya membantu
